Author: admin

  • Polri Berbenah: Wakapolri Tinjau Peningkatan Pelayanan SPKT di Denpasar — Jawaban Nyata terhadap Tuntutan Masyarakat akan Pelayanan Cepat, Adil, dan Transparan

    Denpasar, 30 Oktober 2025 —
    Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan publik, menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja kepolisian yang cepat, adil, dan transparan. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung implementasi Pamapta dan peningkatan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polresta Denpasar, Polda Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.

    Sesuai dengan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., seluruh pelayanan kepolisian di SPKT — baik di tingkat Polsek, Polres, hingga Polda di seluruh Indonesia — harus direvitalisasi secara menyeluruh. Revitalisasi ini dilakukan dengan mengaktifkan kembali peran Pamapta sebagai sistem komando terintegrasi yang mampu merespons laporan masyarakat secara cepat, mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta menindaklanjuti laporan kejahatan dan gangguan kamtibmas secara tepat dan terukur. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan publik Polri yang modern, responsif, dan akuntabel. Melalui revitalisasi tersebut, setiap laporan masyarakat akan langsung terhubung ke jaringan pengawasan terpadu dari Mabes hingga kewilayahan, memastikan respon cepat dan penanganan yang transparan di seluruh Indonesia.

    Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, antara lain Irjen Pol. Umar Effendi, S.I.K., M.Si. selaku Kasatgas Penjamin Mutu Akselerasi Transformasi Polri dan Dosen Kepolisian Utama PTIK Lemdiklat Polri; Irjen Pol. Iman Prijantoro, S.H. selaku Analis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasional Itwasum Polri; Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Kapolda Bali; serta jajaran pejabat utama Polda dan Polresta Denpasar. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan bahwa transformasi pelayanan publik berjalan nyata hingga ke tingkat terdepan.

    Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan pelayanan publik merupakan prioritas utama Polri dalam mewujudkan lembaga kepolisian yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi SPKT dan Pamapta. “Pamapta harus berani dan tegas memimpin serta mengarahkan piket fungsi, karena Pamapta adalah Kapolres di luar jam dinas,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya penyesuaian pola patroli berdasarkan tingkat kerawanan wilayah agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Polri akan meluncurkan pilot project penerapan Pamapta pada pelaksanaan Apel Kasatwil mendatang sebagai model nasional dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan respon cepat di lapangan.

    Dalam tinjauannya, Wakapolri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan fasilitas di SPKT agar masyarakat merasa nyaman saat melapor. Polri tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain ruang bermain anak, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta ruang KASPKT yang dilengkapi perlengkapan operasional seperti rompi, senjata listrik, body vest, jas hujan, dan Quick Response Set Sabhara. Semua ini dirancang untuk menciptakan pelayanan yang ramah, humanis, dan inklusif bagi seluruh masyarakat yang datang ke kantor polisi.

    Dari sisi teknologi, Polri terus mengembangkan sistem digitalisasi pelayanan publik. Sistem pelaporan akan dilengkapi fitur identifikasi pelapor — berupa foto, nama, dan lokasi — yang dapat dipantau langsung oleh petugas on duty. Operator di SPKT juga dapat mengarahkan kamera, melakukan video tour di titik rawan, dan memantau situasi lalu lintas secara real-time melalui video drone. Sistem ini akan segera diintegrasikan dengan aplikasi Mabes Polri guna membentuk data tunggal tanpa duplikasi, mempercepat proses analisis, serta memastikan setiap laporan dapat direspons dengan akurat.

    Wakapolri menegaskan bahwa seluruh inovasi dan sistem pelayanan digital ini tidak boleh berhenti pada tataran formalitas. “Semua aplikasi dan perangkat yang dibangun harus benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi. Polri harus hadir dengan bukti kerja, bukan hanya janji,” tegasnya. Ia juga mendorong penggunaan body camera sebagai alat pengawasan dan bukti otentik dalam setiap kegiatan kepolisian di lapangan.

    Langkah-langkah tersebut menjadi jawaban konkret Polri terhadap berbagai kritik dan isu negatif yang berkembang di masyarakat mengenai pelayanan kepolisian yang dinilai belum maksimal. Melalui transformasi digital, penguatan peran Pamapta, dan revitalisasi SPKT secara nasional, Polri menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.

    “Polri harus berubah dan terus berbenah. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan Polri harus hadir dengan wajah humanis, profesional, dan mampu memberikan rasa aman,” ujar Wakapolri menutup arahannya.

    Dengan implementasi terukur dan komitmen berkelanjutan dari seluruh jajaran, Polri optimistis ke depan pelayanan SPKT di seluruh Indonesia akan menjadi simbol nyata dari transformasi Polri menuju institusi yang modern, transparan, dan dipercaya rakyat.

  • Dekat dengan Warga, Brimob Polda Metro Jaya Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Senen

    Jakarta Pusat – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Metro Jaya melaksanakan bakti kesehatan hari keempat di RW 05 Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Aula RW 05 dan berlangsung aman, tertib, serta mendapat sambutan antusias dari warga.

    Kegiatan dipimpin oleh AKP Ali Muryanto, S.Kep., dengan melibatkan tim medis dan personel Brimob. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, konsultasi kesehatan, pemberian obat dan vitamin, serta pembagian paket sembako.

    Sebanyak 218 warga mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pemeriksaan, tercatat 53 warga mengalami hipertensi, 8 diabetes, 20 flu, 20 hiperkolesterol, 26 myalgia, 12 asam urat, dan 4 gastritis. Selain itu, 53 warga menjalani pemeriksaan laboratorium. Kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan Brimob di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak nyata, selain menjalankan tugas menjaga keamanan.

    Program ini juga mendukung kebijakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., melalui program Jaga Jakarta, yang menekankan pentingnya menjaga warga, lingkungan, aturan, serta amanah melalui pelayanan publik yang humanis dan berkesinambungan.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Brimob Polda Metro Jaya semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menunjukkan pengabdian nyata melalui pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial bagi warga Jakarta.

  • Dr. Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Menjaga Kepercayaan Publik

    Dr. Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Menjaga Kepercayaan Publik

    Jakarta, 30 Oktober 2025 – Di tengah derasnya arus informasi dan banjir konten digital, peran Humas Polri menjadi semakin strategis sebagai garda depan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

    Dr. Devie menegaskan bahwa dunia komunikasi kini memasuki era Experience Economy dan Attention Economy. Dalam era ini, perhatian publik menjadi aset paling berharga, dan keberhasilan sebuah institusi tidak lagi hanya diukur dari apa yang disampaikan, tetapi dari bagaimana pesan itu dihadirkan dan dirasakan oleh masyarakat.

    “Tantangan terbesar Humas Polri saat ini bukan sekadar bagaimana menarik perhatian publik, tetapi bagaimana mempertahankannya agar pesan institusi tidak tenggelam di tengah kebisingan digital,” ujar Dr. Devie. “Setiap anggota Polri sejatinya adalah humas. Polisi bukan berdiri untuk masyarakat, tetapi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”

    Menurut Dr. Devie, komunikasi publik Polri perlu dibangun di atas empat elemen utama: hiburan (entertainment), pendidikan (educational), estetika (aesthetic), dan keaslian (authentic). Ia menekankan, hiburan dalam konteks komunikasi bukan berarti sekadar menyenangkan, melainkan menenangkan dan menuntun pada kebenaran. Estetika mencerminkan profesionalisme dan kenyamanan pelayanan, sedangkan keaslian menunjukkan ketulusan serta karakter sejati institusi Polri.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa fenomena “lost in the scroll” yang diungkap Forbes menjadi tantangan nyata bagi lembaga seperti Humas Polri. Di tengah derasnya arus konten media sosial, perhatian publik sangat mudah teralihkan. Karena itu, komunikasi Polri perlu disajikan secara menarik, ringkas, dan relevan agar pesan penting tidak hilang di tengah kebisingan digital.

    “Pesan apa pun, termasuk dari Polri, jika tidak disampaikan dengan cara yang sesuai dengan pola konsumsi digital masyarakat, akan mudah terlewatkan,” jelasnya. “Judul yang kuat, kalimat pembuka yang menarik, serta visual yang bermakna menjadi kunci agar pesan Polri dapat diterima dengan baik.”

    Dr. Devie juga menegaskan bahwa membangun citra positif Polri tidak dapat dilakukan hanya melalui strategi komunikasi formal, tetapi melalui praktik komunikasi yang hidup dalam keseharian anggota di lapangan. Masyarakat menilai kinerja Polri bukan hanya dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari cara setiap anggota berbicara, bersikap, dan berinteraksi.

    “Komunikasi bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari tugas inti Polri,” tegasnya. “Kepercayaan publik tidak dimulai dari seragam, pangkat, atau jabatan—melainkan dari tutur kata dan empati dalam berinteraksi.”

    Sebagai penutup, Dr. Devie mengingatkan bahwa di era digital, komunikasi bukan lagi tentang siapa yang paling sering berbicara, melainkan siapa yang paling tulus dan autentik dalam menyampaikan pesan.

    “Dunia tidak kekurangan informasi, melainkan kekurangan makna,” ujarnya. “Setiap pesan Humas Polri harus membawa nilai, kejujuran, dan empati. Karena pada akhirnya, Polri tidak hanya bekerja untuk masyarakat — Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”

  • Kapolres Metro Bekasi Dampingi Keberangkatan Massa FSPMI Menuju JICC Senayan, Pastikan Situasi Aman dan Tertib

    Kabupaten Bekasi — Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan serikat pekerja, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Mustofa, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin pelayanan keberangkatan massa buruh FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia)/Garda Metal Kabupaten Bekasi menuju Gedung JICC Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

    Keberangkatan sekitar 100 orang buruh dari kawasan Industri MM 2100, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat, ini bertujuan menghadiri agenda konsolidasi dan pendalaman isu ketenagakerjaan serta hubungan industrial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aspirasi buruh terkait berbagai regulasi yang dianggap belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.

    Dalam kesempatan itu, Kapolres Metro Bekasi didampingi Wakasat Intelkam Kompol Sigit Pangarso, S.Sos., Kapolsek Cikarang Barat AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, S.I.K., M.H., dan Kanit Intelkam AKP Anwar Firdaus, S.H. Adapun pengamanan kegiatan melibatkan 19 personel gabungan dari Polsek Cikarang Barat, Satuan Intelkam, dan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi.

    Sebelum rombongan berangkat menggunakan tiga unit bus Astina Trans, Kapolres menyampaikan pesan dan imbauan kamtibmas kepada para peserta aksi agar menjaga ketertiban selama perjalanan dan tidak mudah terprovokasi.

    “Terima kasih kepada rekan-rekan Garda Metal yang sudah hadir pagi ini. Mohon dilakukan pengecekan terhadap anggota sebelum keberangkatan. Kami berharap perjalanan berjalan aman dan lancar, dan semuanya bisa kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Mustofa.

    Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara peserta aksi dengan pihak kepolisian. “Apabila ada kendala di lapangan, silakan langsung berkoordinasi dengan anggota Intelkam Polres. Kami siap membantu dan memastikan kegiatan berlangsung kondusif,” tambahnya.

    Adapun isu-isu yang diangkat dalam konsolidasi FSPMI kali ini meliputi penolakan terhadap sistem outsourcing, tuntutan kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5%, revisi regulasi ketenagakerjaan, pembentukan Satgas PHK, hingga reformasi pajak perburuhan.

    Dengan pengawalan dan pelayanan yang dilakukan jajaran Polres Metro Bekasi, keberangkatan massa buruh berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga rombongan meninggalkan kawasan industri MM2100 menuju JICC Senayan Jakarta.

    PolresMetroBekasi #KapolresMetroBekasi #FSPMI #GardaMetal #PelayananPolri #PolriHumanis #BekasiAman #Harkamtibmas #Presisi #CikarangBarat #PolisiUntukMasyarakat

  • Pentingnya Inovasi Menu Bergizi Lokal dengan Rasa yang Disukai Anak-anak Penerima Manfaat SPPG Plawa Polda Bali

    Denpasar, 30 Oktober 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendukung Program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di seluruh wilayah Indonesia.

    Salah satu wujud nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) — dapur bergizi gratis yang dikelola Polri. Di antara 692 unit yang telah dibangun di seluruh Indonesia, SPPG Plawa Polda Bali menjadi salah satu dapur percontohan yang telah beroperasi, menunjukkan kinerja konsisten dalam pelayanan pangan bergizi yang higienis, lezat, dan bernilai gizi tinggi.

    Dalam kunjungan kerja ke SPPG Plawa pada Kamis, 30 Oktober 2025 pukul 13.00 WITA, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyoroti pentingnya inovasi menu bergizi lokal yang disesuaikan dengan selera anak-anak penerima manfaat. Menurutnya, cita rasa merupakan jembatan penting agar anak-anak tidak hanya makan karena kebutuhan, tetapi juga karena menikmati dan menyukai makanannya.

    “Kandungan gizi yang tinggi akan lebih bermakna jika diolah dengan rasa yang disukai anak-anak. Inovasi menu lokal bukan hanya menjaga keberagaman kuliner Indonesia, tetapi juga memastikan anak-anak makan dengan senang hati setiap hari,” ujar Wakapolri.

    Wakapolri menegaskan, setiap SPPG Polri harus memiliki menu khas daerah yang menjadi identitas dan simbol inovasi. Dengan begitu, setiap dapur bergizi Polri tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan sehat, tetapi juga ruang edukasi tentang pentingnya gizi seimbang yang dikemas dengan cita rasa lokal.

    Dalam kunjungan tersebut, Wakapolri didampingi:
    • Irjen Pol. Iman Prijantoro, S.H., Analis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasional Itwasum Polri;
    • Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolda Bali; dan
    • Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H., Wakapolda Bali.

    Mereka meninjau langsung dapur, peralatan, ruang penyimpanan, serta mekanisme distribusi ompreng ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Wakapolri juga berdialog dengan para relawan dan tenaga dapur untuk memastikan standar food security dan higienitas dijalankan dengan ketat guna mencegah dampak negatif terhadap kesehatan penerima manfaat.

    Kekhasan SPPG Polri terletak pada sistem ketahanan pangan (food security) yang terintegrasi dan diawasi secara berlapis. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan, semua melalui pengawasan ahli gizi dan inspeksi rutin oleh pengawas internal Polri. Langkah ini memastikan bahwa setiap makanan yang keluar dari dapur SPPG benar-benar aman, bergizi, dan layak konsumsi.

    Selain itu, Polri juga menanamkan nilai akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan anggaran, termasuk dalam perbaikan sarana dan prasarana dapur, penyediaan air panas, pengering ompreng, serta kelayakan penyimpanan bahan pangan. Semua diarahkan agar pelayanan publik Polri melalui SPPG tetap konsisten dan berkelanjutan.

    Hingga 30 Oktober 2025, Polri telah mengoperasikan 233 unit SPPG dari total 692 unit yang dibangun secara nasional, dengan 70 unit siap operasional dan 389 unit dalam tahap pembangunan. Di wilayah Provinsi Bali, terdapat 10 unit SPPG di bawah pembinaan Polda Bali, terdiri atas 2 unit operasional (termasuk SPPG Plawa), 4 unit siap operasional (100%), dan 4 unit dalam tahap pembangunan.

    Wakapolri menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis Polri bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi tentang membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui inovasi menu lokal yang digemari anak-anak, Polri menghadirkan wajah humanis institusi — menjaga keamanan sekaligus menyehatkan bangsa.

    “Polri tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dengan gizi yang cukup. Itulah bagian dari tugas mulia Polri hari ini dan ke depan,” pungkas Wakapolri.

  • Melayani Aksi Damai Guru, Brimob Polda Metro Jaya Tunjukkan Pendekatan Humanis

    Jakarta, 30 Oktober 2025 — Brimob Polda Metro Jaya memberikan dukungan layanan masyarakat secara humanis dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), dan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) di Silang Selatan Monas dan Taman Aspirasi, Jakarta Pusat.

    Pelayanan kegiatan ini dipimpin oleh IPTU Edianto Manurung dan IPDA Evan Budi Setiawan dengan pengendali Kompol Anisa Nimerorkena Imapuly, S.I.K., M.Si. selaku Danyon D Pelopor. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari peserta aksi atas pendekatan humanis Brimob. Sebagai bentuk pelayanan dan perhatian kepada para peserta aksi, personel Brimob juga membagikan makanan kepada peserta guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

    Aksi yang diikuti sekitar 8.000 peserta berjalan damai dengan penyampaian aspirasi mengenai kebijakan inpassing, sertifikasi, dan afirmasi ASN bagi guru swasta, khususnya madrasah. Massa juga melaksanakan istighosah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara santun.

    Pelaksanaan tugas ini sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Drs. Asep Edi Suheri, S.H., M.H., yang menekankan pelayanan publik kepolisian yang humanis, responsif, dan profesional dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian pendapat di muka umum.

    Sepanjang kegiatan, personel Brimob mengedepankan pendekatan ramah, komunikatif, dan persuasif, memastikan kenyamanan massa serta kelancaran kegiatan sehingga situasi berjalan kondusif.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si. menyampaikan komitmen Brimob dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Brimob hadir memberikan pelayanan terbaik dengan pendekatan humanis dan profesional untuk mendukung kegiatan masyarakat demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama.”

    Brimob Polda Metro Jaya akan terus hadir mendampingi dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, serta memastikan ruang demokrasi berjalan tertib, lancar, dan bermartabat.

  • Pelayanan SKCK Online di Polda Metro Jaya Disambut Positif, Ramayani: Terima Kasih, Pelayanannya Ramah dan Cepat

    Jakarta – Kepuasan masyarakat terhadap layanan publik Polri kembali mendapat apresiasi. Kali ini datang dari Ramayani, warga yang baru saja memperpanjang Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara online melalui POLRI Super App dan melakukan proses cetak di Polda Metro Jaya.

    Ramayani mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pelayanan yang diberikan. Ia menilai proses perpanjangan SKCK kini jauh lebih mudah, cepat, dan efisien berkat inovasi layanan digital Polri.
    “Pelayanannya ramah dan cepat, saya juga bisa menghemat waktu. Terima kasih kepada Polri, khususnya petugas di Polda Metro Jaya,” ujar Ramayani dengan senyum puas.

    Diketahui, Kepolisian Republik Indonesia terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui POLRI Super App, masyarakat kini dapat mengurus pembuatan maupun perpanjangan SKCK secara online, tanpa harus antre panjang di kantor polisi.

    Cukup dengan mengunduh aplikasi POLRI Super App di Play Store atau App Store, pemohon dapat melakukan verifikasi identitas, mengunggah dokumen persyaratan, dan mencetak bukti registrasi online sebelum datang ke kantor polisi — termasuk Polda Metro Jaya — untuk proses pencetakan SKCK.

    Ps. Kasi Yanmin Polda Metro Jaya, AKP Wahyu Safaro Sahron, menjelaskan bahwa layanan digital ini dibuat untuk memudahkan masyarakat dan mempercepat proses administrasi.
    “Cukup unduh aplikasi POLRI Super App, pilih menu SKCK, isi keperluan, unggah dokumen, dan cetak bukti registrasi online yang dikirim melalui e-mail. Setelah itu, datang ke kantor polisi sesuai pilihan — seperti Polda Metro Jaya — untuk mencetak SKCK,” jelas AKP Wahyu.

    Dengan adanya layanan digital ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kepolisian yang cepat, efisien, dan transparan, sejalan dengan komitmen Polri Presisi — prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan — menuju institusi yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

  • “STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian Kinerja Pelayanan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok”

    “STIK Lemdiklat Polri Lakukan Penelitian Kinerja Pelayanan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok”

    “Penelitian dan Supervisi dari STIK Lemdiklat Polri Terkait Parameter Kinerja Polri Dalam Prespektif Masyarakat”

    Jakarta, 29 Oktober 2025 — Polres Pelabuhan Tanjung Priok menerima kunjungan Tim Penelitian dan Supervisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penelitian mengenai kinerja pelayanan Polri berdasarkan perspektif masyarakat.

    Kunjungan tersebut dipimpin oleh Kabag SDM Polres Pelabuhan Tanjung Priok KOMPOL Supriyadi, S.H., M.H., dan dihadiri oleh Ketua Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri, Kombes Pol Dr. Eko Wagiyanto, S.I.K., S.H., M.H., beserta jajaran tim peneliti STIK. Dalam kegiatan ini, turut hadir sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga yang dilibatkan sebagai responden penelitian.

    Dalam sambutannya, Kombes Pol Dr. Eko Wagiyanto menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan Polri.

    “Kami datang untuk mendengar langsung pandangan masyarakat sebagai pengguna layanan kepolisian. Data dan masukan yang diperoleh akan menjadi bahan penting dalam peningkatan kualitas pelayanan Polri ke depan,” ujarnya.

    Penelitian dilakukan melalui Forum Group Discussion (FGD) serta penyebaran survei kepada perwakilan masyarakat yang hadir. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan dianalisis dan disusun menjadi rekomendasi strategis bagi Polri, khususnya dalam mendukung implementasi program Presisi serta Gerakan Jaga Jakarta.

    Kegiatan penelitian oleh STIK Lemdiklat Polri ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi acuan dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada kepuasan publik.

  • Brimob Polda Metro Jaya menggelar kembali bakti kesehatan di Ciputat

    Brimob Polda Metro Jaya menggelar kembali bakti kesehatan di Ciputat

    Tangerang Selatan, 29 Oktober 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Metro Jaya kembali melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan yang memasuki hari ketiga di Aula Budiman, Batalyon C Pelopor, Ciputat, Tangerang Selatan.

    Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian aksi sosial Brimob Polda Metro Jaya untuk mendekatkan kepada masyarakat serta memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga sekitar.

    Bakti kesehatan tersebut dipimpin oleh AKP Ali Muryanto, S.Kep selaku penanggung jawab kegiatan, dengan dukungan tim tenaga medis dan personel kesehatan di bawah koordinasi IPTU dr. Randy Prayogo, M.A.R.S. serta Penda I dr. Yuliantikha Nurul Qumariah bersama para tenaga kesehatan lainnya.

    Pelayanan yang diberikan mencakup berbagai pemeriksaan kesehatan seperti pendaftaran, pemeriksaan tensi darah, cek laboratorium sederhana, konsultasi kesehatan, pemberian obat dan vitamin, serta pembagian paket sembako kepada masyarakat.

    Kegiatan ini disambut antusias oleh warga sekitar RW 11 Ciputat, Tangerang Selatan. Tercatat sebanyak 146 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan, dengan berbagai keluhan yang berhasil ditangani di antaranya myalgia, kolesterol, diabetes, flu dan batuk, asam urat, gastritis, serta hipertensi. Sebanyak 53 peserta juga menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana untuk deteksi awal kondisi kesehatan mereka.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan bakti kesehatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Korps Brimob Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. “Melalui momentum HUT ke-80 Korps Brimob Polri, kita ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat melalui pelayanan sosial dan kesehatan. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan mempererat hubungan Brimob dengan masyarakat,”

    Suasana keakraban dan kepedulian tampak mewarnai kegiatan ini. Masyarakat merasa terbantu dan mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh Brimob Polda Metro Jaya dalam memberikan pelayanan dan perhatian kepada kesehatan warga sekitar. Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban, lancar, serta mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.

  • Prabowo Apresiasi Upaya Polri Cegah Peredaran Narkoba di RI

    Prabowo Apresiasi Upaya Polri Cegah Peredaran Narkoba di RI

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi sebesar-besarnya keberhasilan Polri mengungkap kasus narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Kata Prabowo, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.
    “Pemusnahan barang bukti narkoba hasil bekerjanya Polri selama satu tahun Oktober 2024-Oktober 2025 yang berhasil mereka sita, rebut, adalah 214,84 ton, yang nilai uangnya Rp 29,37 triliun,” kata Prabowo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

    Prabowo mengatakan penyitaan narkoba berkat kinerja Polri ini telah menyelamatkan dua kali jumlah penduduk bangsa Indonesia. Ada 629 juta jiwa yang bisa diselamatkan.

    “Dan bila tidak berhasil mereka cegah atau mereka sita, mereka tangkap, itu bisa digunakan oleh 629 juta manusia, berarti lebih dari dua kali bangsa Indonesia, hampir dua kali,” ujar Prabowo.

    Karena itulah, Prabowo pun menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas penangkapan dan penyitaan terkait narkoba ini. Prabowo menyampaikan penghargaan kepada anggota kepolisian di mana pun yang tengah bertugas.

    “Saya dalam hal ini menyampaikan penghargaan saya sebesar besarnya kepada seluruh anggota kepolisian negara Indonesia di mana pun sedang bertugas,”ujar Prabowo.

    214,84 Ton Narkoba Dimusnahkan
    Polri memusnahkan barang bukti narkoba dari berbagai jenis seberat 214,84 ton. Jika dikonversi ke rupiah, ratusan ribu kilogram (kg) narkoba itu nilainya lebih dari Rp 29 triliun.

    “Total nilai konversi setara dengan Rp 29,37 triliun dan menyelamatkan kurang lebih 629,93 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10).

    Kapolri mengatakan pemusnahan barang bukti narkoba ini dalam rangka mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam memberantas narkoba di Indonesia. Dia mengatakan pemusnahan narkoba ini menjadi wujud dukungan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

    “Upaya pemberantasan narkoba merupakan tindak lanjut dari Misi Asta Cita Bapak Presiden RI yang juga ditegaskan melalui sasaran prioritas ke-4 pada Program Pemerintah, yaitu ‘pencegahan dan pemberantasan narkoba’,” kata Kapolri.

    Dalam kurun waktu setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Polri telah mengungkap 49.306 kasus narkoba yang melibatkan 65.572 tersangka. Polri juga menyita berbagai jenis narkoba dengan berat total 214,84 ton.

    Total barang bukti narkoba yang sudah dimusnahkan seberat 212,7 ton. Sisa barang bukti yang akan dimusnahkan oleh Presiden Prabowo sebanyak 2,1 ton.

    Barang bukti narkoba seberat total 214,84 ton yang dimusnahkan terdiri atas 186,7 ton ganja, 9,2 ton sabu, 1,9 ton tembakau Gorilla, 2,1 juta butir ekstasi, 13,1 juta butir obat keras, 27,9 kg ketamin, 34,5 kg kokain, 6,8 kg heroin, 5,5 kg tetrahidrokanabinol (THC), 18 liter etomidate, 132,9 kg hashish, 1,4 juta butir Happy Five, dan 39,7 kg Happy Water.

    Pembinaan Penyalahgunaan Narkoba
    Polri akan terus mencegah dan memberantas peredaran narkoba yang berdampak buruk pada masyarakat, terutama generasi muda usia 15-24 tahun. Selain penindakan, Polri juga memberantas narkoba dengan pencegahan hingga penanganan korban penyalahgunaan narkoba.

    “Polri telah mengidentifikasi 228 kampung narkoba di seluruh Indonesia, dan 118 di antaranya telah berhasil ditransformasi menjadi kampung bebas dari narkoba,” katanya.

    Jenderal Sigit juga melaporkan saat ini terdapat 615 lembaga rehabilitasi di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 393 rehabilitasi medis dan 222 rehabilitasi sosial.