Blog

  • Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing

    Jakarta Utara — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

    Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

    Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

    Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

    Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

    “Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

    “Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

    Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

  • Polisi Bagikan Air Mineral dan Snack pada Pelayanan Unjuk Rasa Ojol

    Jakarta — Polda Metro Jaya memberikan pelayanan humanis kepada massa aksi unjuk rasa dari komunitas ojek online yang menggelar aksi di sekitar kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, sejak awal kedatangan massa, personel kepolisian telah melakukan pengamanan sekaligus pelayanan kepada para peserta aksi. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan adalah dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Selain pengamanan, kami juga memberikan pelayanan berupa pembagian logistik sederhana seperti roti dan air mineral kepada peserta aksi. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

    Ia menambahkan, jumlah massa ojek online yang mengikuti aksi tersebut sekitar 500 orang dan berada di seberang Kedutaan AS. Hingga kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

    Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan, perlindungan, dan pengayoman, sehingga aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.

  • Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi, Komitmen Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo

    Jateng – Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan secara langsung 19 jembatan merah putih presisi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini merupakan komitmen Polri dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Alhamdulillah hari ini saya ucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jateng dan jajarannya, yang bergerak cepat tindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang sekolah terpaksa harus menyeberang atau memutar jauh,” kata Sigit kepada awak media, Rabu (14/1/2026).

    Secara keseluruhan terdapat 63 jembatan yang dibangun oleh Polda Jateng yaitu 19 jembatan yang diresmikan hari ini, 15 jembatan dalam tahap proses pembangunan, empat jembatan dalam tahap persiapan dan 25 jembatan lainnya dalam tahap survei serta perencanaan.

    “Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses baik percencanaan, maupun pembangunan,” ujar Sigit.

    Lebih dalam, Sigit menekankan, dalam proses pembangunannya, polisi bersinergi dengan warga setempat. Sehingga, terjalin hubungan yang baik antara personel Korps Bhayangkara dengan masyarakat.

    “Di dalam pengerjaan melibatkan langsung masyarakat di sekitar. Sehingga, kemudian terjalin interaksi baik yang kita harapkan hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik, sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat,” ucap Sigit.

    Sampai dengan saat ini, Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan 178 unit jembatan dinseluruh Indonesia, dengan rincian 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman dan 82 unit dalam tahap perencanaan.

    “Di samping itu 178 jembatan saat ini sudah terbangun namun yang paling besar di wilayah Polda Jateng,” ucap Sigit.

    Dengan dibangunnya jembatan ini, Sigit berharap bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh anak sekolah, petani dan seluruh masyarakat. Kemudian, jalur penghubung ini juga bisa meningkatkan perekonomian wilayah setempat.

    “Mudah-mudaha selain bisa membantu berangkat sekolah lebih cepat, kemudian petani ke sawah lebih cepat dan juga kegiatan masyarakat lain terbantu, harapan kita juga bisa membantu menambah atau menaikan pertumbuhan perekonomian desa,” tutur Sigit.

    Untuk diketahui, dalam hal ini, sebanyak 34 unit jembatan di antaranya dibangun di wilayah terdampak bencana dengan rincian 17 unit telah selesai, tiga unit masih dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman, dan delapan unit dalam tahap perencanaan.

    Pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat terutama anak-anak untuk dapat bersekolah dengan aman, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, dan memperkuat akses antar-wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang.

  • Perayaan Natal Polda Metro Jaya 2025 Digelar, Momentum Perkuat Pelayanan dan Kepedulian

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menghadiri Perayaan Natal Tahun 2025 jajaran Polda Metro Jaya yang digelar di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Rabu (14/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

    Dalam sambutannya, Kapolda Metro Jaya mengajak seluruh jajaran Polri untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum memperkuat ketulusan dalam pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

    “Pelayanan yang kuat lahir dari hati yang benar. Dari ketulusan akan tumbuh kepedulian, dan dari kepedulian itulah lahir pengabdian yang sungguh-sungguh,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Lanjut, Kapolda menegaskan di tengah padatnya tugas kepolisian, nilai-nilai Natal menjadi pengingat penting agar seluruh personel tetap menghadirkan rasa aman, menolong masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan keteduhan di tengah dinamika kehidupan sosial.

    “Ia juga mengingatkan pesan Presiden Republik Indonesia agar nilai persaudaraan, persatuan, dan gotong royong terus dijaga sebagai fondasi dalam membangun bangsa. Sejalan dengan itu, tugas kepolisian bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian dan ibadah yang harus dijalankan dengan hati yang tulus” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Asep Edi Suheri turut mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah, termasuk banjir yang melanda beberapa kawasan di Jakarta.

    “Saat masyarakat menghadapi musibah, Polri harus hadir dengan empati, kepekaan, dan tindakan nyata. Natal mengajarkan harapan dan kebersamaan di tengah ujian,” katanya.

    Selain itu, Irjen Pol Asep Edi Suheri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Metro Jaya atas dedikasi dan kerja keras sepanjang tahun 2025, serta kepada para tokoh agama, mahasiswa, LSM, dan elemen masyarakat yang terus menjaga toleransi dan stabilitas keamanan.

    Diakhir, Kapolda mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026, seraya berharap semangat Natal dapat menjadi energi positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

  • Polri Bangun Puluhan Sumur Bor, Warga Padang Pariaman Mulai Nikmati Air Bersih Pascabencana

    PADANG PARIAMAN — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih warga.

    Program ini bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat akibat rusaknya sarana air bersih pascabencana hidrometeorologi.

    Dalam pelaksanaannya, Polri menargetkan pembangunan sebanyak 38 titik sumur bor yang dilengkapi dengan pemasangan toren air, serta pendistribusian enam unit toren tambahan. Hingga saat ini, sebagian titik telah rampung dan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga, sementara sejumlah titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

    Adapun lokasi pembuatan sumur bor yang dikerjakan pada hari ini meliputi enam titik, yakni Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Utara, Nagari Kasang, Nagari Kapalo Koto, dan Nagari Kurai Taji.

    Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat pascabencana.

    “Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses air bersih. Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

    Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar seluruh target pembangunan sumur bor dapat diselesaikan tepat waktu dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan kondusif, dengan dukungan serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

  • Doa Bersama dan Pematangan Lahan, Kapolda Aceh Komitmen Dorong Percepatan Huntap Korban Bencana

    Kuala Simpang — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah kembali berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk menghadiri kegiatan doa bersama sekaligus pematangan lahan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan perkebunan PTPN I Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, (13/1/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara nyata dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya melalui pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak. Ia menekankan bahwa langkah percepatan perlu dilakukan meskipun sejumlah dokumen administratif masih dalam proses, dengan tetap mengedepankan persiapan lahan dan logistik secara terencana guna meminimalkan hambatan birokrasi.

    “Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak. Pembangunan hunian tetap ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegasnya.

    Jenderal bintang dua itu juga mengusulkan agar pembangunan Hunian tetap melibatkan tenaga kerja serta sumber daya lokal. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat serta menekan potensi inflasi, khususnya di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

    Selain itu, kata Kapolda Aceh, sejumlah tantangan teknis turut dibahas, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik dan air. Ia menyampaikan bahwa Kapolres Aceh Tamiang akan ditugaskan untuk mengoordinasikan pengelolaan kebutuhan tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak serta doa bersama agar pembangunan Huntap dapat berjalan sesuai harapan.

    Di sisi lain, Kapolda Aceh menekankan kepada seluruh jajaran agar menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

    “Saya menekankan kepada seluruh jajaran agar bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga proses pembangunan Huntap ini benar-benar memberi manfaat bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang,” ujarnya.

    Selain mengikuti doa bersama, Kapolda Aceh juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat terdampak bencana.

    “kepedulian Polri, sekaligus menumbuhkan harapan agar seluruh tahapan pembangunan Hunian Tetap bagi korban bencana di Aceh Tamiang dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

  • Kapolda Metro Jaya Bersama Pangdam Jaya Pastikan Penanganan Pengungsi Banjir Terlayani dengan Baik

    Jakarta — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi turun langsung meninjau lokasi pengungsian korban banjir di Rusun Embrio RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (12/1/2026) malam. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pengungsi mendapatkan pelayanan dan bantuan secara optimal.

    Kedatangan Kapolda dan Pangdam disambut oleh jajaran Muspiko Jakarta Utara serta pengurus wilayah setempat. Di lokasi, kedua pimpinan TNI–Polri tersebut berinteraksi langsung dengan warga pengungsi sekaligus mengecek kondisi tempat tinggal sementara yang dihuni ratusan warga terdampak banjir.

    “Polri bersama TNI hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir benar-benar terlayani dengan baik, mulai dari kebutuhan logistik, keamanan, hingga kondisi kesehatan para pengungsi,” kata Irjen Pol Asep Edi Suheri di sela-sela kunjungan.

    Saat ini, sebanyak 643 warga tercatat mengungsi di Rusun Embrio akibat banjir yang merendam permukiman di wilayah Semper Barat. Untuk membantu meringankan beban para pengungsi, Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya menyerahkan 250 paket bantuan sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, kopi, roti, dan teh celup.

    Selain menyerahkan bantuan, Kapolda dan Pangdam juga menyempatkan diri menyapa para pengungsi, termasuk anak-anak. Keduanya terlihat membagikan cokelat kepada anak-anak untuk memberikan semangat dan menghibur mereka di tengah situasi pengungsian.

    Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi mengatakan pihaknya bersama Polri dan pemerintah daerah terus bersinergi dalam penanganan dampak banjir di Jakarta.

    “TNI siap mendukung penuh upaya kemanusiaan, termasuk membantu pengungsi dan memastikan seluruh kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa darurat,” ujarnya.

    Kunjungan tersebut dihadiri pula Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, Para PJU Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz, unsur Pemkot Jakarta Utara, serta jajaran TNI dan Polri wilayah Cilincing. Seluruh elemen pemerintahan berkolaborasi dengan selaras memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga masyarakat.

  • Wakapolda Metro Jaya Pimpin Apel Ditsamapta Berikan Apresiasi dalam Menjaga Kondusifitas Jakarta

    Jakarta — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono memimpin Apel Pengecekan Personel Direktorat Samapta Polda Metro Jaya yang digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (10/1/2026). Apel tersebut dilaksanakan sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta kondisi anggota dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Ibu Kota.

    Kegiatan apel diikuti oleh jajaran pejabat utama Direktorat Samapta, para Kasat Samapta Polres, serta seluruh perwira dan bintara. Apel pengecekan ini digelar atas perintah Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap kesiapan operasional Samapta yang memiliki peran strategis dalam menjaga kondusifitas keamanan Jakarta.

    Dalam arahannya, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel Samapta atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

    “Bahwa terjaganya situasi Jakarta yang aman dan kondusif hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras Samapta yang secara konsisten berada di garis depan pengamanan” Ungkapnya.

    Lanjut, Wakapolda menegaskan bahwa apel tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi sarana untuk memastikan kesiapan personel dan perlengkapan di lapangan. Mengingat tingginya dinamika tugas di Jakarta, seluruh jajaran diminta selalu menjaga kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme.

    “Apel ini bukan formalitas, tetapi untuk mengecek langsung kesiapan personel dan sarana prasarana. Dinamika tugas di Jakarta tinggi, sehingga kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme harus selalu optimal,” ujarnya.

    Selain itu, Brigjen Pol. Dekananto mengingatkan seluruh jajaran Samapta untuk terus menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan melalui latihan berkelanjutan sesuai SOP, serta mengutamakan keselamatan personel dan pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya soliditas, disiplin, dan kesiapsiagaan guna menghadapi tantangan tugas ke depan yang semakin kompleks.

    “Saya minta soliditas, disiplin, dan kesiapan personel terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan kesiapan yang optimal, Samapta harus mampu menjawab setiap tantangan tugas demi menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta,” Pungkasnya.

  • Gunakan NST, 14.582 Siswa Bersaing dalam Seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

    JAKARTA — Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sekolah unggulan berasrama yang diinisiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI). Seleksi ini digelar secara nasional dan berjenjang untuk menjaring calon pemimpin muda bangsa berbasis potensi, meritokrasi, dan kualitas sumber daya manusia.

    Rangkaian seleksi nasional diawali dengan pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA) yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 08.30 WIB, di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

    Pelaksanaan NST juga dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan mitra strategis, di antaranya Dewan Pembina YPKBI Miftah Nur Sabri, COO Jakarta Intercultural School Easy Arisarwindha, Senior Director Putera Sampoerna Foundation Elan Merdy, Kepala Divisi Digital Retail Banking PT BRI Dr. Kaspar Situmorang, Ketua Umum ILUNI UI periode 2022–2025 Dr. Ir. Didit Ratam, MBA, serta perwakilan dunia pendidikan dan industri lainnya.

    Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung penjaringan talenta nasional.

    “Hari ini kita melihat dukungan nyata dari berbagai kementerian dan pemangku kepentingan. Kehadiran langsung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Komunikasi dan Digital menjadi bukti keseriusan negara dalam membangun ekosistem pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia masa depan,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

    Ia menjelaskan, mekanisme seleksi dirancang berlapis dan berkeadilan. Tahap awal dilakukan di daerah melalui Polda masing-masing dengan menyaring 20 persen peserta dengan nilai tertinggi. Dari proses tersebut, 400 peserta terbaik akan mengikuti Seleksi Pusat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada akhir Maret hingga awal April 2026 untuk memperebutkan 180 kursi siswa terpilih.

    “Akpol menjadi lokasi seleksi akhir. Di sana para peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tes psikologi, penelitian personel, hingga tes kesamaptaan jasmani. Kami ingin memastikan siswa terpilih tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental, fisik, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat,” tegas Wakapolri.

    Animo masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus meningkat. Pada seleksi Angkatan Kedua ini, jumlah pendaftar melonjak signifikan dibandingkan Angkatan Pertama tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 11.765 peserta dengan 120 siswa terpilih. Peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan pola pembinaan yang dikembangkan.

    SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB) sebagai standar akademik internasional. Kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta wawasan global, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.

    Seluruh rangkaian seleksi Angkatan Kedua dijadwalkan berakhir dengan pengumuman kelulusan pada Mei 2026. Para siswa terpilih akan mengikuti pendidikan unggulan berasrama sebagai kontribusi nyata Polri bersama YPKBI dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

  • Nusantara Standard Test 2026 Perkuat Seleksi Nasional Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

    JAKARTA — Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 menjadi instrumen utama dalam proses seleksi penerimaan siswa baru Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Tes Potensi Akademik (TPA) ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Sabtu (10/1/2026), sebagai bagian dari upaya penjaringan talenta nasional berbasis potensi dan meritokrasi.

    Pelaksanaan NST 2026 berlangsung di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta, mulai pukul 08.30 WIB dengan sistem pengawasan digital berlapis. Sebanyak 176 operator pengawas pusat diterjunkan dengan rasio satu proktor untuk 23 peserta, guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

    Seleksi Angkatan Kedua ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan seleksi Angkatan Pertama pada tahun sebelumnya yang menjaring 120 siswa terpilih dari lebih dari 11 ribu pendaftar secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem seleksi, baik dari aspek teknis pelaksanaan maupun penguatan instrumen penilaian berbasis potensi akademik.

    Antusiasme masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 14.582 peserta terverifikasi, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring meningkatnya minat tersebut, kuota penerimaan Angkatan Kedua ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

    Pelaksanaan seleksi NST 2026 juga ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran lintas kementerian dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya dukungan negara terhadap program penjaringan dan pembinaan talenta nasional melalui pendidikan menengah unggulan.

    Dalam keterangannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan NST 2026 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan keadilan.

    “Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini. Kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap program seleksi yang kami selenggarakan,” ujar Wakapolri.

    Menurutnya, NST dirancang untuk memastikan proses seleksi tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan murni pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi calon siswa yang nantinya akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma.

    “Melalui NST, kami ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan potensi terbaiknya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi unggul yang berdaya saing global,” jelasnya.

    Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Polri bersama YPKBI dan para pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, serta relevan dengan tantangan masa depan, sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.