Category: Uncategorized

  • SPPG Polda Maluku Raih Penghargaan SPPG Inspiradaya 2025, Perkuat Komitmen Pemberdayaan dan Keamanan Pangan Berbasis Komunitas

    Jakarta, 9 Desember 2025 — Prestasi membanggakan diraih Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) Polda Maluku yang dikenal sebagai SPPG Kota Ambon Sirimau Batumerah 3. Dalam acara Penganugerahan SPPG Inspiradaya 2025 di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), SPPG Polda Maluku dinobatkan sebagai salah satu dari 20 SPPG terbaik nasional, mengungguli ratusan SPPG di seluruh Indonesia. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Dr (HC) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., dalam kegiatan bertema “MBG: Gizi Terjangkau, Ekonomi Tumbuh, Masyarakat Sejahtera.” Tema ini selaras dengan upaya Polri dalam mendukung penuh Astacita Presiden Prabowo, khususnya dalam keamanan pangan, pemerataan gizi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    SPPG Polda Maluku meraih penghargaan ini berkat kontribusinya dalam pemberdayaan kelompok rentan, penguatan dapur gizi komunitas, serta inovasi pemanfaatan pangan lokal Maluku sebagai fondasi kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kepala SPPG Polda Maluku, Febrianti Kolly, bersama Ibu Nursiah, anggota Pengurus Bidang Sosial Bhayangkari Daerah Maluku, yang memastikan pengelolaan dapur gizi berjalan aman, terstandar, serta melibatkan tenaga kerja dari kelompok disabilitas, pekerja usia lanjut, hingga anak muda.

    Dalam keterangannya, Febrianti Kolly menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat membawa nama Maluku ke tingkat nasional. “Perkenalkan nama saya Febrianti Kolly dari SPPG Batumerah 3, yang juga dikenal sebagai SPPG Polda Maluku. Hari ini saya hadir di Jakarta untuk menerima penghargaan dari Kemenko PM. Kami terpilih dari ratusan SPPG di Indonesia dan masuk dalam 20 besar terbaik nasional. Ini sebuah kehormatan dan juga tanggung jawab besar bagi kami.” Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Polda Maluku, Bhayangkari, pemerintah desa, dan para penggerak lokal telah membuat program berjalan efektif dan berdampak nyata. Dalam agenda Inspiradaya 2025, SPPG Polda Maluku turut menampilkan pangan lokal khas Maluku—daun singkong tumis, ikan tumis kemangi, pisang rebus, dan aneka ubi—yang mencerminkan kedekatan dengan kultur masyarakat sekaligus memenuhi standar keamanan pangan dapur Polri.

    Selain capaian prestasi ini, MBG Polri juga menghadirkan keamanan pangan sebagai kekhasan utama SPPG Polri. Irjen Pol Nurworo Danang menjelaskan bahwa seluruh dapur MBG Polri menerapkan sistem pengawasan ketat dengan melibatkan fungsi Dokkes Polri dan standar food security setiap hari sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. “Keamanan pangan adalah ciri khas SPPG Polri. Setiap hari, seluruh bahan makanan dan proses pengolahan diperiksa oleh Dokkes serta melalui pengawasan food security yang ketat sebelum dikirimkan ke masyarakat. Tujuannya jelas: mencegah keracunan, menjaga kualitas, dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan. Ini adalah bagian penting dari komitmen Polri dalam memberikan layanan gizi yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Irjen Pol Nurworo Danang.

    Polri juga tengah mempercepat pembangunan SPPG di wilayah 3T (terluar, terjauh, terpencil) sebagai upaya pemerataan akses layanan gizi aman di seluruh Indonesia. Hingga 10 Desember 2025, Polri menyiapkan SPPG pada 16 titik di NTT, 7 titik di Papua, dan 5 titik di Papua Barat. Secara nasional, perkembangan pembangunan SPPG menunjukkan kemajuan signifikan dengan 294 unit sudah operasional, 135 unit dalam tahap persiapan operasi, 266 unit dalam tahap pembangunan, serta 408 unit dalam tahap groundbreaking, sehingga total keseluruhan mencapai 1.103 unit SPPG di seluruh Indonesia.

    Melengkapi perkembangan tersebut, Irjen Pol Nurworo Danang kembali menegaskan bahwa pembangunan SPPG hingga wilayah paling terpencil merupakan wujud komitmen besar Polri dalam mendukung agenda nasional. “Persiapan SPPG di 16 titik NTT, 7 titik Papua, dan 5 titik Papua Barat adalah langkah konkret Polri memastikan masyarakat 3T mendapat layanan gizi aman, berkualitas, dan sesuai standar. Total 1.103 SPPG yang kini dibangun dan beroperasi menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung Astacita Presiden Prabowo melalui penguatan keamanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

    Dengan penghargaan dan perluasan pembangunan SPPG ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat inovasi pangan lokal, memastikan keamanan pangan yang ketat, memperluas pelibatan masyarakat, dan menjaga kualitas dapur MBG sebagai pilar penting kesehatan dan pemberdayaan komunitas. Hal ini menunjukkan bahwa Polri terus menghadirkan informasi dan program penting yang harus segera diketahui masyarakat, sekaligus memperkuat pelayanan gizi sebagai bagian dari kontribusi besar Polri bagi Indonesia yang sehat dan berdaya

  • PEMBANGUNAN JEMBATAN DARURAT DI SALAREH AIA, POLRES AGAM PERCEPAT PEMULIHAN AKSES WARGA

    Padang – personel Polres Agam melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan darurat di wilayah Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan pada Jumat (12/12) setelah jembatan utama sebelumnya putus akibat banjir dan longsor.

    Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk percepatan pemulihan akses transportasi serta dukungan terhadap aktivitas masyarakat yang terdampak bencana.

    Personel di lapangan bekerja sama dengan perangkat nagari dan masyarakat setempat dalam menata material, memasang konstruksi darurat, hingga membuka jalur sementara agar kendaraan roda dua dan pejalan kaki dapat kembali melintas.

    Seluruh proses berjalan aman, tertib, dan situasi di lokasi terpantau kondusif.
    Menanggapi kegiatan tersebut, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago memberikan apresiasi atas kerja cepat para personel serta partisipasi warga.
    “Pemulihan akses bagi masyarakat adalah prioritas. Kehadiran personel Polri di tengah warga bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga memberikan pertolongan dan memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

    Pembangunan jembatan darurat ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam memberikan bantuan dan pelayanan kemanusiaan, khususnya di wilayah hukum Polsek Palembayan.

  • POLRES METRO DEPOK GELAR “JUM’AT BERKAH” RUTIN USAI SALAT JUMAT

    Depok – Polres Metro Depok secara konsisten melaksanakan kegiatan “Jum’at Berkah” setiap selesai pelaksanaan salat Jumat di berbagai masjid wilayah Kota Depok. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara Polres Metro Depok dengan para jamaah dan masyarakat sekitar.

    Setiap pekan, usai doa penutup salat Jumat, panitia masjid bersama personel Polres Metro Depok membagikan makan siang gratis kepada para jamaah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan selalu terlihat dalam kegiatan ini. Selain membawa keberkahan, pembagian makan siang tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan semangat saling berbagi.

    Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Metro Depok AKP I Made Budi S, menyampaikan bahwa program “Jum’at Berkah” akan terus digelar secara rutin sebagai bentuk komitmen Polres Metro Depok dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan bermanfaat bagi masyarakat.

    “Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan semakin mempererat hubungan antara Polri dengan warga,” ujarnya.

    Program “Jum’at Berkah” diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan budaya berbagi, memperkuat rasa kebersamaan, serta menjaga sinergi antara kepolisian dan masyarakat.

  • JUMAT CURHAT DAN NGOPI KAMTIBMAS BERSAMA WAKAPOLRES METRO DEPOK DI MASJID AL KHAIRUL ISLAM

    Depok – Polres Metro Depok kembali menggelar kegiatan Jumat Curhat dan Ngopi Kamtibmas, kali ini bersama Wakapolres Metro Depok pada Jumat, 12 Desember 2025 pukul 12.15–13.40 WIB di Masjid Al Khairul Islam, Jl. Mahali RT 01/06, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Pondok Cina Nurman Hakim, SE, DKM Masjid Al Khairul Islam H. Jayadi Mamat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ketua LPM Munir, warga RW 06 Pondok Cina serta jamaah Masjid Al Khairul Islam.

    Dalam sambutannya, Wakapolres Metro Depok AKBP Akmal, S.I.K., menyampaikan permohonan maaf karena Kapolres Metro Depok tidak dapat hadir dan harus melaksanakan tugas di Polda. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana silaturahmi serta wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan terkait situasi kamtibmas.

    AKBP Akmal menjelaskan bahwa tawuran pelajar masih menjadi pekerjaan rumah bersama di Kota Depok. Ia menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.

    “Keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk karakter anak. Orang tua perlu lebih waspada dan selalu memantau pergaulan, aktivitas, serta penggunaan handphone dan media sosial anak-anak,” ujarnya.

    Wakapolres juga menyinggung perlunya penerapan jam malam bagi anak sebagai langkah awal pencegahan. Menurutnya, anak yang ditemukan berada di luar rumah pada malam hari berpotensi bertemu lingkungan yang salah sehingga dapat terlibat tawuran atau kenakalan remaja lainnya.

    Ia menambahkan bahwa anak harus merasa nyaman dan diperhatikan di rumah, sehingga tidak mencari kenyamanan di luar yang berpotensi menjerumuskan mereka pada pergaulan negatif.

    Terkait hal kamtibmas, Polres Metro Depok telah meningkatkan patroli di wilayah rawan tawuran dan terus menggandeng berbagai pihak untuk memberikan edukasi mengenai bahaya tawuran. Wakapolres juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap maraknya aksi curanmor.

    “Pelaku curanmor tidak mempelajari situasi terlalu lama. Ada kesempatan, langsung diambil. Untuk itu, kami imbau warga menambah kunci ganda pada kendaraan,” tuturnya.

    Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak mudah terprovokasi dengan ajakan-ajakan demo yang beredar di grup WhatsApp dan media sosial, terutama yang menyasar anak-anak.

    Menutup sesi Jumat Curhat, Wakapolres mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap gangguan kamtibmas melalui layanan hotline 110 yang siaga 24 jam.

    “Kami akan terus berbenah. Dengan segala keterbatasan personel, insya Allah Polres Metro Depok akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

    Kegiatan Jumat Curhat dan Ngopi Kamtibmas ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Masyarakat diberi kesempatan menyampaikan berbagai masukan, sehingga sinergi Polri dan warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban dapat terus diperkuat.

  • Bangkit Bersama Polri: Kapolres Tapteng Layani Service Motor Gratis untuk Warga Terdampak

    Tapanuli Tengah – Di tengah upaya pemulihan pascabencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui Polres Tapanuli Tengah menunjukkan kepedulian yang nyata melalui program Service Motor Gratis bagi warga yang terdampak.

    Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025 ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., sebagai wujud hadirnya Polri bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka dan kesulitan yang dialami warga.

    Sejak pagi, sejumlah warga datang ke tiga lokasi bengkel yang dibuka khusus untuk program ini: Bengkel Jonatan Servis Motor di Jalan Prof. Dr. M. Hazairin Kelurahan Aek Tolang Kecamatan Pandan, Honda Service di Pos Lantas Pandan Jalan P. Sidimpuan Kelurahan Sibuluan Baru Kecamatan Pandan, serta Usaha Baru Service Motor di Kecamatan Barus.

    Sebagian dari mereka membawa motor yang rusak akibat terendam banjir, sebagian lainnya datang karena tidak lagi memiliki dana untuk melakukan servis setelah seluruh tabungan mereka habis untuk kebutuhan mendesak. Di tengah kondisi sulit itu, kehadiran layanan gratis dari Polri menjadi harapan baru bagi warga.

    Program ini menyediakan berbagai layanan mulai dari ganti oli, ganti busi, ganti filter hingga servis ringan, seluruhnya diberikan tanpa memungut biaya. Layanan ini direncanakan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu, dengan harapan agar lebih banyak warga dapat terbantu.

    Bagi masyarakat Tapteng, kendaraan bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga “penggerak kehidupan”—dipakai untuk bekerja, mengantar anak sekolah, berjualan, hingga mengangkut kebutuhan sehari-hari. Karena itu, memperbaiki kendaraan warga berarti membantu mereka bangkit kembali.

    Di tengah aktivitas layanan, Kapolres Tapteng tampak menyapa dan berbincang dengan warga, menanyakan kondisi mereka, dan memastikan proses servis berjalan lancar. Sentuhan kemanusiaan yang ditunjukkan membuat warga merasa diperhatikan dan tidak dibiarkan berjuang sendirian.

    Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. mengatakan bahwa program ini dilaksanakan sebagai bentuk empati Polri terhadap warga yang tengah berusaha memulihkan hidup mereka.

    “Program servis motor gratis ini kami laksanakan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pascabencana. Kami memahami bahwa banyak warga yang kehilangan harta benda, pekerjaan, bahkan tempat tinggal. Karena itu, Polri ingin hadir bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan agar masyarakat bisa bangkit. Mobilitas harus pulih, ekonomi harus bergerak, dan kita harus saling menguatkan,” ujar AKBP Wahyu Endrajaya.

    Ia juga menegaskan bahwa dukungan ini tidak hanya untuk warga, tetapi juga bagi bengkel-bengkel lokal yang sempat berhenti beroperasi akibat bencana. Dengan melibatkan bengkel setempat, Polres Tapteng berharap roda ekonomi setempat dapat berputar kembali dan para pengusaha kecil kembali mendapatkan penghasilan.

    Melalui program ini, Polres Tapanuli Tengah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Polri hadir, membantu, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan.

  • Bangkit Bersama Polri: Kapolres Tapteng Layani Service Motor Gratis untuk Warga Terdampak

    Tapanuli Tengah – Di tengah upaya pemulihan pascabencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) melalui Polres Tapanuli Tengah menunjukkan kepedulian yang nyata melalui program Service Motor Gratis bagi warga yang terdampak.

    Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025 ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., sebagai wujud hadirnya Polri bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan duka dan kesulitan yang dialami warga.

    Sejak pagi, sejumlah warga datang ke tiga lokasi bengkel yang dibuka khusus untuk program ini: Bengkel Jonatan Servis Motor di Jalan Prof. Dr. M. Hazairin Kelurahan Aek Tolang Kecamatan Pandan, Honda Service di Pos Lantas Pandan Jalan P. Sidimpuan Kelurahan Sibuluan Baru Kecamatan Pandan, serta Usaha Baru Service Motor di Kecamatan Barus.

    Sebagian dari mereka membawa motor yang rusak akibat terendam banjir, sebagian lainnya datang karena tidak lagi memiliki dana untuk melakukan servis setelah seluruh tabungan mereka habis untuk kebutuhan mendesak. Di tengah kondisi sulit itu, kehadiran layanan gratis dari Polri menjadi harapan baru bagi warga.

    Program ini menyediakan berbagai layanan mulai dari ganti oli, ganti busi, ganti filter hingga servis ringan, seluruhnya diberikan tanpa memungut biaya. Layanan ini direncanakan berlangsung selama 2 hingga 4 minggu, dengan harapan agar lebih banyak warga dapat terbantu.

    Bagi masyarakat Tapteng, kendaraan bukan sekadar alat transportasi, tetapi juga “penggerak kehidupan”—dipakai untuk bekerja, mengantar anak sekolah, berjualan, hingga mengangkut kebutuhan sehari-hari. Karena itu, memperbaiki kendaraan warga berarti membantu mereka bangkit kembali.

    Di tengah aktivitas layanan, Kapolres Tapteng tampak menyapa dan berbincang dengan warga, menanyakan kondisi mereka, dan memastikan proses servis berjalan lancar. Sentuhan kemanusiaan yang ditunjukkan membuat warga merasa diperhatikan dan tidak dibiarkan berjuang sendirian.

    Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. mengatakan bahwa program ini dilaksanakan sebagai bentuk empati Polri terhadap warga yang tengah berusaha memulihkan hidup mereka.

    “Program servis motor gratis ini kami laksanakan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pascabencana. Kami memahami bahwa banyak warga yang kehilangan harta benda, pekerjaan, bahkan tempat tinggal. Karena itu, Polri ingin hadir bukan hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan agar masyarakat bisa bangkit. Mobilitas harus pulih, ekonomi harus bergerak, dan kita harus saling menguatkan,” ujar AKBP Wahyu Endrajaya.

    Ia juga menegaskan bahwa dukungan ini tidak hanya untuk warga, tetapi juga bagi bengkel-bengkel lokal yang sempat berhenti beroperasi akibat bencana. Dengan melibatkan bengkel setempat, Polres Tapteng berharap roda ekonomi setempat dapat berputar kembali dan para pengusaha kecil kembali mendapatkan penghasilan.

    Melalui program ini, Polres Tapanuli Tengah ingin memastikan bahwa masyarakat tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Polri hadir, membantu, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat untuk bangkit dari keterpurukan.

  • Polri Menuju Era Baru: Modern, Presisi, Berdaulat Teknologi

    Lembang, Jawa Barat — Polri memperlihatkan langkah besar menuju transformasi teknologi melalui kegiatan Bedah Buku Teknologi Kepolisian: “Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern” karya Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang tahun ini disertai dengan Expo Pameran Teknologi Kepolisian yang dilaksanakan Kamis, 11 Desember 2025, pukul 13.00 WIB di Gedung Utaryo Sespim Lemdiklat Polri. Dari Lembang, pusat pembentukan kepemimpinan Polri, institusi ini menegaskan bahwa reformasi dan modernisasi teknologi merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan keamanan modern dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

    Wakapolri dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri harus bergerak cepat mengejar perkembangan teknologi global. Polri bersama Aslog tengah menyiapkan fondasi industri keamanan nasional, agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi luar tetapi mampu memproduksi teknologi kepolisian secara mandiri. “Teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis agar Polri lebih profesional dan presisi dalam melayani masyarakat,” tegas Wakapolri. Ia menambahkan bahwa peserta pendidikan Sespim adalah calon pemimpin yang harus memiliki cara pandang futuristik dan keberanian untuk melakukan terobosan.

    Expo teknologi yang digelar bersamaan menghadirkan berbagai perangkat dan inovasi modern yang sudah mulai diterapkan Polri saat ini. Mulai dari drone udara untuk pemantauan dan evakuasi, robot taktis untuk situasi berbahaya, robot K9 untuk pencarian, sistem komunikasi portabel anti-jammer seperti WonTech, hingga platform analitik berbasis data. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa Polri bukan hanya berbicara tentang transformasi, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam tugas operasional.

    Para penanggap memberikan pandangan strategis yang memperkaya arah perubahan Polri. Ir. Dr. Hendy, pakar rekayasa teknologi, menegaskan bahwa kepolisian dunia bergerak dari pendekatan reaktif menuju prediktif. Di tengah maraknya kejahatan digital, penipuan berbasis AI, serta ancaman siber lintas negara, Polri harus mengembangkan teknologi prediktif berbasis data dan kecerdasan buatan secara bertahap dan realistis. Ia menekankan perlunya peta jalan 10 tahun, penguatan regulasi, perlindungan privasi, serta pembangunan SDM teknologi yang berkelanjutan. “Teknologi harus memberikan dampak sosial bagi masyarakat, bukan hanya menjadi jargon,” ujarnya.

    Dalam diskusi panel, pemimpin Polri dan para pakar eksternal menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme penyidik yang tingkat sertifikasinya masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Reformasi ini menjadi fundamental dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum dan membangun kepercayaan publik. Diskusi juga menekankan perlunya memperkuat talenta digital Polri, mempersiapkan generasi yang melek teknologi, serta memperluas kerja sama akademik dan industri agar Polri tidak tertinggal dari kecepatan perubahan generasi saat ini.

    Dari sisi akademisi, Prof. Dr. Kemal Nazaruddin Siregar menilai buku Wakapolri sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun digital policing Indonesia. Ia menegaskan bahwa Polri harus naik kelas menjadi inovator dan produsen teknologi, bukan hanya pengguna. Namun ia mengingatkan bahwa transformasi digital harus tetap menjaga sisi humanis kepolisian. “Teknologi harus memperkuat kepercayaan masyarakat, bukan mengikisnya,” ujarnya.

    Kegiatan Bedah Buku dan Expo Teknologi di Lembang hari ini memperlihatkan komitmen kuat Polri melakukan lompatan besar dalam transformasi teknologi. Pemanfaatan AI, robotika, drone, sistem komunikasi modern, penguatan data, serta peningkatan kapasitas penyidik menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Polri yang lebih responsif, profesional, dan presisi.

    Menutup kegiatan, Wakapolri menyampaikan pesan tegas: “Ini era baru bagi Polri. Kita sedang membangun fondasi kepolisian yang modern, mandiri dalam teknologi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.”

    Dari Lembang, Polri menegaskan bahwa masa depan kepolisian Indonesia sedang dibangun hari ini—lebih modern, presisi, humanis, dan berdaulat teknologi.

  • Polri Menuju Era Baru: Modern, Presisi, Berdaulat Teknologi

    Lembang, Jawa Barat — Polri memperlihatkan langkah besar menuju transformasi teknologi melalui kegiatan Bedah Buku Teknologi Kepolisian: “Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern” karya Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., yang tahun ini disertai dengan Expo Pameran Teknologi Kepolisian yang dilaksanakan Kamis, 11 Desember 2025, pukul 13.00 WIB di Gedung Utaryo Sespim Lemdiklat Polri. Dari Lembang, pusat pembentukan kepemimpinan Polri, institusi ini menegaskan bahwa reformasi dan modernisasi teknologi merupakan kebutuhan mendesak di tengah tantangan keamanan modern dan tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.

    Wakapolri dalam sambutannya menegaskan bahwa Polri harus bergerak cepat mengejar perkembangan teknologi global. Polri bersama Aslog tengah menyiapkan fondasi industri keamanan nasional, agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi luar tetapi mampu memproduksi teknologi kepolisian secara mandiri. “Teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis agar Polri lebih profesional dan presisi dalam melayani masyarakat,” tegas Wakapolri. Ia menambahkan bahwa peserta pendidikan Sespim adalah calon pemimpin yang harus memiliki cara pandang futuristik dan keberanian untuk melakukan terobosan.

    Expo teknologi yang digelar bersamaan menghadirkan berbagai perangkat dan inovasi modern yang sudah mulai diterapkan Polri saat ini. Mulai dari drone udara untuk pemantauan dan evakuasi, robot taktis untuk situasi berbahaya, robot K9 untuk pencarian, sistem komunikasi portabel anti-jammer seperti WonTech, hingga platform analitik berbasis data. Pameran ini menjadi bukti nyata bahwa Polri bukan hanya berbicara tentang transformasi, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam tugas operasional.

    Para penanggap memberikan pandangan strategis yang memperkaya arah perubahan Polri. Ir. Dr. Hendy, pakar rekayasa teknologi, menegaskan bahwa kepolisian dunia bergerak dari pendekatan reaktif menuju prediktif. Di tengah maraknya kejahatan digital, penipuan berbasis AI, serta ancaman siber lintas negara, Polri harus mengembangkan teknologi prediktif berbasis data dan kecerdasan buatan secara bertahap dan realistis. Ia menekankan perlunya peta jalan 10 tahun, penguatan regulasi, perlindungan privasi, serta pembangunan SDM teknologi yang berkelanjutan. “Teknologi harus memberikan dampak sosial bagi masyarakat, bukan hanya menjadi jargon,” ujarnya.

    Dalam diskusi panel, pemimpin Polri dan para pakar eksternal menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme penyidik yang tingkat sertifikasinya masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Reformasi ini menjadi fundamental dalam meningkatkan kualitas penegakan hukum dan membangun kepercayaan publik. Diskusi juga menekankan perlunya memperkuat talenta digital Polri, mempersiapkan generasi yang melek teknologi, serta memperluas kerja sama akademik dan industri agar Polri tidak tertinggal dari kecepatan perubahan generasi saat ini.

    Dari sisi akademisi, Prof. Dr. Kemal Nazaruddin Siregar menilai buku Wakapolri sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun digital policing Indonesia. Ia menegaskan bahwa Polri harus naik kelas menjadi inovator dan produsen teknologi, bukan hanya pengguna. Namun ia mengingatkan bahwa transformasi digital harus tetap menjaga sisi humanis kepolisian. “Teknologi harus memperkuat kepercayaan masyarakat, bukan mengikisnya,” ujarnya.

    Kegiatan Bedah Buku dan Expo Teknologi di Lembang hari ini memperlihatkan komitmen kuat Polri melakukan lompatan besar dalam transformasi teknologi. Pemanfaatan AI, robotika, drone, sistem komunikasi modern, penguatan data, serta peningkatan kapasitas penyidik menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Polri yang lebih responsif, profesional, dan presisi.

    Menutup kegiatan, Wakapolri menyampaikan pesan tegas: “Ini era baru bagi Polri. Kita sedang membangun fondasi kepolisian yang modern, mandiri dalam teknologi, dan semakin dipercaya oleh masyarakat.”

    Dari Lembang, Polri menegaskan bahwa masa depan kepolisian Indonesia sedang dibangun hari ini—lebih modern, presisi, humanis, dan berdaulat teknologi.

  • Brimob Polda Aceh Terobos Daerah Terisolir di Bener Meriah, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

    Bener Meriah — Polda Aceh melalui Tim 2 Search and Rescue (SAR) Satbrimob kembali melakukan aksi kemanusiaan dengan menerobos wilayah terisolir di Desa Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, untuk memberikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak bencana.

    Kegiatan yang berlangsung hari Rabu dengan melibatkan 10 personel, yang melakukan perjalanan menuju lokasi dengan medan yang cukup berat demi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

    Setibanya di Desa Rusip, Tim SAR Satbrimob melaksanakan sejumlah operasi kemanusiaan, antara lain pencarian dan pertolongan (search and rescue) terhadap warga yang membutuhkan, pemberian layanan kesehatan, serta penguatan akses komunikasi melalui jaringan Starlink untuk mendukung koordinasi penanganan darurat.

    Selain itu, personel Brimob melakukan dialog langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak seperti pelayanan medis, akses logistik, serta pemulihan komunikasi. Masyarakat Rusip menyambut positif kehadiran personel Brimob yang dinilai sangat membantu di tengah keterbatasan akses.

    Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., menegaskan bahwa langkah cepat Brimob merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.

    “Polda Aceh memastikan seluruh jajaran, termasuk Satbrimob, selalu hadir dan bergerak cepat membantu warga, terutama di wilayah terisolir seperti Desa Rusip. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan mendesak mereka,” ujar Kombes Pol Joko.

    Ia menambahkan bahwa personel Brimob akan terus bersiaga di lokasi hingga situasi di wilayah tersebut benar-benar pulih.

    “Kami terus memonitor secara langsung perkembangan di lapangan. Operasi kemanusiaan ini akan berlanjut sampai akses dan situasi kembali normal, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

    Kehadiran Tim SAR Satbrimob Polda Aceh memberikan dampak signifikan bagi warga,”tutup Kabid Humas.”

  • Brimob Polda Aceh Terobos Daerah Terisolir di Bener Meriah, Salurkan Bantuan dan Layanan Kesehatan

    Bener Meriah — Polda Aceh melalui Tim 2 Search and Rescue (SAR) Satbrimob kembali melakukan aksi kemanusiaan dengan menerobos wilayah terisolir di Desa Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, untuk memberikan bantuan darurat kepada masyarakat terdampak bencana.

    Kegiatan yang berlangsung hari Rabu dengan melibatkan 10 personel, yang melakukan perjalanan menuju lokasi dengan medan yang cukup berat demi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

    Setibanya di Desa Rusip, Tim SAR Satbrimob melaksanakan sejumlah operasi kemanusiaan, antara lain pencarian dan pertolongan (search and rescue) terhadap warga yang membutuhkan, pemberian layanan kesehatan, serta penguatan akses komunikasi melalui jaringan Starlink untuk mendukung koordinasi penanganan darurat.

    Selain itu, personel Brimob melakukan dialog langsung dengan masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak seperti pelayanan medis, akses logistik, serta pemulihan komunikasi. Masyarakat Rusip menyambut positif kehadiran personel Brimob yang dinilai sangat membantu di tengah keterbatasan akses.

    Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., menegaskan bahwa langkah cepat Brimob merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.

    “Polda Aceh memastikan seluruh jajaran, termasuk Satbrimob, selalu hadir dan bergerak cepat membantu warga, terutama di wilayah terisolir seperti Desa Rusip. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan mendesak mereka,” ujar Kombes Pol Joko.

    Ia menambahkan bahwa personel Brimob akan terus bersiaga di lokasi hingga situasi di wilayah tersebut benar-benar pulih.

    “Kami terus memonitor secara langsung perkembangan di lapangan. Operasi kemanusiaan ini akan berlanjut sampai akses dan situasi kembali normal, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

    Kehadiran Tim SAR Satbrimob Polda Aceh memberikan dampak signifikan bagi warga,”tutup Kabid Humas.”