Category: Uncategorized

  • Tim Percepatan Reformasi Polri Serap Aspirasi dari Berbagai Ormas dan LSM

    Tim Percepatan Reformasi Polri Serap Aspirasi dari Berbagai Ormas dan LSM

    Jakarta — Tim Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi dan sesi penyampaian pendapat bersama sejumlah lembaga masyarakat sipil pada Selasa (25/11/2025) di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam doorstop usai pertemuan, Wakil Ketua Komite, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Komite, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, memaparkan poin-poin utama diskusi yang berlangsung sepanjang hari.

    Prof. Yusril menjelaskan bahwa Komite menerima sejumlah organisasi masyarakat sipil yang menyampaikan aspirasi, kritik, hingga masukan konstruktif terkait reformasi kepolisian.

    “Agenda hari ini diisi dengan menerima delegasi berbagai ormas dan LSM yang menyampaikan aspirasi, saran, serta kritik kepada Komite Percepatan Reformasi Polri,” ujar Prof. Yusril.

    Ia merinci bahwa kelompok pertama yang diterima Komite adalah Gusdurian, Setara Institute, dan FKUB. Ketiga kelompok tersebut menyoroti penanganan kasus-kasus konflik keagamaan serta dugaan ketidakadilan bagi kelompok minoritas, seperti Syiah dan Ahmadiyah, terutama dalam penerapan penegakan hukum berbasis pidana di sejumlah daerah.

    Kemudian, Komite juga berdialog dengan organisasi yang fokus pada isu pendampingan korban dan kekerasan, yaitu YLBHI, KontraS, LBH Jakarta, PBHI, serta Vox Populi Institute Indonesia. Kelompok ini menyampaikan kritik dan masukan terkait regulasi yang mengatur Polri, termasuk aspek operasional, Peraturan Polri, serta implementasi KUHP dan KUHAP baru.

    “Seluruh masukan tersebut akan kami pelajari, kami diskusikan, dan nantinya akan kami rangkum sebagai rekomendasi untuk disampaikan kepada Presiden,” tegas Yusril.

    “InsyaAllah, Komite bekerja optimal dalam menyerap aspirasi dari seluruh kelompok masyarakat.”

    Setelah itu, Prof. Jimly memberikan gambaran mengenai pola kerja dan agenda Komite dalam beberapa hari ke depan.

    “Kami membagi tugas menjadi tiga grup. Hari ini giliran Pak Yusril memimpin pertemuan dengar pendapat. Besok pagi kami bertemu para pimpinan organisasi pers, siangnya dengan para aktivis dan lawyer, dan sorenya dengan LSM yang bergerak di bidang pertambangan dan konflik agraria,” jelas Jimly.

    Ia menambahkan bahwa rangkaian pertemuan akan berlangsung hingga 9 Desember sebelum Komite menggelar rapat internal untuk merumuskan rekomendasi final.

    “Setelah seluruh proses dengar pendapat selesai, kami akan mengadakan rapat internal untuk menentukan sikap dan langkah reformasi kebijakan. Jika menyangkut perubahan undang-undang, akan kami dorong menjadi RUU. Jika hanya operasional, akan langsung kami rekomendasikan ke internal Polri,” tuturnya.

    “Pendapat resmi Komite akan disampaikan setelah keputusan bersama pada bulan kedua.”

    Audiensi ini menjadi bagian dari langkah strategis Tim Percepatan Reformasi Polri dalam menghimpun pandangan dari berbagai elemen masyarakat guna memperkuat agenda reformasi di tubuh Kepolisian.

  • Pengungkapan Pemilik Ekstasi di Tol Lampung, Bareskrim Polri Tetapkan MR sebagai Tersangka

    Pengungkapan Pemilik Ekstasi di Tol Lampung, Bareskrim Polri Tetapkan MR sebagai Tersangka

    Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus kepemilikan ratusan ribu butir ekstasi yang ditemukan dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol KM 136B Sumatera–Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025 di Gedung Awaloedin Djamin, Lantai 1, Bareskrim Polri.

    Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Sunario, S.I.K., M.H., memaparkan kronologi awal kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan sebuah mobil Nissan X-Trail berwarna hitam dengan nomor polisi D 1160 UN. Saat petugas melakukan penanganan pertama, ditemukan enam tas berisi ratusan ribu butir ekstasi di dalam kendaraan tersebut.

    “Saya akan menyampaikan kepada seluruh rekan-rekan tentang kejadian laka lantas di Jalan Tol KM 136B Sumatera-Lampung, yang mana mobil tersebut adalah X-Trail dengan nomor polisi D 1160 UN, warna hitam. Pada saat itu, di dalam kendaraan tersebut ditemukan ratusan ribu ekstasi,” ujar Kombes Pol Sunario.

    Pada awal penanganan, pengemudi kendaraan tidak ditemukan. Setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh Polda Lampung bersama Bareskrim Polri, aparat berhasil mengungkap identitas sekaligus menangkap pemilik ekstasi tersebut, yakni MR (43), seorang residivis kasus narkoba.

    Barang bukti yang diamankan terdiri atas 194.631 butir ekstasi utuh serta 3.869 gram ekstasi berbentuk bubuk.

    “Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh Polda Lampung bersama Bareskrim Polri, kita berhasil mengungkap pengemudi sekaligus pemilik ekstasi tersebut. Tersangka adalah MR, umur 43 tahun, residivis narkoba,” ungkapnya.

    Sunario menambahkan bahwa MR merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili di Tangerang. MR diperintahkan oleh seseorang berinisial U untuk berangkat ke Palembang mengambil barang tersebut. Ia berangkat bersama istrinya dan menginap di sebuah hotel sebelum menerima enam tas berisi ekstasi yang ditinggalkan di dalam mobil Terios yang tidak terkunci.

    Setelah memindahkan seluruh tas ke mobil X-Trail, MR mengantar istrinya ke Bandara Palembang sebelum kembali ke hotel. Dalam perjalanan menuju Jakarta, kendaraan MR kehabisan bahan bakar sehingga meminta bantuan petugas tol. Tak lama kemudian, sekitar pukul 05.40 WIB, terjadilah kecelakaan yang mengungkap seluruh isi kendaraan.

    Petugas tol, anggota PJR, dan anggota TNI yang sedang BKO menemukan enam tas berisi ekstasi tersebut. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa barang itu rencananya akan diedarkan di Jakarta.

    Terkait penemuan sebuah lencana di dalam mobil, Sunario menegaskan bahwa lencana tersebut bukan lencana resmi Polri.

    “Lencana resmi memiliki ciri khusus dan nomor seri terregister. Lencana yang ditemukan tidak memiliki nomor seri dan bukan milik Polri. Jadi sejauh ini tidak ada keterlibatan oknum anggota Polri,” tegasnya.

    Penyidik masih memburu U selaku pengendali serta pemilik mobil Terios yang mengantarkan barang tersebut. Jalur distribusi barang ke Palembang juga masih dalam proses penyelidikan.

    Mengenai penyebab kecelakaan, Sunario menjelaskan bahwa MR sebelumnya menggunakan sabu dan diduga kelelahan karena insiden terjadi sekitar pukul 05.00 pagi.

    “Yang jelas MR sebelumnya menggunakan sabu dan kemungkinan kelelahan,” ujarnya.

    Saat ini penyidikan terus berjalan untuk membongkar jaringan pengedar ekstasi berskala besar tersebut. Bareskrim Polri menegaskan komitmennya memberantas peredaran narkoba hingga ke akar jaringan pengendali.

  • Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Satgas Ops Damai Cartenz Adakan Edukasi dan Hiburan untuk Anak-Anak di Puncak Jaya

    Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Satgas Ops Damai Cartenz Adakan Edukasi dan Hiburan untuk Anak-Anak di Puncak Jaya

    Kulirik, Puncak Jaya — Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan humanis kepada anak-anak SD Inpres Dondobaga yang baru selesai pulang sekolah dan melintas di depan Pos Satgas Tindak Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (24/11/2025). Melihat anak-anak yang singgah, personel kemudian mengajak dan mengumpulkan mereka untuk mengisi waktu dengan anak-anak.

    Dalam kegiatan tersebut, Personel Satgas Ops Damai Cartenz membagikan makanan ringan, memberikan permainan edukatif, hingga penyuluhan ringan yang dipandu langsung oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz. Keceriaan tampak jelas ketika para siswa mengikuti aktivitas yang disiapkan, menciptakan interaksi positif dan hangat antara personel dengan peserta didik yang singgah di pos.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengapresiasi inisiatif personel di lapangan yang memanfaatkan momentum kedatangan anak-anak untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat.

    “Kegiatan humanis seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk hadir membantu dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung perkembangan mereka,” ujar Brigjen Pol. Faizal.

    Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan secara spontan seperti ini semakin memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.

    “Interaksi positif dengan anak-anak sangat penting, karena merekalah generasi masa depan Papua. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, kami berharap dapat menanamkan rasa aman, nyaman, serta mempererat hubungan kemanusiaan antara Polri dan masyarakat,” ungkap Kombes Pol. Adarma.

    Kegiatan humanis di Pos Kulirik ini menjadi salah satu upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam memperkuat komunikasi sosial, menumbuhkan kepercayaan, sekaligus menciptakan suasana aman dan bersahabat bagi warga yang melintas di sekitar pos. Satgas berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian di Tanah Papua.

  • Layanan SKCK Online Keliling di TMP Kalibata Disambut Positif, Warga: Cepat dan Nggak Ribet!

    Layanan SKCK Online Keliling di TMP Kalibata Disambut Positif, Warga: Cepat dan Nggak Ribet!

    Jakarta – Inovasi pelayanan publik Polri melalui SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya terus mendapat respons positif dari masyarakat. Layanan ini digelar untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada warga dengan sistem yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

    Salah satu warga, Upin, yang mengurus SKCK online untuk keperluan pendidikan anaknya ke luar negeri, mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. “Pelayanannya oke, cepat, nggak ribet. Terima kasih, saya mengurus di layanan SKCK Online Keliling di depan lapangan parkir TMP Kalibata,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

    Layanan SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya hari ini dibuka mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Masyarakat dapat membuat atau memperpanjang SKCK tanpa harus datang ke kantor polisi, cukup menggunakan mekanisme registrasi melalui POLRI Super App sebelum melakukan pencetakan di lokasi keliling.

    Pamin 1 Sie Yanmin, Ipda M. Alghifari, menjelaskan bahwa layanan SKCK Online Keliling adalah bagian dari upaya Polri meningkatkan kemudahan dan efisiensi pelayanan publik. “Warga cukup unduh aplikasi POLRI Super App, pilih menu SKCK, isi keperluan, unggah dokumen, dan cetak bukti registrasi online. Setelah itu datang ke lokasi layanan keliling seperti di TMP Kalibata untuk verifikasi dan pencetakan,” jelasnya.

    Dengan hadirnya SKCK Online Keliling, Polda Metro Jaya berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan kepolisian yang cepat, efisien, dan transparan. Program ini sejalan dengan semangat Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—menuju pelayanan kepolisian yang modern, humanis, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

  • Ditsamapta Polda Metro Jaya Gelar Himbauan Kamtibmas di Blok M dalam Operasi ‘Sikat Jaya 2025’

    Ditsamapta Polda Metro Jaya Gelar Himbauan Kamtibmas di Blok M dalam Operasi ‘Sikat Jaya 2025’

    Jakarta – Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menggelar kegiatan himbauan kamtibmas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB itu dipimpin PS Kasubbag Anev Ditsamapta Polda Metro Jaya, AKP Endro Sukamto, S.H.

    Himbauan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Jaya 2025, yang berlangsung pada 24 November hingga 8 Desember 2025. Personel Satgas II Preventif turun langsung ke pusat keramaian untuk mengingatkan masyarakat, pedagang, hingga pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan selama operasi berlangsung.

    Sasaran operasi mencakup berbagai kejahatan jalanan, seperti curat, curas, curanmor, premanisme, prostitusi, dan perjudian. Warga juga diminta segera melapor bila menemukan situasi mencurigakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

    “Kami mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung jalannya Operasi Sikat Jaya 2025 agar hasilnya bisa dirasakan langsung,” ujar AKP Endro.

    Ditsamapta PMJ menyebut langkah ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, “Jaga Jakarta+”, yang menekankan empat pilar: Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Amanah, dan Jaga Aturan. Program ini diharapkan memperkuat sinergi Polri–masyarakat dalam menjaga Jakarta tetap aman dan tertib.

  • Pengungkapan Kasus AKN: Polisi Dalami Bukti Ilmiah dan Menunggu Hasil DNA

    Pengungkapan Kasus AKN: Polisi Dalami Bukti Ilmiah dan Menunggu Hasil DNA

    Jakarta — Polres Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan AI sebagai tersangka dalam kasus hilangnya anak berinisial AKN. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers pada Senin (24/11/2025) malam.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh sejak laporan awal diterima pada 7 Maret 2025. Berbagai langkah dilakukan mulai dari pemeriksaan saksi, olah TKP, hingga analisa digital dan koordinasi lintas wilayah.

    “Kasus ini menjadi perhatian masyarakat sehingga seluruh proses kami pastikan berjalan akurat dan transparan. Semua temuan diverifikasi melalui metode penyidikan yang terukur,” kata Kombes Budi.

    Dari rangkaian penyidikan yang dilakukan, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan keterlibatan AI. Informasi tersebut diperkuat dengan keterangan saksi-saksi serta hasil penelusuran digital yang memetakan aktivitas terakhir tersangka.

    AI sebelumnya mengakui bahwa dirinya membawa AKN dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, lalu melakukan tindakan bekam yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ia kemudian menyampaikan bahwa jasad korban dibuang di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo.

    Sementara itu, Tim Forensik RS Polri Kramat Jati menerima dua kantong jenazah yang diduga berkaitan dengan kasus ini. Salah satunya berisi pakaian, dan satu kantong lainnya berisi potongan tulang manusia.

    “Hasil awal menunjukkan tulang tersebut berasal dari individu laki-laki dengan karakteristik ras mongoloid. Kami telah mengambil sampel DNA dari salah satu tulang panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dr Farah dari Tim Forensik RS Polri. Ia menambahkan bahwa identifikasi gigi tidak dapat dilakukan karena bagian rahang tidak ditemukan.

    Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan DNA sebagai penentu identitas kerangka secara ilmiah. penyidikan tetap berlanjut untuk memastikan konstruksi peristiwa secara menyeluruh dan memberikan kepastian kepada keluarga.

    “Kami berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional dan objektif. Setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada publik,” tegas Kombes Budi

  • Guru BK Jadi Garda Terdepan: Densus 88 AT Polri dan Disdik DKI Jakarta Bersatu Lawan Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

    Guru BK Jadi Garda Terdepan: Densus 88 AT Polri dan Disdik DKI Jakarta Bersatu Lawan Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

    Jakarta, 25 November 2025 – Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas bagi 400 Guru Bimbingan Konseling (BK) SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan aman dan bebas dari kekerasan maupun paparan paham radikal.

    “Sekolah perlu menjadi benteng nilai kebangsaan dengan memastikan seluruh warganya—guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik—berperan aktif menjaga lingkungan belajar dari pengaruh intoleransi, kekerasan, serta konten negatif digital,” kata Dr. Nahdiana, S.Pd., M.Pd., Kadisdik Prov. DKI Jakarta.

    Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakilkan oleh Kombespol Moh Dofir, S.Ag., M.H., sebagai Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa perundungan (bullying) tidak boleh lagi dianggap masalah ringan. “Bullying, trauma, dan kerentanan ekstremisme harus ditangani sejak dini,” ujarnya.

    Dr. Naomi Soetikno, S.Psi., M.Pd., Psikolog, menekankan bahwa memahami dinamika psikologis anak adalah fondasi penting dalam menangani kerentanan yang berpotensi dimanfaatkan kelompok radikal. “Guru BK diharapkan mampu menjadi early detector terhadap kondisi psikologis siswa,” katanya.

    Prima Dea Pangestu, M.Pd., perwakilan kementerian PPPA, menegaskan bahwa guru BK memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak, pencegahan eksploitasi, serta penguatan sikap moderasi beragama di lingkungan sekolah.

    Solahudin, Akademisi & Peneliti jaringan Teror, menyoroti bahwa anak-anak saat ini hidup dalam dua dunia sekaligus fisik dan virtual di mana dunia virtual menyimpan ancaman yang lebih sulit dilihat oleh orang tua maupun guru.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sekolah sebagai ruang aman dan bebas ekstremisme, serta meningkatkan kemampuan guru BK dalam mendeteksi dini dan mencegah kekerasan dan radikalisme di lingkungan pendidikan.

  • SAT RESKRIM POLRES METRO DEPOK GELAR OPERASI SIKAT JAYA 2025 DI SEPANJANG JL. MARGONDA RAYA

    SAT RESKRIM POLRES METRO DEPOK GELAR OPERASI SIKAT JAYA 2025 DI SEPANJANG JL. MARGONDA RAYA

    Depok – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Depok melaksanakan Operasi Sikat Jaya 2025 dengan mengintensifkan kegiatan patroli dan razia di sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah Kota Depok, khususnya di sepanjang Jl. Margonda Raya, yang merupakan jalur utama dan pusat aktivitas masyarakat.

    Kegiatan operasi ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan berbagai bentuk kejahatan jalanan (street crime) serta aksi kriminal yang berpotensi mengganggu kondusifitas wilayah. Adapun sasaran operasi meliputi:
    • Tindak pidana Curat (Pencurian dengan Pemberatan)
    • Curas (Pencurian dengan Kekerasan)
    • Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor)
    • Aksi premanisme disertai ancaman kekerasan
    • Perjudian dalam berbagai bentuk
    • Peredaran minuman keras ilegal
    • Serta berbagai kejahatan lain yang meresahkan masyarakat

    Patroli dan razia dilaksanakan dengan menyisir titik-titik rawan, pusat keramaian, pertokoan, dan jalur lintasan kendaraan yang sering menjadi lokasi tindakan kriminal.
    Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama menyampaikan bahwa Operasi Sikat Jaya 2025 merupakan upaya berkelanjutan Polres Metro Depok untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menekan angka kejahatan di wilayah Kota Depok.

    “Jl. Margonda Raya menjadi fokus pengamanan karena merupakan jalur utama sekaligus pusat mobilitas warga Depok. Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

    Dengan pelaksanaan operasi ini, Polres Metro Depok berharap dapat mengurangi potensi gangguan kamtibmas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi di tengah-tengah aktivitas warga.

  • POLRES METRO DEPOK AMANKAN SEORANG PRIA TERKAIT PEREDARAN OBAT DAFTAR G TANPA IZIN EDAR DI MERUYUNG, LIMO

    Depok — Pada hari Kamis, 20 November 2025 sekitar pukul 14.00 WIB, Unit 2 Subnit 2 Satnarkoba Polres Metro Depok berhasil mengamankan 1 (satu) orang laki-laki berinisial HW, terkait tindak pidana dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar serta tidak memiliki izin edar.

    Penangkapan dilakukan di pinggir jalan yang beralamatkan di Jl. Meruyung Raya, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.
    Barang Bukti yang Diamankan
    • Tramadol : 340 butir
    • Trihexyphenidyl 2 mg : 20 butir
    • Excimer : 100 butir
    • 1 unit handphone Redmi Note 10S warna biru
    • Uang hasil penjualan: Rp 600.000,

    Tim Satnarkoba Polres Metro Depok menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya peredaran obat daftar G tanpa izin edar di wilayah Jl. Meruyung Raya, Limo.
    Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung melakukan pemantauan, pengamatan, dan mapping di sekitar lokasi. Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas mendapati adanya aktivitas peredaran obat ilegal di tempat tersebut.

    Dari hasil interogasi, pelaku mengaku bernama HW yang telah menjalankan usaha ilegal ini sejak September 2025, dengan omset kotor sekitar Rp 200.000 per hari.
    Pelaku mengaku mendapatkan pasokan obat-obatan tersebut dari seseorang bernama inisial S namun ybs msh dalam proses pencarian lebih lanjut

    Tim selanjutnya melakukan penggeledahan dan kembali menemukan obat-obatan daftar G tanpa izin edar serta barang lain yang digunakan untuk aktivitas penjualan.
    Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Metro Depok. Penyidik masih melakukan pendalaman guna mengungkap jaringan dan pemasok obat ilegal tersebut.

  • Satgas Ops Damai Cartenz Berbagi Buku Bacaan kepada Anak-Anak Sekolah di Intan Jaya

    Intan Jaya, Papua Tengah — Dalam rangka mendukung peningkatan minat baca dan pembangunan sumber daya manusia di masa depan, sebanyak 18 personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan mengajar dan pembagian buku bacaan kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas di wilayah Intan Jaya, pada Minggu (23/11/2025).

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIT ini diisi dengan sesi mengajar yang interaktif dan pemberian buku bacaan kepada anak-anak sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak Papua, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas dan berdaya saing di masa depan.

    Personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Bripda Ramadhan Dalif Makaminan dan Bripda Alex Logo dan 16 Personel lainya. Kehadiran mereka di tengah-tengah anak-anak memberikan nuansa hangat dan penuh semangat belajar, sekaligus mempererat hubungan baik antara aparat keamanan dan masyarakat setempat.

    Kepala Operasi Damai Cartenz menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis yang menjadi prioritas utama dalam membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat Papua.

    “Kami percaya bahwa pendidikan dan literasi adalah fondasi utama untuk masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera. Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak Papua termotivasi untuk membaca dan belajar lebih semangat,” ujar Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H.

    Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum. juga mengapresiasi inisiatif personel yang terus aktif dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui kegiatan sosial dan edukatif di lapangan.

    “Pendekatan ini adalah bagian dari strategi keberlanjutan dalam menjaga stabilitas dan pembangunan sosial di wilayah ini,” ungkapnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat Papua, demi masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing.