Author: admin

  • Tingkatkan Smart Policing, Lemdiklat Polri Tambah Tiga Pusat Studi Strategis

    Jakarta — Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri melalui Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) kembali memperkuat ekosistem keilmuan kepolisian dengan meresmikan tiga pusat studi baru, yaitu Pusat Studi Sumber Daya Manusia Polri, Pusat Studi Pacific–Oceania, dan Pusat Studi Kehumasan Polri. Pusat studi ini melengkapi keberadaan Pusat Studi Ilmu Kepolisian yang telah lebih dulu beroperasi sebagai ruang dialog akademik untuk mentransformasi dan mengembangkan ilmu kepolisian, Kamis (27/11).

    Peresmian tersebut menegaskan komitmen Lemdiklat Polri dalam memperkuat ilmu kepolisian sebagai disiplin multidisipliner yang terus berkembang mengikuti dinamika keamanan, sosial, teknologi, dan geopolitik modern.

    Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Chryshnanda Dwilaksana menjelaskan bahwa pusat studi merupakan fondasi penting untuk membangun smart policing yang berorientasi pada pengetahuan, riset, dan inovasi.

    “Pusat studi ini adalah ruang dialog ilmiah untuk mentransformasi ilmu kepolisian. Di sini gagasan diuji, konsep dikembangkan, dan strategi pemolisian dimodernisasi agar Polri selalu relevan dengan perubahan zaman,” ujar Komjen Chryshnanda.

    Menurutnya, ilmu kepolisian harus dipahami sebagai ilmu lintas bidang yang berkaitan dengan keteraturan sosial, penegakan hukum, isu-isu masyarakat, teknologi, hingga kejahatan modern yang semakin kompleks.

    Selain Pusat Studi Ilmu Kepolisian, tiga pusat studi baru yang diresmikan memiliki fungsi strategis masing-masing:

    • Pusat Studi SDM Polri memperkuat pengembangan talenta dan meritokrasi dalam manajemen kepemimpinan Polri.
    • Pusat Studi Kehumasan Polri memfokuskan kajian pada manajemen komunikasi publik, transparansi, dan media policing.
    • Pusat Studi Pacific–Oceania menyoroti pentingnya riset geopolitik kawasan Indo–Pasifik serta penguatan diplomasi kepolisian Indonesia dalam arsitektur keamanan global.

    Komjen Pol. Prof. Chryshnanda menekankan:

    “Ilmu kepolisian harus dikembangkan dalam kerangka filosofis, yuridis, geopolitik, akademis, hingga globalisasi. Karena itu pusat studi menjadi pilar untuk membangun Polri yang humanis, modern, dan berdaya saing internasional.”

    Dalam dokumen pusat studi, Lemdiklat Polri juga memaparkan arah pengembangan kurikulum yang mencakup pengajaran dasar (filsafat ilmu, etika publik, metodologi penelitian), pengajaran inti (hukum, kriminologi, teknologi informasi, administrasi kepolisian), hingga kapita selekta terkait isu strategis seperti ideologi, politik, ekonomi, pertahanan, dan keamanan.

    Selain itu, pusat studi juga mendorong pendidikan kompetensi khusus seperti safety driving centre, security training centre, sekolah penyidik, serta pelatihan bagi master trainer sebagai bagian dari pengembangan soft power dan smart power SDM Polri.

    “Polri harus menjadi institusi pembelajar. Melalui pusat studi, kita memperkuat riset, laboratorium sosial, publikasi ilmiah, hingga pengembangan smart policing yang mencakup pemolisian konvensional, elektronik, dan forensik,” tutur Komjen Pol. Prof. Chryshnanda.

    Dengan pengembangan pusat studi ini, Lemdiklat Polri berharap tercipta lingkungan akademik yang adaptif, kritis, dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Pusat studi juga akan memperkuat jejaring kerja sama nasional dan internasional, baik dengan universitas, lembaga penelitian, maupun institusi keamanan global.

    Komjen Pol. Prof. Chryshnanda menegaskan bahwa ilmu kepolisian bukan hanya milik institusi Polri, tetapi ruang terbuka yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

    “Pusat studi bukan hanya milik STIK atau Lemdiklat, tetapi milik seluruh ekosistem pengetahuan kepolisian. Dengan riset yang kuat dan kolaborasi luas, kita menyiapkan Polri masa depan yang cerdas, inklusif, dan dipercaya masyarakat,” tutupnya.

  • INGIN BERGAYA HEDON, WANITA CURi PERHIASAN MILIK TEMAN UNTUK BELI iPHONE 17 PRO MAX

    Depok – Sebuah aksi pencurian dengan motif ingin bergaya mewah terungkap oleh Opsnal Unit 1 UM/Jatanras Polres Metro Depok. Dua orang pelaku, yakni RW dan ARG, berhasil diamankan setelah mencuri perhiasan dan kendaraan dari rumah korban di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

    Kasus ini dilaporkan oleh korban JJL, setelah pelaku yang menumpang tinggal di rumahnya memanfaatkan situasi sepi untuk mengambil sejumlah barang berharga. Pelaku R mengambil satu kotak perhiasan serta satu unit sepeda motor Yamaha Aerox warna biru, tanpa seizin korban, dengan tujuan menguasai dan memiliki barang tersebut.

    Dari hasil pemeriksaan TKP, tim mendapatkan rekaman CCTV yang menunjukkan seorang perempuan keluar dari rumah korban sambil membawa sepeda motor dan dua tas berisi barang berharga. Rekaman ini menjadi petunjuk awal bagi tim opsnal dalam mengidentifikasi pelaku.

    Pada Rabu, 26 November 2025 pukul 05.20 WIB, Tim Opsnal Unit 1 UM/Jatanras melakukan penangkapan terhadap pelaku di Apartemen Margonda Residence Kelurahan Beji, Depok. Pelaku R langsung mengakui perbuatannya setelah diinterogasi.

    Ia menerangkan bahwa dirinya telah menjual dua gelang emas milik korban senilai Rp41 juta kepada seorang penadah. Uang hasil penjualan emas tersebut digunakan untuk memenuhi keinginan pribadi pelaku yang ingin tampil gaya dan mewah.
    Barang-barang yang dibeli pelaku dari hasil uang penjualan emas antara lain:
    • 1 unit iPhone 17 Pro Max warna orange
    • Anti gores Lamina
    • Powerbank Amazingthing
    • Softcase Prodigee
    • Adaptor Apple
    • AirPods
    • Berbagai jenis kosmetik dan skincare

    Total belanja pelaku mencapai Rp1.100.000, sedangkan sisanya telah dipakai untuk kebutuhan pribadi. Dalam proses menjual emas tersebut, pelaku ditemani oleh rekannya, ARG, yang juga turut diamankan.

    Polisi berhasil mengamankan barang bukti dari TKP dan barang bukti hasil kejahatan, antara lain:

    Dari TKP Pencurian:
    • 1 unit Yamaha Aerox biru
    • 1 tas wanita warna merah muda
    • 1 bodybag warna biru
    • 7 gelang emas kuning
    • 2 gelang emas putih
    • 2 gelang batu giok
    • 2 bros emas putih
    • 2 liontin emas putih
    • 4 cincin emas putih
    • 3 cincin emas kuning
    • 1 kalung emas
    • 1 kalung + liontin emas kuning
    • 1 kalung + liontin bertuliskan “Jennefer”
    • 4 pasang anting emas kuning
    • 2 liontin emas kuning
    • 1 gelang anak emas kuning
    • 1 liontin emas putih bergambar salib
    • 1 pasang anting emas putih berlian
    • 1 bendel surat emas
    • 1 bendel sertifikat emas
    • Surat-surat kendaraan
    • Rekaman CCTV aksi pencurian

    Barang Bukti Pembelian dari Hasil Penjualan Emas:
    • iPhone 17 Pro Max warna orange
    • Anti gores Lamina
    • Powerbank Amazingthing
    • Soft Case Prodigee
    • Adaptor Apple
    • AirPods
    • Kosmetik dan skincare

    Kini kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat dengan Pasal 362 dan/atau Pasal 372 KUHP tentang pencurian dan penggelapan. Penyidik juga akan menelusuri penadah yang membeli emas hasil kejahatan tersebut.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa gaya hidup hedonis seringkali mendorong seseorang melakukan tindak kriminal, yang akhirnya merugikan orang lain dan diri sendiri. Polisi menegaskan komitmennya untuk terus memberantas tindak kriminalitas di Kota Depok.

  • POLRES METRO DEPOK RAIH DUA PENGHARGAAN SEKALIGUS DALAM APEL KASATWIL POLRI 2025 DI CIKEAS

    Depok – Polres Metro Depok kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam gelaran Apel Kasatwil Polri Tahun 2025 yang berlangsung di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Senin (24/11/2025), Polres Metro Depok berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir langsung membuka kegiatan yang diikuti 631 peserta, terdiri dari pejabat utama Mabes Polri, Kapolda, Karo Ops, dan seluruh Kapolres se-Indonesia. Pembukaan ditandai dengan penancapan tongkat ke podium seremoni, disaksikan oleh Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Prof. Jimly Asshiddiqie dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

    Dalam acara tersebut turut hadir Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabaharkam Polri Komjen Karyoto, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, serta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Hadir pula atase kepolisian negara sahabat dari Australia, Amerika Serikat, China, Filipina, Jepang, Malaysia, dan Prancis.

    Polres Metro Depok berhasil meraih penghargaan pada dua kategori bergengsi, yaitu:

    1. Juara 1 Quick Wins Presisi 2025
    2. Juara 2 Optimalisasi 110 dan Command Center

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, S.I.K., sebagai bentuk apresiasi atas berbagai inovasi dan peningkatan pelayanan publik yang dilakukan jajaran Polres Metro Depok.
    Kapolres menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh personel Polres Metro Depok.

    “Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja keras. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa Apel Kasatwil 2025 mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat.” Selama tiga hari, peserta akan menerima berbagai paparan dari narasumber strategis untuk menyamakan visi dalam mendukung kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    “Dengan adanya Apel Kasatwil 2025 ini, Polri diharapkan dapat berperan optimal sebagai instrumen negara yang menjaga keamanan, sekaligus menjadi mitra masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

    Prestasi Polres Metro Depok dalam kesempatan ini menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk terus melakukan inovasi, meningkatkan respon cepat, dan memperkuat pelayanan yang presisi kepada masyarakat. Dengan capaian ini, Polres Metro Depok semakin mengokohkan diri sebagai satuan kerja yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

  • Polsek Cinere Melaksanakan Sosialisasi Layanan Polisi 110 di Wilayah Cinere

    Depok – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polsek Cinere melaksanakan kegiatan sosialisasi melalui pemasangan banner Call Center Layanan Polisi 110 di sejumlah titik strategis wilayah Kecamatan Cinere dan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat semakin mengetahui adanya layanan cepat tanggap yang dapat merespons aduan selama 1 x 24 jam.(27/11/2025)

    Pemasangan banner dilakukan oleh personel Polsek Cinere di delapan lokasi berbeda yang telah ditentukan, antara lain:

    1. Pangkalan Jati Baru – oleh Aipda Adwin
      Berlokasi di Jembatan Tol Andara, Jalan H. Terin IV RT 002/ RW 03, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere.
    2. Grogol – oleh Aiptu Jeni Budiarto
      Dipasang di sepanjang Jalan Raya Grogol RT 01 RW 02, Kelurahan Grogol.
    3. Gandul – oleh Aipda Fadjar
      Berada di Jalan Raya Gandul, tepatnya di depan Komplek BPK V Gandul.
    4. Limo – oleh Aipda Justan
      Dipasang di Jalan Cakra Raya, depan Pos Polisi Bona.
    5. Cinere – oleh Aiptu Agus
      Pemasangan dilakukan di Jalan Cinere Raya RT 07 RW 01 serta RT 02 RW 12, wilayah Cinere.
    6. Meruyung – oleh Aiptu Soleh
      Banner ditempatkan di Jalan Bersama, tepat di depan Pos Polisi Meruyung.
    7. Pangkalan Jati – oleh Aiptu Subendi
      Berlokasi di Jalan Raya Cinere RT 01 RW 05 Kelurahan Pangkalan Jati, depan Mall Cinere.
    8. Krukut – oleh Aipda Andri
      Dipasang di Jalan Krukut Raya RT 03 RW 04.

    Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh, S.Pd M.H menyampaikan bahwa pemasangan banner ini merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan warga semakin mengetahui dan memanfaatkan Layanan Polisi 110, khususnya dalam situasi darurat maupun ketika membutuhkan bantuan cepat dari pihak kepolisian.

    “Layanan 110 siap menerima aduan masyarakat selama 24 jam tanpa dipungut biaya. Kami berharap masyarakat tidak ragu menghubungi nomor ini jika memerlukan bantuan,” ujarnya.

    Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi upaya Polsek Cinere menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Metro Depok.

  • Dialog Literasi Kebangsaan STIK Angkat Isu Etika Moral dalam Transformasi Birokrasi Polri

    Jakarta — STIK Lemdiklat Polri menggelar Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) Episode 2 bertema “Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri” di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar nasional, pejabat utama Polri, akademisi, serta ratusan mahasiswa dari STIK dan berbagai perguruan tinggi di Jakarta yang turut aktif mengikuti jalannya diskusi.

    Pada kesempatan itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si. menekankan bahwa transformasi Polri memerlukan perubahan yang lebih mendasar. Ia menilai bahwa pembaruan institusi tidak boleh berhenti pada aspek struktural semata. “Transformasi Polri harus dibangun di atas keberanian moral, etika, dan keteladanan,” ujarnya, seraya menyebut bahwa kepemimpinan yang berani mengoreksi diri merupakan prasyarat penting dalam memperkuat integritas kelembagaan. 

    Forum dialog ini menghadirkan perspektif strategis dari para tokoh nasional seperti Prof. Dr. Koentjoro, Prof. Yudi Latif, Prof. Dr. Paulus Wirutomo, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., Dr. Sarah Nuraini Siregar, dan Dr. Phil. Panji Anugrah Permana. Para narasumber membahas isu etika profesi, legitimasi publik, dinamika pelayanan kepolisian, hingga tantangan reformasi kelembagaan di tengah perubahan sosial dan digital yang semakin cepat.

    Sementara itu, Wamenkumham Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menyoroti pentingnya budaya etis sebagai fondasi moral Polri. Ia menegaskan bahwa prinsip to serve and to protect merupakan pedoman yang harus tercermin dalam perilaku setiap anggota. “Solidaritas internal harus memperkuat profesionalitas dan kepatuhan hukum, bukan menjadi ruang untuk menutupi pelanggaran,” tegasnya dalam sesi dialog. 

    Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa dan peserta mengenai kepercayaan publik, tantangan moral aparat, peran teknologi dalam transparansi, hingga pentingnya community policing. Interaksi ini menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap agenda perubahan Polri dan nilai-nilai etika yang menyertainya.

    Melalui penyelenggaraan DILIBAS Episode 2 ini, STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat landasan akademik dan nilai etis guna mendorong terwujudnya Polri yang Presisi: prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik dan menjawab tuntutan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

  • Dialog Literasi Kebangsaan STIK Angkat Isu Etika Moral dalam Transformasi Birokrasi Polri

    Jakarta — STIK Lemdiklat Polri menggelar Dialog Literasi Kebangsaan (DILIBAS) Episode 2 bertema “Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri” di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar nasional, pejabat utama Polri, akademisi, serta ratusan mahasiswa dari STIK dan berbagai perguruan tinggi di Jakarta yang turut aktif mengikuti jalannya diskusi.

    Pada kesempatan itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si. menekankan bahwa transformasi Polri memerlukan perubahan yang lebih mendasar. Ia menilai bahwa pembaruan institusi tidak boleh berhenti pada aspek struktural semata. “Transformasi Polri harus dibangun di atas keberanian moral, etika, dan keteladanan,” ujarnya, seraya menyebut bahwa kepemimpinan yang berani mengoreksi diri merupakan prasyarat penting dalam memperkuat integritas kelembagaan. 

    Forum dialog ini menghadirkan perspektif strategis dari para tokoh nasional seperti Prof. Dr. Koentjoro, Prof. Yudi Latif, Prof. Dr. Paulus Wirutomo, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., Dr. Sarah Nuraini Siregar, dan Dr. Phil. Panji Anugrah Permana. Para narasumber membahas isu etika profesi, legitimasi publik, dinamika pelayanan kepolisian, hingga tantangan reformasi kelembagaan di tengah perubahan sosial dan digital yang semakin cepat.

    Sementara itu, Wamenkumham Prof. Edward Omar Sharif Hiariej menyoroti pentingnya budaya etis sebagai fondasi moral Polri. Ia menegaskan bahwa prinsip to serve and to protect merupakan pedoman yang harus tercermin dalam perilaku setiap anggota. “Solidaritas internal harus memperkuat profesionalitas dan kepatuhan hukum, bukan menjadi ruang untuk menutupi pelanggaran,” tegasnya dalam sesi dialog. 

    Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa dan peserta mengenai kepercayaan publik, tantangan moral aparat, peran teknologi dalam transparansi, hingga pentingnya community policing. Interaksi ini menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap agenda perubahan Polri dan nilai-nilai etika yang menyertainya.

    Melalui penyelenggaraan DILIBAS Episode 2 ini, STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat landasan akademik dan nilai etis guna mendorong terwujudnya Polri yang Presisi: prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik dan menjawab tuntutan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

  • POLRI KERAHKAN 135 PERSONEL UNTUK OPERASI KEMANUSIAAN BENCANA ALAM DI SUMATERA UTARA

    Sumatera Utara, 26 November 2025 – Polri bergerak cepat dalam melaksanakan operasi kemanusiaan menyusul terjadinya bencana alam di wilayah Sumatera Utara. Berdasarkan rekapitulasi hingga Rabu, 26 November 2025, tercatat 65 kejadian bencana yang terdiri dari 38 peristiwa tanah longsor, 24 banjir, dua kasus pohon tumbang dan satu angin puting beliung. Peristiwa ini tersebar di delapan kabupaten/kota meliputi Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Kota Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan, dan Pakpak Bharat. Bencana tersebut menyebabkan 29 korban, terdiri dari 12 orang meninggal dunia, 10 luka-luka serta 7 warga masih dalam pencarian. Sementara itu, sebanyak 2.543 rumah warga mengalami kerusakan, 445 orang terpaksa mengungsi, dan sejumlah akses jalan tertutup material longsor dan banjir dengan ketinggian air berkisar antara 70 cm hingga empat meter.

    Sebagai respons cepat dan implementasi transformasi Polri yang berorientasi pada pelayanan kemanusiaan, Polda Sumatera Utara telah mengerahkan sedikitnya 135 personel ke berbagai titik terdampak. Kekuatan ini terdiri dari empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimobda atau sekitar 90 personel, 42 personel Ditsamapta Gelombang I, 12 personel dari Bidang Dokkes serta 8 personel dari Bidang Teknologi Informasi Kepolisian (TIK) yang diberangkatkan pada 25 November 2025. Selanjutnya, pada 26 November 2025 kembali diberangkatkan gelombang kedua pasukan Ditsamapta sebanyak 69 personel. Seluruh pasukan diperkuat sarana komunikasi operasi meliputi 50 unit HT Harris, satu unit drone pemantau wilayah, satu unit mobil Komob, dua mobil repeater, serta jaringan Starlink untuk mendukung kelancaran komando dan komunikasi di lapangan.

    Karoops Polda Sumut menyampaikan bahwa percepatan penanganan menjadi prioritas utama dalam operasi kemanusiaan ini. “Seluruh personel kami fokus melakukan pencarian, evakuasi, dan penyelamatan korban sesegera mungkin. Kondisi cuaca masih dinamis namun kami pastikan operasi tidak berhenti. Prioritas kami adalah keselamatan warga,” ujarnya menegaskan komitmen Polri dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana. Ia juga menambahkan, “Kami turun bukan hanya untuk mengevakuasi, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan tempat aman, bantuan logistik, dan pendampingan sampai situasi benar-benar pulih.”

    Di lokasi bencana, Polri telah melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap warga yang masih tertimbun longsor serta melakukan evakuasi dan penyelamatan korban banjir. Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilaksanakan di jalur yang tertutup material longsor, sementara posko darurat didirikan sebagai pusat pelayanan informasi dan bantuan masyarakat. Polri juga bekerja sama dengan BPBD, Pemerintah Daerah dan unsur relawan untuk mempercepat penanganan situasi serta mengurangi risiko lanjutan.

    Sebagai tindak lanjut, Polri terus mengirim dukungan logistik berupa makanan, obat-obatan, pakaian dan selimut untuk pengungsi, serta membentuk dapur umum dan layanan medis cepat. Pemetaan wilayah rawan bencana dilakukan untuk antisipasi susulan, termasuk koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar proses pemulihan dan normalisasi wilayah berjalan lebih cepat dan terukur.

    Polri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di wilayah lereng bukit, daerah aliran sungai serta kawasan rawan longsor. Operasi kemanusiaan akan terus berjalan dengan mengedepankan keselamatan warga sebagai prioritas tertinggi.

  • 7 Atpol Negara Sahabat Hadiri Apel Kasatwil Polri 2025, Komitmen Wujudkan Keamanan Global

    Jakarta – Apel Kasatwil Polri tahun 2025 turut mengundang 10 Atpol negara sahabat. Hal itu merupakan komitmen mewujudkan keamanan global.

    Adapun dari 10 yang diundang, tujuh Atpol negara sahabat yang hadir yakni, Kepolisian Australia, Amerika Serikat (FBI), China, Filipina, Jepang, Malaysia dan Perancis.

    Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kegiatan tersebut juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia. 

    Menurut Sigit, ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat. 

    “Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak  kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ucap Sigit dikutip, Rabu (26/11/2025).

    Apel Kasatwil bertajuk ‘Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat’ ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda sslama tiga hari ke depan. 

    “Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri,” ujar Sigit.

  • Polri Undang Kepolisian Hong Kong, Pelajari Model Penanganan Aksi Massa

    Jakarta – Polri mengundang Kepolisian Hong Kong (Hong Kong Police Force) sebagai salah satu pembicara dalam apel jajaran kepala satuan wilayah (Kasatwil) 2025. Hal itu dalam rangka mencari referensi model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Tanah Air.
    “Kita mengundang pembicara dari Kepolisian Hong Kong, terkait dengan kita ingin mencari model-model untuk penanganan aksi, khususnya terkait dengan kebebasan mengeluarkan pendapat,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mako Pusat Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Senin (24/11/2025).

    Jenderal Sigit menyatakan tengah berupaya mengubah pola penanganan aksi massa yang mulanya mengamankan menjadi melayani. Hal itu untuk mewujudkan kebebasan berpendapat di muka publik.

    “Juga bagaimana kita membedakan antara upaya kita dan mengubah doktrin kita, dari yang tadinya menjaga menjadi melayani, khusus untuk saudara-saudara kita yang melakukan atau menjalankan haknya yang diatur dalam kebebasan mengeluarkan pendapat,” jelasnya.

    Sigit menjelaskan bahwa pihaknya juga memiliki konsep dalam menghadapi rusuh massa. Hal itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta menjaga stabilitas nasional.

    “Tentunya apabila ini tidak kita kendalikan, tentunya akan berdampak terhadap stabilitas kamtibmas, berdampak kepada terganggunya fasilitas-fasilitas publik, sektor-sektor ekonomi yang lain, yang tentunya harus kita jaga,” terang Jenderal Sigit.

    Eks Kabareskrim Polri itu menyebut bahwa perihal penanganan aksi massa turut menjadi salah satu evaluasi yang dibahas pada Apel Kasatwil tahun ini. Perihal itu senada dengan upaya transformasi Korps Bhayangkara yang tengah berjalan.

    “Ini bagian yang tentu kita jadikan evaluasi sekaligus kemudian pembahasan di dalam Apel Kasatwil ini. Tentunya juga beberapa upaya yang harus kita lakukan karena adanya KUHP baru dan juga isu-isu terbaru yang mau tidak mau Polri harus segera melakukan perbaikan-perbaikan maupun perubahan,” tutur Sigit.

    Selain evaluasi, dalam kegiatan itu juga Jenderal Sigit memberikan pengarahan terkait model pelayanan publik ke depan. Dengan pola baru itu, dia menjanjikan masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan.

    “Intinya kita harapkan dengan Apel Kasatwil ini, tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian mengkonsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang lebih responsif, adaptif, dan kemudian tentunya betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat,” pungkasnya.

  • Urus Surat Kehilangan di SPKT Polda Metro Jaya, Warga: Cepat dan Transparan

    Jakarta – Pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya kembali mendapat apresiasi dari masyarakat. Pada Selasa (25/11/2025), salah satu warga, Muhammad Daffa, menyampaikan pengalaman positif saat mengurus surat kehilangan untuk syarat pengambilan BPKB.

    “Pelayanannya cukup cepat dan tidak dipungut biaya apa pun. Terima kasih,” ujar Daffa.

    Kepala Siaga SPKT Polda Metro Jaya, Kompol Deti Juliawati, mengatakan pihaknya terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia menegaskan seluruh personel SPKT bekerja berdasarkan prinsip cepat, tepat, dan transparan agar masyarakat semakin percaya terhadap layanan kepolisian.

    “Kami selalu berupaya agar setiap laporan masyarakat, khususnya terkait surat keterangan kehilangan, bisa ditangani dengan cepat dan sesuai prosedur. Kepuasan masyarakat menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” jelasnya.

    Apresiasi masyarakat ini disebut menjadi bukti nyata komitmen Polda Metro Jaya dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan humanis. Upaya tersebut juga selaras dengan konsep Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—yang terus diterapkan dalam setiap layanan kepolisian.