Author: admin

  • POLSEK BEJI BERHASIL AMANKAN DUA PELAKU PENCURIAN ATM DENGAN KERUGIAN CAPAI Rp 430 JUTA

    POLSEK BEJI BERHASIL AMANKAN DUA PELAKU PENCURIAN ATM DENGAN KERUGIAN CAPAI Rp 430 JUTA

    Depok – Dalam rangka Ops Sikat Jaya 2025 Unit Reserse Kriminal Polsek Beji berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP, setelah mengamankan dua orang pelaku yang melakukan pencurian kartu ATM dan menguras isi rekening milik korban.

    Peristiwa pencurian terjadi pada Jum’at, 5 September 2025 sekitar pukul 10.00 WIB di Perum Depok Mulya I Blok C4 RT 04/15 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok. Korban atas nama Eti Nurhayati, warga Beji, kehilangan kartu ATM BCA miliknya yang kemudian digunakan pelaku untuk mengambil uang tanpa seizin korban.

    Dua pelaku yang berhasil diamankan adalah: IP dan M
    Kedua pelaku diduga mengambil kartu ATM BCA milik korban dan melakukan penarikan uang dalam jumlah besar. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp430.000.000,- (empat ratus tiga puluh juta rupiah). Mengetahui saldo rekeningnya berkurang drastis, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Beji untuk ditindaklanjuti.

    Berdasarkan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Beji, petugas berhasil mengidentifikasi keberadaan para pelaku. Hingga akhirnya, pada Selasa, 25 November 2025, kedua pelaku berhasil ditangkap dan diamankan di Polsek Beji untuk proses penyidikan lebih lanjut.
    Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain:
    • 1 bendel bukti transaksi dari Hallo BCA
    • 5 lembar foto transaksi

    Kapolsek Beji menyampaikan bahwa penangkapan ini merupakan bentuk komitmen Polsek Beji dalam menindak tegas para pelaku kejahatan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

    Polsek Beji akan terus melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap peran masing-masing pelaku dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku.

  • POLRI KERAHKAN PERSONEL MEMBANTU WARGA TERDAMPAK BENCANA DI SUMATERA UTARA

    POLRI KERAHKAN PERSONEL MEMBANTU WARGA TERDAMPAK BENCANA DI SUMATERA UTARA

    Polri menyampaikan perkembangan terbaru terkait bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Hingga hari ini tercatat 20 kejadian bencana, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang yang tersebar di 6 kabupaten/kota, yakni Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias. Peristiwa ini menyebabkan 19 warga menjadi korban, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 orang masih dalam pencarian. Dampak kerusakan juga cukup luas, yaitu 2.393 kepala keluarga terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor.

    Di Tapanuli Tengah, tanah longsor pada pukul 07.00 WIB mengakibatkan 4 warga meninggal dan merusak satu rumah. Banjir yang terjadi sepanjang 17–22 November berdampak pada 1.902 KK serta memaksa 45 warga mengungsi. Di Mandailing Natal, longsor menutup Jembatan Aek Inumon II, sementara banjir di Muara Batang Gadis membuat 400 warga mengungsi dan merendam 470 rumah. Di Tapanuli Selatan, insiden pohon tumbang menewaskan 1 warga dan melukai 1 orang lainnya. Tapanuli Utara mengalami 3 titik longsor yang mengakibatkan 1 warga luka-luka, merusak 2 rumah, serta menutup badan jalan. Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan 6 kejadian longsor yang mengakibatkan 5 warga meninggal, 3 luka-luka, serta 4 warga masih dalam pencarian, dan merusak 17 rumah. Di Nias, longsor juga menutup akses jalan utama di Desa Hiligodu, Gunungsitoli.

    Sejak laporan pertama masuk, Polri langsung bergerak cepat melakukan TPTKP, mengevakuasi warga, serta mengamankan dan mengatur lalu lintas di sejumlah titik terdampak. Upaya pencarian terhadap 6 warga yang belum ditemukan terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan unsur relawan. Sebagai penguatan, Sat Brimob Kompi Sipirok dan Kompi Siantar telah dikerahkan ke berbagai lokasi untuk membantu evakuasi, pencarian, serta pembukaan akses jalan.

    Tidak hanya itu, Polda Sumut melalui Karo Ops, Kombes Pol Victor Togi Tambunan, S.H., S.I.K., melaporkan penggelaran kekuatan penuh Satbrimob sebanyak 4 SSK dalam rangka perbantuan SAR dan penanganan dampak bencana. Pada pukul 09.30 WIB, 1 SST Yon C Por dipimpin IPDA Slamet telah berada di Jalan Lintas Padang Sidempuan–Tarutung membantu evakuasi warga dan pengaturan lalu lintas sambil menunggu alat berat. Pada waktu yang sama, 1 SST Yon C Por lainnya di bawah IPDA Erwinsyah S telah tiba di Desa Parsalakan, Tapanuli Tengah, untuk membantu evakuasi warga akibat jalan yang terputus oleh longsor. Di Kecamatan Batangtoru, 1 SST Yon C Por pimpinan IPDA Marbun telah berada di Batujomba menunggu eskavator untuk membuka badan jalan. Pukul 14.15 WIB, 1 SST Kompi 2 Yon B Por bergerak menuju Sibolga namun perjalanan tertunda karena membantu evakuasi kecelakaan lalu lintas di Simpang Marjarunjung sehingga waktu tempuh diperkirakan mencapai enam jam.

    Penguatan juga terus dilakukan melalui unit-unit lain. 1 SST Makoyon B Por Tebing Tinggi di bawah AKP Achmad Fahri sedang mempersiapkan keberangkatan menuju Tapanuli Utara. 1 SSK Yon A Por Medan yang dipimpin Kompol Muhtar I. Kadoli, S.I.K., M.H., sedang mempersiapkan pergerakan menuju Sibolga, dan 2 SST Yon A Por di bawah AKP Alamsyah Surbakti bersiap bergerak menuju Tapanuli Tengah. Untuk dukungan di wilayah banjir, 2 SST Kompi 4 Yon C di bawah AKP Sandro Situngkir tengah bersiap bergerak menuju kawasan terdampak di Nias.

    Malam ini, Polda Sumut kembali mengerahkan dukungan tambahan berupa 1 SST Samapta, 2 Tim Dokkes, dan 1 Tim Bidang Teknologi Informasi (Bid TI) untuk memperkuat layanan evakuasi, kesehatan, komunikasi, dan pendataan di Tapanuli Tengah. Selain itu, besok pagi direncanakan akan diberangkatkan tambahan 2 SST Samapta untuk memperluas jangkauan penanganan dan memastikan seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian penuh.

    Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah wilayah masih mencatat ketinggian banjir hingga 1 meter, sementara cuaca malam hari masih menunjukkan potensi hujan deras yang berisiko memicu bencana susulan. Polri mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjauhi kawasan rawan longsor maupun aliran banjir.

    Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Polri akan terus hadir dan bekerja tanpa henti untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Keselamatan dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan dapat mengambil langkah aman,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa langkah cepat ini merupakan bagian dari Transformasi Polri agar semakin responsif, dekat, dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

    Polri memastikan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk menangani dampak bencana. Setiap upaya dilakukan dengan sepenuh hati guna memulihkan situasi dan memberikan perlindungan terbaik bagi warga.

  • Tim Percepatan Reformasi Polri Serap Aspirasi dari Berbagai Ormas dan LSM

    Tim Percepatan Reformasi Polri Serap Aspirasi dari Berbagai Ormas dan LSM

    Jakarta — Tim Percepatan Reformasi Polri menggelar audiensi dan sesi penyampaian pendapat bersama sejumlah lembaga masyarakat sipil pada Selasa (25/11/2025) di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam doorstop usai pertemuan, Wakil Ketua Komite, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Komite, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, memaparkan poin-poin utama diskusi yang berlangsung sepanjang hari.

    Prof. Yusril menjelaskan bahwa Komite menerima sejumlah organisasi masyarakat sipil yang menyampaikan aspirasi, kritik, hingga masukan konstruktif terkait reformasi kepolisian.

    “Agenda hari ini diisi dengan menerima delegasi berbagai ormas dan LSM yang menyampaikan aspirasi, saran, serta kritik kepada Komite Percepatan Reformasi Polri,” ujar Prof. Yusril.

    Ia merinci bahwa kelompok pertama yang diterima Komite adalah Gusdurian, Setara Institute, dan FKUB. Ketiga kelompok tersebut menyoroti penanganan kasus-kasus konflik keagamaan serta dugaan ketidakadilan bagi kelompok minoritas, seperti Syiah dan Ahmadiyah, terutama dalam penerapan penegakan hukum berbasis pidana di sejumlah daerah.

    Kemudian, Komite juga berdialog dengan organisasi yang fokus pada isu pendampingan korban dan kekerasan, yaitu YLBHI, KontraS, LBH Jakarta, PBHI, serta Vox Populi Institute Indonesia. Kelompok ini menyampaikan kritik dan masukan terkait regulasi yang mengatur Polri, termasuk aspek operasional, Peraturan Polri, serta implementasi KUHP dan KUHAP baru.

    “Seluruh masukan tersebut akan kami pelajari, kami diskusikan, dan nantinya akan kami rangkum sebagai rekomendasi untuk disampaikan kepada Presiden,” tegas Yusril.

    “InsyaAllah, Komite bekerja optimal dalam menyerap aspirasi dari seluruh kelompok masyarakat.”

    Setelah itu, Prof. Jimly memberikan gambaran mengenai pola kerja dan agenda Komite dalam beberapa hari ke depan.

    “Kami membagi tugas menjadi tiga grup. Hari ini giliran Pak Yusril memimpin pertemuan dengar pendapat. Besok pagi kami bertemu para pimpinan organisasi pers, siangnya dengan para aktivis dan lawyer, dan sorenya dengan LSM yang bergerak di bidang pertambangan dan konflik agraria,” jelas Jimly.

    Ia menambahkan bahwa rangkaian pertemuan akan berlangsung hingga 9 Desember sebelum Komite menggelar rapat internal untuk merumuskan rekomendasi final.

    “Setelah seluruh proses dengar pendapat selesai, kami akan mengadakan rapat internal untuk menentukan sikap dan langkah reformasi kebijakan. Jika menyangkut perubahan undang-undang, akan kami dorong menjadi RUU. Jika hanya operasional, akan langsung kami rekomendasikan ke internal Polri,” tuturnya.

    “Pendapat resmi Komite akan disampaikan setelah keputusan bersama pada bulan kedua.”

    Audiensi ini menjadi bagian dari langkah strategis Tim Percepatan Reformasi Polri dalam menghimpun pandangan dari berbagai elemen masyarakat guna memperkuat agenda reformasi di tubuh Kepolisian.

  • Pengungkapan Pemilik Ekstasi di Tol Lampung, Bareskrim Polri Tetapkan MR sebagai Tersangka

    Pengungkapan Pemilik Ekstasi di Tol Lampung, Bareskrim Polri Tetapkan MR sebagai Tersangka

    Jakarta — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus kepemilikan ratusan ribu butir ekstasi yang ditemukan dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol KM 136B Sumatera–Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025 di Gedung Awaloedin Djamin, Lantai 1, Bareskrim Polri.

    Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Sunario, S.I.K., M.H., memaparkan kronologi awal kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan sebuah mobil Nissan X-Trail berwarna hitam dengan nomor polisi D 1160 UN. Saat petugas melakukan penanganan pertama, ditemukan enam tas berisi ratusan ribu butir ekstasi di dalam kendaraan tersebut.

    “Saya akan menyampaikan kepada seluruh rekan-rekan tentang kejadian laka lantas di Jalan Tol KM 136B Sumatera-Lampung, yang mana mobil tersebut adalah X-Trail dengan nomor polisi D 1160 UN, warna hitam. Pada saat itu, di dalam kendaraan tersebut ditemukan ratusan ribu ekstasi,” ujar Kombes Pol Sunario.

    Pada awal penanganan, pengemudi kendaraan tidak ditemukan. Setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh Polda Lampung bersama Bareskrim Polri, aparat berhasil mengungkap identitas sekaligus menangkap pemilik ekstasi tersebut, yakni MR (43), seorang residivis kasus narkoba.

    Barang bukti yang diamankan terdiri atas 194.631 butir ekstasi utuh serta 3.869 gram ekstasi berbentuk bubuk.

    “Namun setelah dilakukan penyelidikan oleh Polda Lampung bersama Bareskrim Polri, kita berhasil mengungkap pengemudi sekaligus pemilik ekstasi tersebut. Tersangka adalah MR, umur 43 tahun, residivis narkoba,” ungkapnya.

    Sunario menambahkan bahwa MR merupakan warga negara Indonesia yang berdomisili di Tangerang. MR diperintahkan oleh seseorang berinisial U untuk berangkat ke Palembang mengambil barang tersebut. Ia berangkat bersama istrinya dan menginap di sebuah hotel sebelum menerima enam tas berisi ekstasi yang ditinggalkan di dalam mobil Terios yang tidak terkunci.

    Setelah memindahkan seluruh tas ke mobil X-Trail, MR mengantar istrinya ke Bandara Palembang sebelum kembali ke hotel. Dalam perjalanan menuju Jakarta, kendaraan MR kehabisan bahan bakar sehingga meminta bantuan petugas tol. Tak lama kemudian, sekitar pukul 05.40 WIB, terjadilah kecelakaan yang mengungkap seluruh isi kendaraan.

    Petugas tol, anggota PJR, dan anggota TNI yang sedang BKO menemukan enam tas berisi ekstasi tersebut. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa barang itu rencananya akan diedarkan di Jakarta.

    Terkait penemuan sebuah lencana di dalam mobil, Sunario menegaskan bahwa lencana tersebut bukan lencana resmi Polri.

    “Lencana resmi memiliki ciri khusus dan nomor seri terregister. Lencana yang ditemukan tidak memiliki nomor seri dan bukan milik Polri. Jadi sejauh ini tidak ada keterlibatan oknum anggota Polri,” tegasnya.

    Penyidik masih memburu U selaku pengendali serta pemilik mobil Terios yang mengantarkan barang tersebut. Jalur distribusi barang ke Palembang juga masih dalam proses penyelidikan.

    Mengenai penyebab kecelakaan, Sunario menjelaskan bahwa MR sebelumnya menggunakan sabu dan diduga kelelahan karena insiden terjadi sekitar pukul 05.00 pagi.

    “Yang jelas MR sebelumnya menggunakan sabu dan kemungkinan kelelahan,” ujarnya.

    Saat ini penyidikan terus berjalan untuk membongkar jaringan pengedar ekstasi berskala besar tersebut. Bareskrim Polri menegaskan komitmennya memberantas peredaran narkoba hingga ke akar jaringan pengendali.

  • Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Satgas Ops Damai Cartenz Adakan Edukasi dan Hiburan untuk Anak-Anak di Puncak Jaya

    Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Satgas Ops Damai Cartenz Adakan Edukasi dan Hiburan untuk Anak-Anak di Puncak Jaya

    Kulirik, Puncak Jaya — Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan humanis kepada anak-anak SD Inpres Dondobaga yang baru selesai pulang sekolah dan melintas di depan Pos Satgas Tindak Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (24/11/2025). Melihat anak-anak yang singgah, personel kemudian mengajak dan mengumpulkan mereka untuk mengisi waktu dengan anak-anak.

    Dalam kegiatan tersebut, Personel Satgas Ops Damai Cartenz membagikan makanan ringan, memberikan permainan edukatif, hingga penyuluhan ringan yang dipandu langsung oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz. Keceriaan tampak jelas ketika para siswa mengikuti aktivitas yang disiapkan, menciptakan interaksi positif dan hangat antara personel dengan peserta didik yang singgah di pos.

    Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengapresiasi inisiatif personel di lapangan yang memanfaatkan momentum kedatangan anak-anak untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat.

    “Kegiatan humanis seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk hadir membantu dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung perkembangan mereka,” ujar Brigjen Pol. Faizal.

    Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan secara spontan seperti ini semakin memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.

    “Interaksi positif dengan anak-anak sangat penting, karena merekalah generasi masa depan Papua. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, kami berharap dapat menanamkan rasa aman, nyaman, serta mempererat hubungan kemanusiaan antara Polri dan masyarakat,” ungkap Kombes Pol. Adarma.

    Kegiatan humanis di Pos Kulirik ini menjadi salah satu upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam memperkuat komunikasi sosial, menumbuhkan kepercayaan, sekaligus menciptakan suasana aman dan bersahabat bagi warga yang melintas di sekitar pos. Satgas berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian di Tanah Papua.

  • Layanan SKCK Online Keliling di TMP Kalibata Disambut Positif, Warga: Cepat dan Nggak Ribet!

    Layanan SKCK Online Keliling di TMP Kalibata Disambut Positif, Warga: Cepat dan Nggak Ribet!

    Jakarta – Inovasi pelayanan publik Polri melalui SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya terus mendapat respons positif dari masyarakat. Layanan ini digelar untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada warga dengan sistem yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

    Salah satu warga, Upin, yang mengurus SKCK online untuk keperluan pendidikan anaknya ke luar negeri, mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. “Pelayanannya oke, cepat, nggak ribet. Terima kasih, saya mengurus di layanan SKCK Online Keliling di depan lapangan parkir TMP Kalibata,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

    Layanan SKCK Online Keliling Polda Metro Jaya hari ini dibuka mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Masyarakat dapat membuat atau memperpanjang SKCK tanpa harus datang ke kantor polisi, cukup menggunakan mekanisme registrasi melalui POLRI Super App sebelum melakukan pencetakan di lokasi keliling.

    Pamin 1 Sie Yanmin, Ipda M. Alghifari, menjelaskan bahwa layanan SKCK Online Keliling adalah bagian dari upaya Polri meningkatkan kemudahan dan efisiensi pelayanan publik. “Warga cukup unduh aplikasi POLRI Super App, pilih menu SKCK, isi keperluan, unggah dokumen, dan cetak bukti registrasi online. Setelah itu datang ke lokasi layanan keliling seperti di TMP Kalibata untuk verifikasi dan pencetakan,” jelasnya.

    Dengan hadirnya SKCK Online Keliling, Polda Metro Jaya berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan kepolisian yang cepat, efisien, dan transparan. Program ini sejalan dengan semangat Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—menuju pelayanan kepolisian yang modern, humanis, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

  • Ditsamapta Polda Metro Jaya Gelar Himbauan Kamtibmas di Blok M dalam Operasi ‘Sikat Jaya 2025’

    Ditsamapta Polda Metro Jaya Gelar Himbauan Kamtibmas di Blok M dalam Operasi ‘Sikat Jaya 2025’

    Jakarta – Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menggelar kegiatan himbauan kamtibmas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB itu dipimpin PS Kasubbag Anev Ditsamapta Polda Metro Jaya, AKP Endro Sukamto, S.H.

    Himbauan ini merupakan bagian dari Operasi Sikat Jaya 2025, yang berlangsung pada 24 November hingga 8 Desember 2025. Personel Satgas II Preventif turun langsung ke pusat keramaian untuk mengingatkan masyarakat, pedagang, hingga pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan selama operasi berlangsung.

    Sasaran operasi mencakup berbagai kejahatan jalanan, seperti curat, curas, curanmor, premanisme, prostitusi, dan perjudian. Warga juga diminta segera melapor bila menemukan situasi mencurigakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

    “Kami mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif dan mendukung jalannya Operasi Sikat Jaya 2025 agar hasilnya bisa dirasakan langsung,” ujar AKP Endro.

    Ditsamapta PMJ menyebut langkah ini sejalan dengan program Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, “Jaga Jakarta+”, yang menekankan empat pilar: Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Amanah, dan Jaga Aturan. Program ini diharapkan memperkuat sinergi Polri–masyarakat dalam menjaga Jakarta tetap aman dan tertib.

  • Pengungkapan Kasus AKN: Polisi Dalami Bukti Ilmiah dan Menunggu Hasil DNA

    Pengungkapan Kasus AKN: Polisi Dalami Bukti Ilmiah dan Menunggu Hasil DNA

    Jakarta — Polres Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan AI sebagai tersangka dalam kasus hilangnya anak berinisial AKN. Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers pada Senin (24/11/2025) malam.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh sejak laporan awal diterima pada 7 Maret 2025. Berbagai langkah dilakukan mulai dari pemeriksaan saksi, olah TKP, hingga analisa digital dan koordinasi lintas wilayah.

    “Kasus ini menjadi perhatian masyarakat sehingga seluruh proses kami pastikan berjalan akurat dan transparan. Semua temuan diverifikasi melalui metode penyidikan yang terukur,” kata Kombes Budi.

    Dari rangkaian penyidikan yang dilakukan, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan keterlibatan AI. Informasi tersebut diperkuat dengan keterangan saksi-saksi serta hasil penelusuran digital yang memetakan aktivitas terakhir tersangka.

    AI sebelumnya mengakui bahwa dirinya membawa AKN dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, lalu melakukan tindakan bekam yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ia kemudian menyampaikan bahwa jasad korban dibuang di sekitar Jembatan Cilalay, Tenjo.

    Sementara itu, Tim Forensik RS Polri Kramat Jati menerima dua kantong jenazah yang diduga berkaitan dengan kasus ini. Salah satunya berisi pakaian, dan satu kantong lainnya berisi potongan tulang manusia.

    “Hasil awal menunjukkan tulang tersebut berasal dari individu laki-laki dengan karakteristik ras mongoloid. Kami telah mengambil sampel DNA dari salah satu tulang panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dr Farah dari Tim Forensik RS Polri. Ia menambahkan bahwa identifikasi gigi tidak dapat dilakukan karena bagian rahang tidak ditemukan.

    Polisi kini menunggu hasil pemeriksaan DNA sebagai penentu identitas kerangka secara ilmiah. penyidikan tetap berlanjut untuk memastikan konstruksi peristiwa secara menyeluruh dan memberikan kepastian kepada keluarga.

    “Kami berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional dan objektif. Setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada publik,” tegas Kombes Budi

  • Guru BK Jadi Garda Terdepan: Densus 88 AT Polri dan Disdik DKI Jakarta Bersatu Lawan Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

    Guru BK Jadi Garda Terdepan: Densus 88 AT Polri dan Disdik DKI Jakarta Bersatu Lawan Kekerasan dan Radikalisme di Sekolah

    Jakarta, 25 November 2025 – Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas bagi 400 Guru Bimbingan Konseling (BK) SD, SMP, dan SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan aman dan bebas dari kekerasan maupun paparan paham radikal.

    “Sekolah perlu menjadi benteng nilai kebangsaan dengan memastikan seluruh warganya—guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik—berperan aktif menjaga lingkungan belajar dari pengaruh intoleransi, kekerasan, serta konten negatif digital,” kata Dr. Nahdiana, S.Pd., M.Pd., Kadisdik Prov. DKI Jakarta.

    Direktur Pencegahan Densus 88 AT Polri yang diwakilkan oleh Kombespol Moh Dofir, S.Ag., M.H., sebagai Kasubdit Kontra Ideologi Ditcegah Densus 88 AT Polri, menegaskan bahwa perundungan (bullying) tidak boleh lagi dianggap masalah ringan. “Bullying, trauma, dan kerentanan ekstremisme harus ditangani sejak dini,” ujarnya.

    Dr. Naomi Soetikno, S.Psi., M.Pd., Psikolog, menekankan bahwa memahami dinamika psikologis anak adalah fondasi penting dalam menangani kerentanan yang berpotensi dimanfaatkan kelompok radikal. “Guru BK diharapkan mampu menjadi early detector terhadap kondisi psikologis siswa,” katanya.

    Prima Dea Pangestu, M.Pd., perwakilan kementerian PPPA, menegaskan bahwa guru BK memegang peran krusial sebagai garda terdepan dalam perlindungan anak, pencegahan eksploitasi, serta penguatan sikap moderasi beragama di lingkungan sekolah.

    Solahudin, Akademisi & Peneliti jaringan Teror, menyoroti bahwa anak-anak saat ini hidup dalam dua dunia sekaligus fisik dan virtual di mana dunia virtual menyimpan ancaman yang lebih sulit dilihat oleh orang tua maupun guru.

    Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sekolah sebagai ruang aman dan bebas ekstremisme, serta meningkatkan kemampuan guru BK dalam mendeteksi dini dan mencegah kekerasan dan radikalisme di lingkungan pendidikan.

  • SAT RESKRIM POLRES METRO DEPOK GELAR OPERASI SIKAT JAYA 2025 DI SEPANJANG JL. MARGONDA RAYA

    SAT RESKRIM POLRES METRO DEPOK GELAR OPERASI SIKAT JAYA 2025 DI SEPANJANG JL. MARGONDA RAYA

    Depok – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Metro Depok melaksanakan Operasi Sikat Jaya 2025 dengan mengintensifkan kegiatan patroli dan razia di sejumlah titik rawan kejahatan di wilayah Kota Depok, khususnya di sepanjang Jl. Margonda Raya, yang merupakan jalur utama dan pusat aktivitas masyarakat.

    Kegiatan operasi ini difokuskan pada pencegahan dan penindakan berbagai bentuk kejahatan jalanan (street crime) serta aksi kriminal yang berpotensi mengganggu kondusifitas wilayah. Adapun sasaran operasi meliputi:
    • Tindak pidana Curat (Pencurian dengan Pemberatan)
    • Curas (Pencurian dengan Kekerasan)
    • Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor)
    • Aksi premanisme disertai ancaman kekerasan
    • Perjudian dalam berbagai bentuk
    • Peredaran minuman keras ilegal
    • Serta berbagai kejahatan lain yang meresahkan masyarakat

    Patroli dan razia dilaksanakan dengan menyisir titik-titik rawan, pusat keramaian, pertokoan, dan jalur lintasan kendaraan yang sering menjadi lokasi tindakan kriminal.
    Kasat Reskrim Polres Metro Depok Kompol Made Gede Oka Utama menyampaikan bahwa Operasi Sikat Jaya 2025 merupakan upaya berkelanjutan Polres Metro Depok untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus menekan angka kejahatan di wilayah Kota Depok.

    “Jl. Margonda Raya menjadi fokus pengamanan karena merupakan jalur utama sekaligus pusat mobilitas warga Depok. Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

    Dengan pelaksanaan operasi ini, Polres Metro Depok berharap dapat mengurangi potensi gangguan kamtibmas serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi di tengah-tengah aktivitas warga.