Depok – Kepolisian Sektor (Polsek) Cinere terus mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat melalui program unggulan Ngopi Kamtibmas (Ngobrol Santai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Kegiatan dialogis yang digelar dalam suasana santai ini kali ini dilaksanakan di Poskamling Ketapang, Jalan Sungai RT 002/RW 02, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok, pada Senin (3/11/2025) pukul 22.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Jati Baru Aiptu Edwien Andriansyahbersama Panit Binmas Polsek Cinere Ipda Jarot. Keduanya berinteraksi langsung dengan warga setempat, mendengarkan berbagai masukan, keluhan, serta membahas potensi kerawanan di lingkungan sekitar.
Aiptu Edwien Andriansyah menjelaskan bahwa Ngopi Kamtibmas merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk hadir dan dekat di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk bertukar informasi. Kami tidak hanya memberikan imbauan kamtibmas, tetapi juga mendengar langsung aspirasi dan kekhawatiran warga. Dengan duduk bersama sambil ngopi santai, diharapkan tidak ada lagi jarak antara polisi dan masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ipda Jarot menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama melalui kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling).
“Poskamling adalah ujung tombak keamanan. Kami mengajak seluruh warga untuk terus mengaktifkan Siskamling, mewaspadai potensi pencurian, kenakalan remaja, dan peredaran narkoba. Segera laporkan kepada kami jika menemukan hal-hal mencurigakan,” imbaunya.
Kegiatan Ngopi Kamtibmas di Poskamling Ketapang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polsek Cinere dan masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar patroli malam di sejumlah wilayah Jakarta, khususnya kawasan Jakarta Pusat pada Selasa (04/11/2025). Sebanyak 50 personel gabungan dari Polri dan Satpol PP DKI Jakarta diturunkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga Ibu Kota.
Kabawaskon Biro Logistik Polda Metro Jaya, AKBP Harry Gunawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Pada malam hari ini kami melaksanakan patroli dengan kekuatan 50 personel menuju wilayah pusat. Dalam pelaksanaannya, kami berkomitmen untuk meningkatkan rasa aman sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Harry.
Selain melakukan patroli di titik-titik rawan, petugas juga melaksanakan kegiatan dialogis dengan masyarakat yang sedang melintas di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memberikan imbauan kamtibmas secara langsung agar masyarakat turut berperan aktif menjaga ketertiban di lingkungannya.
Harry menambahkan, kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas, tetapi juga bentuk nyata pelayanan Polri agar warga dapat beraktivitas dengan aman dan tenang.
Patroli malam ini juga menjadi bagian dari agenda rutin yang sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya, guna memastikan Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warganya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, mari bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Jakarta,” pungkas Harry.
Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan penghargaan kepada Rahmad Fauzi, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam program Ojol Kamtibmas, atas aksi cepat dan kepeduliannya membantu kepolisian dalam menggagalkan tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Timur.
Penghargaan diberikan pada saat apel yang digelar di Halaman Mako Polres Metro Jakarta Timur, Senin (3/11/2025) pagi.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menjadi mitra kepolisian dalam mencegah tindak kejahatan di wilayahnya.
“Tadi pagi kita melaksanakan apel sekaligus memberikan penghargaan kepada salah satu rekan kita, Ojol Kamtibmas, yang telah membantu kepolisian dalam mencegah tindak pidana pencurian sepeda motor di wilayah Jakarta Timur,” ujarnya.
lanjut, Program Ojol Kamtibmas tersebut dicanangkan oleh Bapak Kapolri pada 23 Oktober lalu di Monas. Para ojol ini menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta berperan aktif dalam pencegahan kejahatan di jalanan.
Diketahui, Ahmad Fauzi berhasil menggagalkan aksi pencurian sepeda motor dengan mengamankan barang bukti dan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian, hingga pelaku berhasil diamankan.
“Beliau sigap melihat adanya kejadian pencurian, kemudian mengamankan barang bukti, berkoordinasi dengan polisi, dan turut membantu dalam proses penangkapan pelaku. Ini adalah tindakan luar biasa yang patut diapresiasi,” tuturnya
sementara, Rahmad Fauzi mengaku tidak menyangka akan mendapat penghargaan langsung dari Kapolda Metro Jaya.
“Saya hanya ingin membantu agar lingkungan aman. Saat melihat ada kejadian, saya langsung lapor ke polisi dan bantu amankan pelakunya sampai petugas datang. Saya berterima kasih atas penghargaan ini,” ucapnya dengan penuh haru.
tidak hanya itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan apresiasi terhadap aksi heroik Rahmad Fauzi tersebut merupakan bukti nyata kemitraan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.
“Program Ojol Kamtibmas ini adalah bentuk kemitraan Polri dengan masyarakat. Pak Kapolda memberikan penghargaan sebagai bentuk terima kasih kepada warga yang berkontribusi nyata dalam pencegahan kejahatan. Saudara Rahmad Fauzi telah menjadi contoh bahwa kepedulian bisa menyelamatkan banyak orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan Polda Metro Jaya akan memperluas pembinaan Ojol Kamtibmas ke seluruh wilayah hukum jajaran Polda Metro Jaya.
“Kami ingin semakin banyak pengemudi ojol yang menjadi mitra Polri. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan humanis,” imbuhnya.
Melalui penghargaan ini, Polda Metro Jaya berharap agar masyarakat semakin bersemangat untuk berkolaborasi dengan kepolisian. Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen warga.
“Apa yang dilakukan Saudara Ahmad Fauzi menjadi contoh bagi kita semua. Ketika masyarakat peduli dan mau berbuat, maka Jakarta akan menjadi kota yang aman dan nyaman untuk semua,” pungkasnya
Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan sekaligus menutup acara Tanwir ke-XXXIII IMM di UMM Dome, Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, Sigit mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia.
“Seluruh mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” kata Sigit mengawali sambutannya.
Menurut Sigit, kegiatan ini merupakan bentuk dan wujud nyata dari terciptanya semangat kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, Pemerintah dan seluruh stakeholder.
“Untuk terus saling mendukung saling bekerjasama, gotong royong untuk mendorong program pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi wujudkan Indonesia leboh baik dan tentunya dibutuhkan kerja sama seluruh pihak dan elemen bangsa,” tutur Sigit.
Sigit menjelaskan, Polri dan elemen mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa, mewujudkan SDM unggul dan kompetitif serta pemberdayaan sektor UMKM.
“Mahasiswa harus turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, maraknya judi daring, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas,” ujar Sigit.
Menurut Sigit, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karenanya, para mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya yang unggul.
“Teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap menjadi aktor-aktor yang akan menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045,” ujar Sigit.
Oleh karena itu, Sigit menyebut, pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk membangun negeri mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.
Jakarta – Polda Metro Jaya kembali melaksanakan program rutin Jumat Peduli sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, pada Jumat (31/10/2025). dalam kegiatan kali ini sebanyak 500 paket sembako disalurkan kepada para pengemudi ojek online di wilayah Jabodetabek.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian Kapolda Metro Jaya berkolaborasi bersama mitra-mitra yang turut berkontribusi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, sekaligus ajakan untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas pengemudi Ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Bapak Kapolda Metro Jaya mengingatkan seluruh jajaran agar selalu meningkatkan kepedulian kepada masyarakat. Masyarakat adalah keluarga kita, saudara kita, yang harus kita lindungi bersama,” ujar Brigjen Pol Ade Ary di polda metro jaya pada, Jumat (31/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Brigjen Pol Ade Ary juga menyampaikan kabar membanggakan dari wilayah Jakarta Timur, di mana seorang pengemudi Ojol Kamtibmas berhasil menangkap tangan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Cakung beberapa hari lalu.
Atas keberaniannya, pengemudi tersebut telah mendapat penghargaan dari Kapolres Metro Jakarta Timur dan akan segera menerima reward dari bapak Kapolda Metro Jaya sebagai bentuk apresiasi.
“Ini contoh nyata partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Keberanian saudara kita dari komunitas Ojol Kamtibmas menjadi bukti bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat berjalan dengan baik,” ungkap Ade Ary.
Selain penyerahan sembako, kegiatan Jumat Peduli juga diisi dengan penyampaian imbauan keselamatan berlalu lintas dan pesan kamtibmas kepada para pengemudi Ojol oleh anggota Polwan. Mereka mengingatkan pentingnya menaati aturan lalu lintas, menjaga keselamatan diri dan penumpang, serta ikut membantu menciptakan situasi yang aman di jalan raya.
“Rekan-rekan Ojol ini 24 jam berada di lapangan. Kami mengajak mereka untuk turut menjadi mata dan telinga kepolisian. Bila melihat potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan ke 110. Kami juga hadir 24 jam melalui patroli dialogis, sambang dan program kemitraan berbasis komunitas,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Brigjen Pol Ade Ary menegaskan bahwa menjaga keamanan Jakarta adalah tugas bersama antara aparat dan masyarakat. Ia menyebut keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya ditentukan oleh aparat penegak hukum, melainkan juga partisipasi aktif berbagai elemen, termasuk komunitas Ojol, tokoh masyarakat, dan para stakeholder.
“Semakin banyak yang peduli dan terlibat aktif menjaga lingkungan, semakin kecil peluang kejahatan terjadi. Kami mengapresiasi langkah nyata dari komunitas Ojol Kamtibmas yang turut membantu menciptakan situasi kondusif di wilayahnya,” tutur Ade Ary.
Sementara itu, perwakilan komunitas ojek online menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan jajaran Polda Metro Jaya.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari Bapak Kapolda Metro Jaya serta seluruh jajaran. Kegiatan seperti ini membuat kami merasa lebih dekat dan termotivasi untuk ikut menjaga keamanan serta ketertiban di Jakarta,” ujar salah satu perwakilan ojol.
Jakarta Pusat – Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro meresmikan gerai “Ojol Mart” ke-6 di Polsubsektor Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jumat siang (31/10/2025). Peresmian ini menjadi bagian dari monitoring dan pengamanan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kontribusi driver ojek online (Ojol) di Jakarta Pusat.
Acara dihadiri oleh Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Budi Prasetya, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan, jajaran kepolisian, Danramil Sawah Besar, Camat Sawah Besar, serta ratusan driver Ojol dan ojek pangkalan.
Peresmian dimulai pukul 13.13 WIB dengan sambutan dari Bapak Anto, perwakilan driver Ojol. Ia menyampaikan terima kasih atas fasilitas Ojol Mart, yang diharapkan menjadi tempat curhat sekaligus mendukung koordinasi antara driver dan kepolisian.
“Terima kasih kepada Kapolres, Wakapolres, dan Kapolsek Sawah Besar. Semoga Ojol Mart ini bisa membantu kami driver Ojol di wilayah Sawah Besar, menjadi tempat curhat, dan mendukung tugas-tugas kepolisian,” kata Bapak Anto.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menekankan pentingnya inovasi kepolisian untuk menciptakan keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung perekonomian driver Ojol.
“Salam 1 Aspal untuk seluruh driver Ojol. Saya tahu pekerjaan rekan-rekan tidak mudah, kadang hujan, panas, bahkan risiko di jalanan itu tinggi. Ojol Mart ini bukan sekadar gerai, tapi tempat rekan-rekan merasa didengar, tempat untuk berbagi cerita, dan juga mendukung kesejahteraan rekan-rekan. Semoga gerai ke-6 ini menjadi titik awal agar lebih banyak Ojol di Jakarta Pusat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Kapolres juga menambahkan, “Kami dari kepolisian ingin selalu dekat dengan masyarakat, termasuk para Ojol. Jika rekan-rekan punya kesulitan atau ide, jangan ragu untuk datang ke Ojol Mart. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersamaan di Jakarta Pusat.”
Acara dilanjutkan dengan doa bersama dan peresmian gerai secara simbolis pada pukul 13.27 WIB, diakhiri sesi foto bersama. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga pukul 13.55 WIB.
Polri juga menyalurkan bantuan beras dan santunan kepada para driver Ojol, ojek pangkalan, PPSU, dan anak yatim. Sebanyak 70 driver Ojol, 10 ojek pangkalan, 10 PPSU, dan 10 anak yatim menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian sosial kepolisian terhadap masyarakat.
Dengan hadirnya Ojol Mart, gerai ini diharapkan menjadi pusat pelayanan bagi komunitas Ojol, sarana komunikasi dengan kepolisian, serta mendukung peningkatan perekonomian dan keamanan wilayah Jakarta Pusat.
Denpasar, 30 Oktober 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan publik, menjawab tuntutan masyarakat akan kinerja kepolisian yang cepat, adil, dan transparan. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung implementasi Pamapta dan peningkatan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polresta Denpasar, Polda Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.
Sesuai dengan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., seluruh pelayanan kepolisian di SPKT — baik di tingkat Polsek, Polres, hingga Polda di seluruh Indonesia — harus direvitalisasi secara menyeluruh. Revitalisasi ini dilakukan dengan mengaktifkan kembali peran Pamapta sebagai sistem komando terintegrasi yang mampu merespons laporan masyarakat secara cepat, mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara), serta menindaklanjuti laporan kejahatan dan gangguan kamtibmas secara tepat dan terukur. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan publik Polri yang modern, responsif, dan akuntabel. Melalui revitalisasi tersebut, setiap laporan masyarakat akan langsung terhubung ke jaringan pengawasan terpadu dari Mabes hingga kewilayahan, memastikan respon cepat dan penanganan yang transparan di seluruh Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, antara lain Irjen Pol. Umar Effendi, S.I.K., M.Si. selaku Kasatgas Penjamin Mutu Akselerasi Transformasi Polri dan Dosen Kepolisian Utama PTIK Lemdiklat Polri; Irjen Pol. Iman Prijantoro, S.H. selaku Analis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasional Itwasum Polri; Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Kapolda Bali; serta jajaran pejabat utama Polda dan Polresta Denpasar. Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan bahwa transformasi pelayanan publik berjalan nyata hingga ke tingkat terdepan.
Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan pelayanan publik merupakan prioritas utama Polri dalam mewujudkan lembaga kepolisian yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi SPKT dan Pamapta. “Pamapta harus berani dan tegas memimpin serta mengarahkan piket fungsi, karena Pamapta adalah Kapolres di luar jam dinas,” ujarnya. Ia juga menekankan perlunya penyesuaian pola patroli berdasarkan tingkat kerawanan wilayah agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat. Sebagai langkah konkret, Polri akan meluncurkan pilot project penerapan Pamapta pada pelaksanaan Apel Kasatwil mendatang sebagai model nasional dalam meningkatkan efektivitas pengawasan dan respon cepat di lapangan.
Dalam tinjauannya, Wakapolri juga memberikan perhatian terhadap peningkatan fasilitas di SPKT agar masyarakat merasa nyaman saat melapor. Polri tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain ruang bermain anak, ruang laktasi bagi ibu menyusui, serta ruang KASPKT yang dilengkapi perlengkapan operasional seperti rompi, senjata listrik, body vest, jas hujan, dan Quick Response Set Sabhara. Semua ini dirancang untuk menciptakan pelayanan yang ramah, humanis, dan inklusif bagi seluruh masyarakat yang datang ke kantor polisi.
Dari sisi teknologi, Polri terus mengembangkan sistem digitalisasi pelayanan publik. Sistem pelaporan akan dilengkapi fitur identifikasi pelapor — berupa foto, nama, dan lokasi — yang dapat dipantau langsung oleh petugas on duty. Operator di SPKT juga dapat mengarahkan kamera, melakukan video tour di titik rawan, dan memantau situasi lalu lintas secara real-time melalui video drone. Sistem ini akan segera diintegrasikan dengan aplikasi Mabes Polri guna membentuk data tunggal tanpa duplikasi, mempercepat proses analisis, serta memastikan setiap laporan dapat direspons dengan akurat.
Wakapolri menegaskan bahwa seluruh inovasi dan sistem pelayanan digital ini tidak boleh berhenti pada tataran formalitas. “Semua aplikasi dan perangkat yang dibangun harus benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi. Polri harus hadir dengan bukti kerja, bukan hanya janji,” tegasnya. Ia juga mendorong penggunaan body camera sebagai alat pengawasan dan bukti otentik dalam setiap kegiatan kepolisian di lapangan.
Langkah-langkah tersebut menjadi jawaban konkret Polri terhadap berbagai kritik dan isu negatif yang berkembang di masyarakat mengenai pelayanan kepolisian yang dinilai belum maksimal. Melalui transformasi digital, penguatan peran Pamapta, dan revitalisasi SPKT secara nasional, Polri menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.
“Polri harus berubah dan terus berbenah. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan Polri harus hadir dengan wajah humanis, profesional, dan mampu memberikan rasa aman,” ujar Wakapolri menutup arahannya.
Dengan implementasi terukur dan komitmen berkelanjutan dari seluruh jajaran, Polri optimistis ke depan pelayanan SPKT di seluruh Indonesia akan menjadi simbol nyata dari transformasi Polri menuju institusi yang modern, transparan, dan dipercaya rakyat.
Jakarta Pusat – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Metro Jaya melaksanakan bakti kesehatan hari keempat di RW 05 Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025). Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB di Aula RW 05 dan berlangsung aman, tertib, serta mendapat sambutan antusias dari warga.
Kegiatan dipimpin oleh AKP Ali Muryanto, S.Kep., dengan melibatkan tim medis dan personel Brimob. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pendaftaran, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, konsultasi kesehatan, pemberian obat dan vitamin, serta pembagian paket sembako.
Sebanyak 218 warga mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pemeriksaan, tercatat 53 warga mengalami hipertensi, 8 diabetes, 20 flu, 20 hiperkolesterol, 26 myalgia, 12 asam urat, dan 4 gastritis. Selain itu, 53 warga menjalani pemeriksaan laboratorium. Kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan Brimob di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak nyata, selain menjalankan tugas menjaga keamanan.
Program ini juga mendukung kebijakan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., melalui program Jaga Jakarta, yang menekankan pentingnya menjaga warga, lingkungan, aturan, serta amanah melalui pelayanan publik yang humanis dan berkesinambungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Brimob Polda Metro Jaya semakin mempererat hubungan dengan masyarakat serta menunjukkan pengabdian nyata melalui pelayanan kesehatan dan kepedulian sosial bagi warga Jakarta.
Dr. Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Menjaga Kepercayaan Publik
Jakarta, 30 Oktober 2025 – Di tengah derasnya arus informasi dan banjir konten digital, peran Humas Polri menjadi semakin strategis sebagai garda depan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).
Dr. Devie menegaskan bahwa dunia komunikasi kini memasuki era Experience Economy dan Attention Economy. Dalam era ini, perhatian publik menjadi aset paling berharga, dan keberhasilan sebuah institusi tidak lagi hanya diukur dari apa yang disampaikan, tetapi dari bagaimana pesan itu dihadirkan dan dirasakan oleh masyarakat.
“Tantangan terbesar Humas Polri saat ini bukan sekadar bagaimana menarik perhatian publik, tetapi bagaimana mempertahankannya agar pesan institusi tidak tenggelam di tengah kebisingan digital,” ujar Dr. Devie. “Setiap anggota Polri sejatinya adalah humas. Polisi bukan berdiri untuk masyarakat, tetapi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”
Menurut Dr. Devie, komunikasi publik Polri perlu dibangun di atas empat elemen utama: hiburan (entertainment), pendidikan (educational), estetika (aesthetic), dan keaslian (authentic). Ia menekankan, hiburan dalam konteks komunikasi bukan berarti sekadar menyenangkan, melainkan menenangkan dan menuntun pada kebenaran. Estetika mencerminkan profesionalisme dan kenyamanan pelayanan, sedangkan keaslian menunjukkan ketulusan serta karakter sejati institusi Polri.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa fenomena “lost in the scroll” yang diungkap Forbes menjadi tantangan nyata bagi lembaga seperti Humas Polri. Di tengah derasnya arus konten media sosial, perhatian publik sangat mudah teralihkan. Karena itu, komunikasi Polri perlu disajikan secara menarik, ringkas, dan relevan agar pesan penting tidak hilang di tengah kebisingan digital.
“Pesan apa pun, termasuk dari Polri, jika tidak disampaikan dengan cara yang sesuai dengan pola konsumsi digital masyarakat, akan mudah terlewatkan,” jelasnya. “Judul yang kuat, kalimat pembuka yang menarik, serta visual yang bermakna menjadi kunci agar pesan Polri dapat diterima dengan baik.”
Dr. Devie juga menegaskan bahwa membangun citra positif Polri tidak dapat dilakukan hanya melalui strategi komunikasi formal, tetapi melalui praktik komunikasi yang hidup dalam keseharian anggota di lapangan. Masyarakat menilai kinerja Polri bukan hanya dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari cara setiap anggota berbicara, bersikap, dan berinteraksi.
“Komunikasi bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari tugas inti Polri,” tegasnya. “Kepercayaan publik tidak dimulai dari seragam, pangkat, atau jabatan—melainkan dari tutur kata dan empati dalam berinteraksi.”
Sebagai penutup, Dr. Devie mengingatkan bahwa di era digital, komunikasi bukan lagi tentang siapa yang paling sering berbicara, melainkan siapa yang paling tulus dan autentik dalam menyampaikan pesan.
“Dunia tidak kekurangan informasi, melainkan kekurangan makna,” ujarnya. “Setiap pesan Humas Polri harus membawa nilai, kejujuran, dan empati. Karena pada akhirnya, Polri tidak hanya bekerja untuk masyarakat — Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”
Kabupaten Bekasi — Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan serikat pekerja, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Mustofa, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin pelayanan keberangkatan massa buruh FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia)/Garda Metal Kabupaten Bekasi menuju Gedung JICC Senayan, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Keberangkatan sekitar 100 orang buruh dari kawasan Industri MM 2100, Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat, ini bertujuan menghadiri agenda konsolidasi dan pendalaman isu ketenagakerjaan serta hubungan industrial. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aspirasi buruh terkait berbagai regulasi yang dianggap belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Metro Bekasi didampingi Wakasat Intelkam Kompol Sigit Pangarso, S.Sos., Kapolsek Cikarang Barat AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, S.I.K., M.H., dan Kanit Intelkam AKP Anwar Firdaus, S.H. Adapun pengamanan kegiatan melibatkan 19 personel gabungan dari Polsek Cikarang Barat, Satuan Intelkam, dan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi.
Sebelum rombongan berangkat menggunakan tiga unit bus Astina Trans, Kapolres menyampaikan pesan dan imbauan kamtibmas kepada para peserta aksi agar menjaga ketertiban selama perjalanan dan tidak mudah terprovokasi.
“Terima kasih kepada rekan-rekan Garda Metal yang sudah hadir pagi ini. Mohon dilakukan pengecekan terhadap anggota sebelum keberangkatan. Kami berharap perjalanan berjalan aman dan lancar, dan semuanya bisa kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Mustofa.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara peserta aksi dengan pihak kepolisian. “Apabila ada kendala di lapangan, silakan langsung berkoordinasi dengan anggota Intelkam Polres. Kami siap membantu dan memastikan kegiatan berlangsung kondusif,” tambahnya.
Adapun isu-isu yang diangkat dalam konsolidasi FSPMI kali ini meliputi penolakan terhadap sistem outsourcing, tuntutan kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5%, revisi regulasi ketenagakerjaan, pembentukan Satgas PHK, hingga reformasi pajak perburuhan.
Dengan pengawalan dan pelayanan yang dilakukan jajaran Polres Metro Bekasi, keberangkatan massa buruh berlangsung tertib, aman, dan lancar hingga rombongan meninggalkan kawasan industri MM2100 menuju JICC Senayan Jakarta.