Category: Uncategorized

  • Patroli Perintis Presisi Jaga Jakarta: Bubarkan Balap Liar hingga Gagalkan Tawuran

    Patroli Perintis Presisi Jaga Jakarta: Bubarkan Balap Liar hingga Gagalkan Tawuran

    Jakarta – Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya kembali bergerak cepat menjaga situasi kamtibmas di wilayah ibu kota. Dalam patroli dini hari, Jumat (17/10/2025), petugas berhasil membubarkan aksi balap liar dan mengamankan 15 pemuda yang kedapatan membawa 12 senjata tajam berbagai ukuran.

    Patroli yang digelar mulai pukul 00.30 WIB ini dipimpin IPDA Abdul Kadzim, S.H dan AIPTU M.P. Ambarita, dengan penanggung jawab Dirsamapta Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K serta KOMPOL Daru Wibowo Saputro, S.Sos., S.I.K., M.M.. Sebanyak 27 personel dikerahkan, termasuk anggota Polwan, Patko, dan Unit K9.

    Dirsamapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K, Menjelaskan Sekitar pukul 01.01 WIB, tim patroli menemukan sekelompok pemuda yang tengah melakukan aksi balap liar di lampu merah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Petugas langsung membubarkan kegiatan tersebut dan menertibkan situasi agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

    “Kami tidak akan memberi ruang bagi aksi balap liar di Jakarta. Kegiatan ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat dan pelaku itu sendiri,”Ungkapnya.

    Lanjut, Sekitar pukul 02.04 WIB, tim kembali melakukan patroli di Jl. Cilangkap Baru, Jakarta Timur. Petugas mendapati tiga pemuda mencurigakan dan setelah diperiksa, ditemukan 1 bilah senjata tajam jenis celurit.

    Ketiganya, yaitu R (20), M (20) AR (21), langsung diamankan ke Polsek Cipayung bersama barang bukti satu unit motor dan tiga handphone.

    tidak hanya itu, Sekitar pukul 02.32 WIB, tim Patroli Patroli Perintis Presisi mendapat laporan warga soal sekelompok pemuda yang berkumpul di Jl. Mendut No. 62, Jatisampurna, Bekasi. Setelah dicek, benar saja, para pemuda tersebut bersiap melakukan tawuran dengan membawa 11 senjata tajam berbagai ukuran.

    Tim Patroli Patroli Perintis Presisi langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan 12 pemuda, beserta barang bukti berupa 9 unit motor, 5 handphone, dan 11 senjata tajam terdiri dari 6 celurit, 4 corbek, serta 1 golok.

    “Aksi cepat personel di lapangan patut diapresiasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kehadiran Tim Perintis Presisi mampu mencegah potensi tawuran dan kriminalitas jalanan sejak dini,” tambah Kombes Yully.

    Kegiatan patroli berakhir sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke Mako Dit Samapta Polda Metro Jaya dalam keadaan aman, tertib, dan situasi wilayah yang kondusif.

    Melalui kegiatan rutin ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, tawuran, dan kejahatan jalanan.
    Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan Jakarta yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Masyarakat.

    “Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli malam hari. Kehadiran polisi di jalan bukan hanya untuk penegakan hukum, tapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

  • Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Sukses Pelaksanaan MBG, Depok Bentuk Satgas Terpadu Evaluasi dan Monitoring

    DEPOK – Kolaborasi dan sinergitas lintas sektor terus digalakan guna menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto di Kota Depok.
    Kabag Ops Polres Metro Depok, AKBP Maulana Jali Karepesina menjelaskan, untuk mencapai tujuan pembangunan nasional maupun daerah dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dalam bentuk gotong royong.
    “Termasuk bagaimana komunikasi yang baik antar seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita pembangunan terwujud dengan baik,” ujar dia kepada Kepada Harian Radar Depok, Kamis (16/10).
    Di Kota Depok, kata AKBP Maulana Jali Karepesina mengatakan, seluruh pihak selama ini telah bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsinya. Namun, ia menekankan pentingnya kerja sama agar setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Termasuk pada pelaksanaan MBG.
    “Jadi ini adalah wujud kolaborasi, kesepahaman, dan kesadaran kolektif kita bahwa tugas-tugas yang diberikan akan lebih maksimal jika dikerjakan bersama-sama,” kata dia.
    Saat ini, lanjut AKBP Maulana Jali Karepesina, lintas sektor di Kota Depok terus melaksanakan pengawasan dan pemantauan MBG yang dilakukan dengan rapat kordinasi secara rutin.
    “Terakhir, pada rapat kordinasi mengasili kesepakatan untuk membentuk satuan tugas (Satgas) satgas terpadu evaluasi dan monitorin MBG, guna memberikan pengawasan terhadap MBG di wilayah Kota Depok,” ucap dia.
    AKBP Maulana Jali Karepesina menjelaskan, kolaborasi lintas sektor ini dilakukan guna mengantisipasi kejadian tak terduga pada pelaksanaan MBG di Kota Depok.
    “Termasuk, kami juga terus diberikan sosialisasi keamanan pangan dan Gizi oleh kadinkes, stakeholder terkait, seperti Polres, Kodim, dan perwakilan SPPG se-kota Depok, Korwil Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar dia.
    Tentunya, kata AKBP Maulana Jali Karepesina, pengawasan MBG dari lintas sektor memiliki peranya masing-masing dalam menyukseskanya. Seperti Pemkot Depok, soal keamanan pangan dan Polres Metro Depok guna memastikan penerima tepat sasaran.
    “Insya Allah kejadian di kota lain tidak terjadi di Kota Depok, dengan pengawasan dari berbagai stakeholder,” tutur dia. (ana)

  • Patroli Perintis Presisi Jaga Jakarta: Bubarkan Balap Liar hingga Gagalkan Tawuran

    Jakarta – Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya kembali bergerak cepat menjaga situasi kamtibmas di wilayah ibu kota. Dalam patroli dini hari, Jumat (17/10/2025), petugas berhasil membubarkan aksi balap liar dan mengamankan 15 pemuda yang kedapatan membawa 12 senjata tajam berbagai ukuran.

    Patroli yang digelar mulai pukul 00.30 WIB ini dipimpin IPDA Abdul Kadzim, S.H dan AIPTU M.P. Ambarita, dengan penanggung jawab Dirsamapta Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K serta KOMPOL Daru Wibowo Saputro, S.Sos., S.I.K., M.M.. Sebanyak 27 personel dikerahkan, termasuk anggota Polwan, Patko, dan Unit K9.

    Dirsamapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Yully Kurniawan, S.I.K, Menjelaskan Sekitar pukul 01.01 WIB, tim patroli menemukan sekelompok pemuda yang tengah melakukan aksi balap liar di lampu merah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Petugas langsung membubarkan kegiatan tersebut dan menertibkan situasi agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.

    “Kami tidak akan memberi ruang bagi aksi balap liar di Jakarta. Kegiatan ini sangat membahayakan keselamatan masyarakat dan pelaku itu sendiri,”Ungkapnya.

    Lanjut, Sekitar pukul 02.04 WIB, tim kembali melakukan patroli di Jl. Cilangkap Baru, Jakarta Timur. Petugas mendapati tiga pemuda mencurigakan dan setelah diperiksa, ditemukan 1 bilah senjata tajam jenis celurit.

    Ketiganya, yaitu R (20), M (20) AR (21), langsung diamankan ke Polsek Cipayung bersama barang bukti satu unit motor dan tiga handphone.

    tidak hanya itu, Sekitar pukul 02.32 WIB, tim Patroli Patroli Perintis Presisi mendapat laporan warga soal sekelompok pemuda yang berkumpul di Jl. Mendut No. 62, Jatisampurna, Bekasi. Setelah dicek, benar saja, para pemuda tersebut bersiap melakukan tawuran dengan membawa 11 senjata tajam berbagai ukuran.

    Tim Patroli Patroli Perintis Presisi langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan 12 pemuda, beserta barang bukti berupa 9 unit motor, 5 handphone, dan 11 senjata tajam terdiri dari 6 celurit, 4 corbek, serta 1 golok.

    “Aksi cepat personel di lapangan patut diapresiasi. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kehadiran Tim Perintis Presisi mampu mencegah potensi tawuran dan kriminalitas jalanan sejak dini,” tambah Kombes Yully.

    Kegiatan patroli berakhir sekitar pukul 07.00 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke Mako Dit Samapta Polda Metro Jaya dalam keadaan aman, tertib, dan situasi wilayah yang kondusif.

    Melalui kegiatan rutin ini, Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan ibu kota serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti balap liar, tawuran, dan kejahatan jalanan.
    Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menciptakan Jakarta yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh Masyarakat.

    “Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli malam hari. Kehadiran polisi di jalan bukan hanya untuk penegakan hukum, tapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

  • Jangkau Ribuan Anak di Kupang: Kapolda NTT Jamin Kualitas dan Keamanan Pangan SPPG Polri

    ​KUPANG – Dalam upaya menjaga dan mendukung tumbuh kembang anak-anak serta siswa sekolah di Nusa Tenggara Timur, Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terus berinovasi melalui penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) POLRI. Program yang telah berjalan sejak bulan Juli ini telah memberikan manfaat kepada 2.692 penerima, terdiri dari siswa sekolah, guru, dan petugas posyandu di berbagai wilayah di Kota Kupang dan sekitarnya.

    Kegiatan MBG di bawah pengelolaan SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT menjadi salah satu bukti nyata kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda. Di balik setiap porsi makanan bergizi yang diterima anak-anak sekolah, tersimpan kerja keras, disiplin, dan semangat pengabdian dari para petugas yang setiap hari menyiapkan hidangan sehat dengan penuh tanggung jawab.

    Sejak pagi hari, suasana dapur SPPG sudah dipenuhi aktivitas para petugas yang menyiapkan bahan-bahan segar seperti sayuran, daging, telur, dan bahan pelengkap lainnya. Semua bahan dicuci bersih dan ditakar sesuai kebutuhan agar hasil masakan benar-benar higienis serta memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh tenaga ahli.

    Setelah bahan siap, juru masak mulai bekerja dengan penuh semangat. Wajan berdesis, aroma masakan menggugah selera, dan koordinasi yang teratur menunjukkan profesionalisme tim di dapur. Di sinilah tercipta makanan bergizi yang bukan hanya lezat, tetapi juga seimbang dan berguna untuk mendukung pertumbuhan anak-anak dan siswa sekolah menengah penerima manfaat.

    Sebelum MBG dikirimkan, tim pengawas melakukan pemeriksaan kualitas secara menyeluruh. Makanan yang akan disalurkan harus dipastikan matang sempurna, tidak terkontaminasi, dan memenuhi standar gizi. Tahap ini menjadi wujud tanggung jawab moral dari SPPG POLRI untuk menjamin mutu setiap sajian yang dikonsumsi masyarakat.

    Setelah lulus pemeriksaan, makanan bergizi dikemas dengan sistem tertutup dan higienis. Setiap wadah diberi label sesuai jenis menu dan waktu makan – pagi, siang, atau malam. Petugas bekerja dengan cepat dan penuh kehati-hatian agar makanan tetap dalam kondisi hangat dan layak konsumsi hingga sampai di lokasi penerima.

    Usai pengemasan, seluruh peralatan dapur dan wadah makanan dibersihkan melalui proses “cuci ompreng”. Proses ini menjadi tahapan penting untuk menjaga sanitasi dan mencegah kontaminasi silang pada siklus pengolahan berikutnya. Prinsip “bersih, aman, dan siap pakai” selalu dijunjung tinggi dalam setiap kegiatan SPPG POLRI.

    Setelah seluruh proses selesai, tim distribusi bergerak cepat menyalurkan MBG menggunakan kendaraan operasional menuju titik-titik distribusi yang telah ditentukan. Hingga saat ini, MBG dari SPPG POLRI SPN Kupang Polda NTT telah disalurkan ke berbagai lembaga pendidikan dan layanan masyarakat seperti SMK Negeri 1 Kupang, SMP Negeri 1 Kupang, TK Kemala Bhayangkari, PAUD Belajar Mandiri, Posyandu Mawar, dan Posyandu Kemala Bhayangkari.

    Di setiap lokasi, sambutan antusias selalu terlihat. Para siswa, guru, dan petugas posyandu dengan senang hati menerima paket makanan bergizi yang telah disiapkan dengan penuh ketulusan. Wajah-wajah ceria dan semangat para penerima menjadi bukti bahwa program ini benar-benar memberikan dampak positif terhadap semangat belajar dan kesehatan masyarakat.

    Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K, M.Si., melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa​ program ini tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga menjamin kualitas dan keamanan makanan. Polda NTT menempatkan peran Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) dan ahli gizi sebagai pilar utama dalam proses penyediaan makanan.

    ​“Kami tidak hanya menyalurkan, tetapi juga menjamin bahwa setiap porsi makanan yang diterima anak-anak kita adalah makanan yang betul-betul aman dan bergizi. Tim dari Biddokkes Polda NTT melakukan pengawasan ketat, mulai dari bahan baku hingga proses masak,” ujar Kabidhumas Polda NTT.

    ​Hasil pemeriksaan oleh tim food safety menunjukkan standar kebersihan yang tinggi telah diterapkan. “Pengecekan meliputi kebersihan dapur dan kualitas bahan baku. Kami pastikan kondisi dapur dalam keadaan baik, bahan baku yang digunakan segar, serta ompreng dan peralatan masak bersih,” tegas Kombes Henry.

    Kabidhumas menyampaikan bahwa program MBG adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masa depan bangsa, khususnya di NTT.
    ​“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah investasi kita untuk masa depan generasi penerus bangsa. Anak-anak yang sehat dan memiliki gizi yang baik akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan kuat, yang pada akhirnya akan membangun Nusa Tenggara Timur ini menjadi lebih maju. Kami di Polda NTT berkomitmen untuk terus mendukung program prioritas ini dengan standar pelayanan terbaik, memastikan penyaluran berjalan lancar dan kualitas gizi tetap terjaga. Kesehatan dan kecerdasan anak-anak NTT adalah prioritas kami,” pungkas Kombes Henry Novika Chandra.

    ​Diharapkan, dengan adanya program MBG yang didukung penuh oleh Polda NTT ini, pemenuhan gizi di kalangan pelajar dan anak-anak usia dini di Kota Kupang dapat ditingkatkan, sekaligus membangun citra Polri yang semakin dekat dan melayani masyarakat.

  • Kudus, 15 Oktober 2025-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, yang diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, pada 11 hingga 26 Oktober 2025.

    Ajang nasional yang diikuti oleh 2.645 atlet dari 38 KONI Provinsi ini mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri, yaitu:
    1. Karate
    2. Tarung Derajat
    3. Ju-Jitsu
    4. Pencak Silat
    5. Taekwondo
    6. Gulat
    7. Judo
    8. Sambo
    9. Wushu
    10. Shorinji Kempo

    Selama perhelatan berlangsung, Data perolehan medali dari atlet Polri di cabang beladiri lainnya masih terus dihimpun, dan diharapkan kontribusi anggota Polri dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga nasional.

    Dari cabang-cabang tersebut, sejumlah atlet Polri turut berpartisipasi mewakili provinsi masing-masing, menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu cabang yang menorehkan hasil gemilang adalah Taekwondo, di mana atlet Garbha Presisi Polri berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

    Perolehan Medali Cabang Taekwondo oleh Atlet Polri:

    🥇 Medali Emas:
    1. Briptu Rizky Anugrah Prasetyo – Polda Jawa Timur (Kelas O-87 kg Putra)
    2. Bripda Adhetian Setya Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-87 kg Putra)
    3. Bripda Mega Djuwita – Polda Riau (Kelas U-73 kg Putri)
    4. Bripda Petrus Khrisna Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-54 kg Putra)
    5. Bripda Shaleha Fitriana – Polda Jawa Tengah (Kelas U-62 kg Putri)

    🥈 Medali Perak:
    1. Bripda Sekar Embun – Polda Bangka Belitung (Kelas U-67 kg Putri)
    2. Briptu Siloam Begur – Polda Kalimantan Timur (Kelas U-54 kg Putra)

    🥉 Medali Perunggu:
    1. Briptu Johansen Visenzo – Polda Sulawesi Tengah (Poomsae Beregu Putra)
    2. Bripda Yogy Aziz Sigiantoro – Polda Jawa Tengah (Kelas U-87 kg Putra)
    3. Bripda Hanifah Safitri – Polda Riau (Kelas U-53 kg Putri)**

    — Kombes Pol Philemon Ginting, S.I.K., M.H. Kabag Binjas SSDM Polri selaku pengurus Komite Olahraga Polri mengungkapkan “Prestasi yang diraih para atlet Garbha Presisi Polri di ajang PON Beladiri 2025 ini merupakan wujud nyata dari semangat disiplin, dedikasi, dan jiwa pantang menyerah anggota Polri. Kami bangga karena mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam olahraga beladiri, tetapi juga memperlihatkan karakter kuat dan integritas tinggi yang menjadi jati diri seorang Bhayangkara. Ke depan, Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP) akan terus membina dan memfasilitasi para atlet untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Olahraga beladiri bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembentukan mental dan fisik yang siap mendukung tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”

    Eksistensi Komite Olahraga Polri (KOP) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, dan penyaluran bakat anggota Polri di bidang olahraga. KOP menjadi wadah resmi yang mengoordinasikan kegiatan olahraga di lingkungan Polri serta menjembatani sinergi antara pembinaan jasmani, pengembangan prestasi, dan peningkatan citra positif Polri di masyarakat.

    Melalui KOP, Polri, serta para pelatih dan pimpinan satuan di seluruh Indonesia, Polri terus berkomitmen mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing secara sportif, terhormat, dan berintegritas tinggi.

    Kegiatan PON Beladiri 2025 di Kudus menjadi momentum penting untuk mempererat semangat sportivitas, memperkokoh persaudaraan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa. Polri akan terus berperan aktif membangun karakter personel yang tangguh, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Polri Presisi — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

  • Bidpropam Polda Metro Jaya Sosialisasi Larangan Gaya Hidup Hedon dan Optimalisasi Whistle Blower di Polres Kepulauan Seribu

    Jakarta – Bidpropam Polda Metro Jaya terus menguatkan pembinaan etika dan disiplin di jajaran kepolisian melalui kegiatan Asistensi Pembinaan Etika Profesi Polri yang digelar di Polres Kepulauan Seribu, Rabu (15/10/2025).

    Kegiatan ini mengusung tema “Larangan Berperilaku Hedonisme bagi Anggota Polri dalam Kegiatan Whistle Blower System dan SP4N Lapor”.

    Kegiatan yang dimulai pukul 11.15 WIB ini dihadiri oleh anggota Polres Kepulauan Seribu, Polsek Pulau Seribu Utara, dan Polsek Pulau Seribu Selatan. Hadir sebagai narasumber tim dari Bidpropam Polda Metro Jaya, yakni AKP Donny Widianto, S.H., M.H., AKP Lukas Pardamean E. Marbun, S.H., M.H., Bripda Ar Rafi Syaidina, dan Bripda Abdi Ramazhi.

    Pembukaan kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan oleh Kasipropam Polres Kepulauan Seribu IPTU Sutarna, S.H., yang menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika sebagai anggota Polri.

    “Etika profesi adalah pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Kita harus mampu menjadi teladan, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari,” ujar IPTU Sutarna.

    Dalam sesi utama, AKP Donny Widianto memaparkan sejumlah regulasi dan instruksi terkait pengawasan gaya hidup hedon di kalangan anggota Polri. Ia menegaskan bahwa sikap sederhana dan profesional merupakan bentuk nyata dari nilai Presisi Polri yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

    “Larangan berperilaku hedon bukan hanya soal penampilan, tapi juga tentang komitmen moral dan kesadaran untuk menjaga marwah institusi,” jelas AKP Donny.

    Ia juga menjelaskan beberapa dasar hukum dan surat perintah Kapolri yang menjadi pedoman, di antaranya:

    Perpol Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri (KEP dan KKEP);

    Perkap Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengawasan Melekat di Lingkungan Polri;

    STR Kapolri Nomor ST/482/III/WAS.2./2025 tentang Larangan Berperilaku Hedonis bagi Anggota Polri dan Keluarganya;

    Perkap Nomor 10 Tahun 2017 tentang Kepemilikan Barang Mewah bagi PNPP;

    serta PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

    Selain itu, AKP Donny juga mengajak seluruh peserta untuk aktif memanfaatkan Whistle Blower System (WBS) dan SP4N Lapor sebagai sarana pelaporan internal dan eksternal dalam mengawasi pelanggaran etika maupun disiplin.

    Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penegasan komitmen bersama untuk mengedepankan etika profesi, menjauhi gaya hidup berlebihan, serta meningkatkan transparansi di lingkungan Polri.

  • JATI DIRI BANGSA: POLRI PERKUAT KARAKTER ANGGOTA HADAPI GEOPOLITIK INTERNASIONAL

    Jakarta, 15 Oktober 2025 – Polri menyelenggarakan seminar bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter” untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul dan berkarakter. Kegiatan yang berlangsung di Jakarta Selatan ini, merupakan upaya strategis Polri untuk memperkuat rasa nasionalisme yang dijiwai jati diri bangsa di tengah dinamika tarik menarik geopolitik internasional.

    Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM Kapolri) Irjen Pol Anwar membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam seminar tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata upaya Polri dalam memberikan solusi untuk memperbaiki tubuh institusi yang pada akhirnya akan membentuk SDM Polri unggul. Lebih lanjut, seminar ini menjadi awal dari penyusunan kurikulum dan modul yang menekankan pentingnya membangun karakter personel Polri berdasarkan tiga pilar utama: spiritual, intelektual dan kultural, guna memperkuat jati diri Bangsa.

    “Seminar ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural.” Ujar As SDM, Irjen Anwar.

    Pentingnya penguatan karakter ini didukung oleh temuan riset yang dipaparkan oleh Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T., selaku Ketua Tim Peneliti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia. Dalam presentasinya mengenai “Penyampaian Hasil Riset Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya,” Dr. Junus menyoroti signifikansi spiritualitas sebagai fondasi moral dan integritas anggota Polri. Hasil riset menunjukkan bahwa nilai koefisien Dimensi Spiritual memiliki skor terendah, yakni 4,28, dibandingkan intelektual (4,43) dan kultural (4,46). Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kesadaran spiritual dan refleksi, sehingga strategi penguatan berjenjang sangat diperlukan.

    “Hasil riset ini mendapatkan dukungan penuh dari Polri dan akan dijadikan dasar fundamental dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter Polri. Kurikulum ini dirancang untuk memperkuat jati diri Bhayangkara Indonesia dan dalam penguatan ketahanan nasional.” Ujar Irjen Anwar.

    Salah satu narasumber Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, memaparkan materi “Kembali kepada Jati diri bangsa untuk mengelola tarik menarik geopolitik internasional melalui penguatan nasionalisme melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural.” Sebagai seorang Praktisi Polri, ia menegaskan bahwa pembangunan SDM Polri berkarakter Bangsa Indonesia harus menguatkan jiwa nasionalisme melalui tiga pilar utama yang saling menopang. Brigjen Langgeng menjelaskan bahwa tarik menarik geopolitik internasional merupakan dinamika kompleks interaksi antarnegara di tingkat global, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti politik, ekonomi, keamanan dan budaya. Fenomena ini menciptakan persaingan dan pengaruh antarnegara yang dapat berupa kerja sama, persaingan bahkan konflik, dengan contoh nyata seperti globalisasi, perang dagang, pasar bebas dan polarisasi.

    “Pelindung utama Bangsa Indonesia dalam mengelola tarik menarik geopolitik internasional adalah dengan cara menguatkan jiwa nasionalisme yg dijiwai jati diri bangsa untuk menguatkan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ujar Langgeng.

    Sementara itu, dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono, Putri Proklamator, menyampaikan materi “Pancasila jalan lurus, sebagaimana pemikiran dari Bung Hatta. Polri didorong sebagai role model perekat bangsa.” Beliau menegaskan peran strategis Polri sebagai panutan dan perekat bangsa. Menurutnya, Polri bukan hanya sekadar penegak hukum, tetapi juga adalah penjaga nilai-nilai moral dan persatuan bangsa.

    Prof. Dr. Anhar Gonggong, M.A. sebagai narasumber dari Sejarawan Nasional berbicara tentang sejarah kebangsaan dan akar kebhayangkaraan, menelusuri Peran Polri dalam Perjalanan Bangsa. Anhar menyinggung esensi pancasila, kejujuran melawan korupsi. Polisi harus menjadi salah satu unsur terpenting negara.

    Masukan konstruktif juga datang dari peserta tamu. Kushartono, yang bertindak sebagai penanggap, memberikan saran bahwa solusi mendasar terhadap berbagai persoalan bangsa bukanlah saling mengkritik atau menghujat, melainkan melalui introspeksi diri masing-masing. Ia bahkan menganjurkan “tobat nasional” dengan kembali kepada jati diri bangsa yang sejati.

    Di sesi penutup, Dr. Supardi Hamid, M.Si., Komisioner Kompolnas, menyampaikan materi “Penguatan Jati Diri Polri: Tantangan Institusional dan Agenda Strategis.” Beliau menekankan bahwa upaya penguatan karakter anggota Polri harus diiringi dengan tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan, sebagai wujud reformasi SDM yang utuh.

    Seminar yang diikuti secara langsung oleh 250 anggota Polri dari Mabes Polri dan Polda jajaran se-Indonesia, juga dilaksanakan secara daring, berfokus pada internalisasi nilai-nilai spiritual, intelektual dan kultural dalam membentuk SDM Polri yang profesional, humanis, berkarakter kuat dan dipercaya publik.

    “Tujuan utama kegiatan seminar ini adalah meningkatkan pemahaman anggota tentang jati diri bangsa, menginternalisasi model “Sadar Berkarakter” dalam tugas sehari-hari, membangun komitmen kolektif dan pada akhirnya, mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.” Tutup Anwar.

  • Organisasi Kemasyarakatan se-Jakarta Nyatakan Sikap Dukung Polri, Siap “Jaga Jakarta” Bersama

    Jakarta – Polda Metro Jaya menggelar Apel Siaga Kamtibmas bertema “Harmoni Organisasi Kemasyarakatan dalam Jaga Jakarta” di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (15/10/2025) pagi. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas), komunitas, dan forum masyarakat yang menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota.

    Beragam organisasi turut hadir menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan persatuan Jakarta, di antaranya GRIB, KOKAM, Timur Indonesia Bersatu, ANTARA, PPM, FORKABI, FBR, KBPP Polri, Kembang Latar, PBB, Bang Japar, PP, PS TTKDH, Satria Banten, BPPKB Banten, FKPPI, Pokdarkamtibmas, Senkom, Satgas Banten Kesti, FKPM, Komunitas, Pejabat, dan GMBI.

    Apel berlangsung dengan semangat tinggi dan kebersamaan yang kuat. Kehadiran berbagai Ormas tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah DKI Jakarta.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Edi Asep Suheri dalam amanatnya menegaskan pentingnya membangun toleransi, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan Ibu Kota.

    “Kita harus saling menjaga, saling memahami, dan saling memiliki walaupun ada perbedaan. Tujuannya satu, yaitu Jakarta yang aman, damai, dan penuh kebersamaan,” ujar Irjen Pol Edi Asep.

    Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh Ormas yang telah berperan aktif menjaga ketertiban masyarakat dan mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat demi mewujudkan Jakarta yang harmonis.

    Dalam kesempatan yang sama, seluruh organisasi masyarakat se-Jakarta menyatakan sikap bersama sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Ibu Kota.

    Isi pernyataan tersebut sebagai berikut:

    1. Menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkis dan pengrusakan.
    2. Mendukung tindakan tegas Polri dalam upaya terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
    3. Siap melaporkan segala bentuk ancaman dan tindakan aksi anarkis, serta pengrusakan.
    4. Siap bersama menjaga lingkungan, jaga warga, jaga aturan, dan amanah dalam menjaga Jakarta.

    Menutup arahannya, Irjen Pol Edi Asep Suheri menyampaikan harapannya agar semangat “Jaga Jakarta” menjadi gerakan bersama lintas organisasi dalam memperkuat harmoni, toleransi, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

    “Jakarta adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama,” pungkas Kapolda

  • Apel Siaga Kamtibmas Harmoni Organisasi Kemasyarakatan dalam Jaga Jakarta, Kapolda: Sinergi Kunci Keamanan Ibu Kota

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Edi Asep Suheri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan, untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Ibu Kota. Ajakan tersebut disampaikan Kapolda saat memimpin Apel Siaga Kamtibmas dengan tema “Harmoni Organisasi Kemasyarakatan dalam Jaga Jakarta”, yang digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Rabu (15/10/2025) pagi.

    Dalam arahannya, Irjen Pol Edi Asep menjelaskan bahwa apel tersebut merupakan bagian dari program strategis “Jaga Jakarta”, yang menjadi wadah kolaborasi antara kepolisian,organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dalam menciptakan suasana kota yang aman, tertib, dan harmonis.

    “Apel Siaga Kamtibmas ini merupakan bagian dari program Jaga Jakarta yang memiliki empat pilar, yaitu jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah. Semua ini adalah bentuk sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta,” ujar Kapolda Metro Jaya.

    Kapolda menegaskan bahwa kehadiran organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat antarwarga.
    Menurutnya, konsep Jaga Jakarta bukan sekadar upaya menjaga keamanan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif agar setiap organisasi masyarakat turut menjaga stabilitas dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

    “Organisasi kemasyarakatan memiliki kekuatan sosial yang besar. Jika seluruh organisasi kemasyarakatan bergerak seirama dengan kepolisian, maka harmoni dalam menjaga Jakarta akan terwujud. Inilah semangat ‘Harmoni Organisasi Kemasyarakatan dalam Jaga Jakarta’ yang kita dorong bersama,” tutur Irjen Pol Edi Asep.

    Empat pilar Jaga Jakarta — jaga warga, jaga lingkungan, jaga aturan, dan jaga amanah, menjadi pedoman sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menghadapi dinamika Ibu Kota. Kapolda berharap, kolaborasi ini dapat memperkuat rasa aman sekaligus mempererat hubungan antarwarga di tengah keberagaman Jakarta.

    Lebih lanjut, Irjen Pol Edi Asep menekankan pentingnya semangat kebersamaan, saling menghargai, dan toleransi di tengah masyarakat yang multikultural.

    Ia menegaskan, meskipun terdapat perbedaan latar belakang, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Jakarta agar tetap damai dan kondusif.

    “Kita harus saling menjaga, saling memahami, dan saling memiliki walaupun ada perbedaan. Tujuannya satu, yaitu Jakarta yang aman, damai, dan penuh kebersamaan,” tegas Kapolda.

    Kapolda Metro Jaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Ormas dan warga yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga ketertiban. Ia menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan Jakarta yang aman dan harmonis.

    Menutup arahannya, Irjen Pol Edi Asep menyampaikan bahwa Polda Metro Jaya akan terus mendukung kegiatan kemasyarakatan yang berorientasi pada peningkatan keamanan dan pemberdayaan sosial.

    Ia berharap, semangat “Jaga Jakarta” dapat menjadi gerakan bersama lintas organisasi untuk membangun harmoni organisasi kemasyarakatan dan kepolisian demi keamanan Ibu Kota.

    “Jakarta adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya

  • Korlantas Polri Gelar Simposium Target PNBP 2025, Dorong Layanan Publik yang Inovatif & Terintegrasi

    Jakarta – Dalam rangka memperkuat tata kelola pelayanan publik serta mendukung optimalisasi penerimaan negara, Korlantas Polri menggelar Simposium Target PNBP T.A. 2025 dalam rangka Penyusunan Justifikasi PNBP Tahun 2026 di Jakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kasubdit Fasmat SBST Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Jamal Alam.

    Dalam sambutannya, Kombes Jamal menyebut forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wadah penting untuk memperkuat sinergi, memperbaiki sistem, dan memastikan setiap target PNBP dapat dicapai dengan strategi yang terukur.

    “Pemerintah meyakini Indonesia mampu bertahan dan bersaing melalui percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta transformasi digital yang memperkuat daya saing nasional,” ujar Kombes Pol Jamal.

    Ia menegaskan, kehadiran negara di tengah masyarakat dapat dilihat dari kualitas pelayanan publiknya. Karena itu, Polri didorong untuk menghadirkan layanan publik yang cepat, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

    “Polri mengusung semangat transformasi menuju institusi yang predictive, responsibility, dan transparency berkeadilan. Ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat layanan publik, termasuk di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor maupun pengemudi,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Jamal juga menjelaskan bahwa target PNBP fungsi lalu lintas tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp12,39 triliun, meningkat 28,74 persen dari target tahun sebelumnya. Adapun capaian tahun 2024 tercatat sebesar Rp8,5 triliun atau 88,28 persen dari target.

    “Dengan target yang meningkat signifikan, dibutuhkan extra effort dari seluruh jajaran. Tantangan juga semakin kompleks, mulai dari kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan hingga kondisi ekonomi yang memengaruhi daya beli,” ungkapnya.

    Jamal menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dan analisis yang akurat. Ia juga menyampaikan tiga poin utama yang harus dijalankan jajaran Regident Polri.

    “Pertama, analisis secara cermat dinamika strategis yang berkembang. Kedua, perkuat sinergi dan kolaborasi dengan para stakeholder. Ketiga, manfaatkan forum ini untuk membangun relasi dan komitmen bersama demi peningkatan layanan publik,” paparnya.

    Kombes Jamal menutup sambutannya dengan optimisme.
    “Melalui kerja sama dan semangat kolektif, saya yakin target PNBP 2025 dapat tercapai, bahkan melampaui. Yang terpenting, masyarakat dapat merasakan peningkatan nyata dari layanan publik Polri,” pungkasnya.

    Selain jajaran Korlantas Polri, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah narasumber, salah satunya M. Hafiz Basari dari Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat). Dalam pemaparannya, Hafiz menjelaskan sistematika dan problematika penerbitan SUT dan SRUT untuk kendaraan konversi serta kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

    “Pertumbuhan kendaraan listrik ke depan akan berpengaruh terhadap peningkatan penerbitan dokumen kendaraan dan berdampak langsung pada PNBP kepolisian. Namun, untuk kendaraan konversi, tren tersebut bersifat unik,” ujar Hafiz.

    Menurutnya, konversi kendaraan tidak menambah jumlah unit kendaraan, melainkan hanya mengubah jenis motor penggerak dan bahan bakarnya.

    “Jadi, penerbitan STNK dan BPKB meningkat, tapi jumlah kendaraannya tidak bertambah. Ini bisa menjadi bahan diskusi bahwa PNBP tidak selalu sejalan dengan jumlah kendaraan yang beredar di Indonesia,” tambahnya.

    Hafiz menegaskan, pihaknya mendukung penuh kegiatan simposium ini sebagai bentuk kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri.

    “Saya sangat mendukung kegiatan ini dan berterima kasih atas kolaborasi antara kepolisian dan Kementerian Perhubungan Darat. Harapannya, penerbitan dokumen kendaraan seperti SUT, SRUT, STNK, dan BPKB dapat lebih terkoneksi, sehingga memudahkan masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan,” katanya.

    Ia juga menekankan pentingnya integrasi data antara penerbitan SUT dan STNK dalam upaya mendukung pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading di lapangan.

    “Dengan data yang saling terhubung, pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading akan lebih mudah dan efisien,” tutup Hafiz.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi Korlantas Polri dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta mempercepat transformasi layanan publik menuju sistem yang semakin modern, efisien, dan terintegrasi.