Blog

  • Polri “All Out” Evakuasi, Hadirkan Randurlap dan Patroli Kesehatan Door to Door untuk Korban Banjir Karawang

    Karawang — Sejak Minggu (17/1/2026), bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Karawang akibat meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Berdasarkan data sementara, banjir terjadi di 29 desa yang tersebar di 12 kecamatan. BPBD Karawang mencatat sedikitnya 3.162 rumah warga terendam banjir. Selain itu, terdapat tambahan rumah terdampak, di antaranya 159 unit di Desa Sedari dan 189 unit di desa lainnya, dengan pendataan yang masih terus berlangsung.

    Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, dengan rata-rata genangan mencapai 50 hingga 90 sentimeter di sejumlah permukiman. Sementara itu, di wilayah terdampak parah seperti Desa Karangligar, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 2 hingga 3 meter, sehingga sangat membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat.

    Sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, Polda Jawa Barat mengerahkan Randurlap (kendaraan dapur lapangan) di Desa Karangligar, Kampung Pangasinan, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, pada Senin (19/01/2026). Dapur lapangan ini difungsikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, khususnya penyediaan makanan siap saji bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi banjir maupun di area pengungsian.

    Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polda Jawa Barat turun langsung ke lapangan, terlibat aktif menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga membagikan makanan siap santap kepada warga terdampak banjir. Hingga saat ini, sebanyak 650 porsi makanan telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Selain bantuan logistik, Polri juga mengerahkan kekuatan personel untuk mendukung penanganan bencana. Sebanyak 500 personel Polres Karawang, bersama unsur TNI, BPBD, serta relawan, dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga, pengamanan lingkungan, dan pelayanan kemanusiaan lainnya. Penanganan banjir dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas instansi dan peninjauan langsung oleh unsur pemerintah daerah, mengingat kondisi di lapangan yang masih dinamis.

    Tak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan, Polri juga mengintensifkan patroli kesehatan door to door dengan mendatangi langsung rumah ke rumah warga terdampak banjir. Langkah ini dilakukan karena keterbatasan mobilitas masyarakat akibat genangan air. Hingga hari ini, 200 warga telah mendapatkan layanan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dari tenaga kesehatan Polri. Kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga banjir surut dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

    Karo Penmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di situasi darurat.

    “Polri hadir tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga pada pelayanan kemanusiaan. Melalui dapur lapangan, keterlibatan aktif Polwan Polda Jawa Barat, serta patroli kesehatan door to door, kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan dasar. Hingga hari ini, kami laporkan 200 warga telah terlayani oleh patroli kesehatan Polri dan kegiatan ini akan terus dilakukan kepada seluruh warga jika memungkinkan sampai banjir benar-benar surut dan kondisi masyarakat kembali pulih,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

    Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi secara optimal. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

    Polda Jawa Barat berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana. Langkah cepat dan terpadu ini menjadi bagian dari pengabdian Polri yang Presisi, humanis, dan responsif, sekaligus memastikan informasi penanganan bencana tersampaikan secara cepat dan transparan

  • Brimob Polda Sumut Laksanakan Gotong Royong Pembersihan Rumah dan Gudang Warga Terdampak Bencana

    Minggu, 18 Januari 2026, personel Satuan Brimob Batalyon A Polda Sumatra Utara melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan rumah dan gudang milik warga yang terdampak bencana alam di Desa Hutanabolon dan Desa Aek Tolang, wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, sebagai wujud kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat pascabencana.

    Kegiatan ini melaksanakan pembersihan material lumpur, tanah, serta sisa-sisa puing akibat bencana alam yang masuk ke dalam rumah dan gudang warga. Pembersihan dilakukan pada bagian dalam dan luar bangunan, termasuk halaman serta area sekitar, guna mengembalikan fungsi rumah dan gudang agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat.

    Pelaksanaan kegiatan gotong royong tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam serta mempercepat proses pemulihan kondisi lingkungan dan tempat tinggal warga. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moril, rasa aman, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong antara aparat kepolisian dan masyarakat.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan Polri, khususnya Satuan Brimob Polda Sumatra Utara, dalam mendukung upaya penanggulangan bencana serta pemulihan pascabencana di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Brimob untuk selalu hadir dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam.

    Pembersihan dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan kebersihan sederhana, seperti sekop, cangkul, sapu, dan alat pendukung lainnya. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dan tetap mengutamakan keselamatan personel serta warga setempat. Meskipun dihadapkan pada kondisi sisa material bencana, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

    Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan bantuan kemanusiaan pada saat terjadi bencana alam dan dapat memberikan manfaat nyata serta mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di Desa Hutanabolon dan Desa Aek Tolang, Kabupaten Tapanuli Tengah.

  • Brimob Polda Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Brimob Polda Metro Jaya Gelar Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Jakarta — Satuan Brimob Polda Metro Jaya melalui Batalyon B Pelopor menggelar Dapur Lapangan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di wilayah Rawa Teratai, Jakarta Timur, Minggu, 18 Januari 2026.

    Kegiatan tersebut dipusatkan di lapangan Kampung Petukangan Rawa Teratai, Kecamatan Cakung. Personel Batalyon B Pelopor dikerahkan untuk menyiapkan makanan siap saji dengan memanfaatkan perlengkapan dapur lapangan milik Brimob.

    Dalam pelaksanaannya, personel memasak menu nasi goreng yang kemudian dikemas dan dibagikan kepada masyarakat terdampak. Sebanyak 500 box nasi goreng berhasil disalurkan kepada para pengungsi serta warga sekitar yang membutuhkan.

    Pelayanan konsumsi ini merupakan bagian dari respons cepat Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akibat bencana, khususnya di tengah kondisi darurat banjir.

    Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Brimob di lokasi bencana adalah wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat.
    “Brimob Polda Metro Jaya akan terus hadir membantu warga yang terdampak bencana. Melalui dapur lapangan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan kebutuhan makan para pengungsi tetap terpenuhi,” tegasnya.

    Selain itu, Satuan Brimob Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keamanan bersama.

  • Festival Komik Polisi Penolong 2026: Menghidupkan Kembali Wajah Humanis Polri Lewat Komik, Aksi, dan Dialog Publik

    Festival Komik Polisi Penolong 2026: Menghidupkan Kembali Wajah Humanis Polri Lewat Komik, Aksi, dan Dialog Publik

    Jakarta, 18 Januari 2026 — Upaya membangun kembali kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda, terus dilakukan melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. Salah satunya diwujudkan lewat Festival Komik Polisi Penolong 2026 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu pagi.

    Festival ini merupakan puncak rangkaian Lomba Komik “Polisi Penolong” 2026, sebuah inisiatif berbasis storytelling visual yang mengajak publik—khususnya anak muda—untuk merekam dan menyampaikan kisah-kisah positif tentang polisi melalui medium komik.
    Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, SIK. beserta jajaran Baharkam Polri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya membangun citra Polri yang humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.

    Komik sebagai Jembatan Emosi Generasi Muda
    Dalam beberapa tahun terakhir, citra Polri di ruang publik—terutama di media sosial—menghadapi tantangan serius. Padahal di lapangan, masih banyak polisi yang hadir sebagai penolong pertama saat terjadi bencana, kecelakaan, konflik sosial, hingga situasi darurat lainnya.

    “Komik dipilih karena menjadi bahasa yang dekat dengan generasi muda. Ringkas, visual, menyentuh, dan mudah dibagikan. Lewat komik, publik diajak melihat polisi dari sisi kemanusiaan,” ujar salah satu inisiator kegiatan.

    Lomba Komik “Polisi Penolong” sendiri telah dilaksanakan pada November–Desember 2025, dengan lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 15 karya terbaik dan 1 karya favorit dipamerkan dalam festival ini, sekaligus diumumkan para pemenangnya.

    Dewan juri yang hadir dalam acara ini terdiri dari Jan Praba (seniman dan komikus nasional), Wahyu Aditia (komikus digital nasional), serta Hasby Ristama, inisiator Lomba Komik Polisi Penolong. Melalui festival ini, masyarakat juga diajak melihat langsung kemampuan dan kelengkapan peralatan Polri dalam menjalankan fungsi penolong dan penyelamat.

    Beragam satuan kerja di bawah Baharkam Polri turut hadir, di antaranya Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), termasuk Polair dan Poludara yang sebelumnya viral saat membantu penanganan bencana di Sumatra melalui jalur udara dan laut. Korps Sabhara, menghadirkan Polisi Pariwisata Pamobvit, tim rescue Perintis Samapta, hingga Polisi Satwa (K9) yang berperan penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana. Salah satu anjing pelacak legendaris yang gugur saat mencari korban bencana Sumatra, K9 Reno, bahkan menjadi inspirasi dalam salah satu karya komik peserta lomba.

    Tak hanya itu, jajaran Binmas Polri juga hadir, termasuk sosok Pak Purnomo – Polisi Baik, yang dikenal luas karena dedikasi dan pendekatan kemanusiaannya. Kehadirannya menjadi simbol nyata polisi yang hadir, mendengar, dan membantu masyarakat.

    Ruang Ekspresi, Dialog, dan Partisipasi Publik
    Festival Komik Polisi Penolong dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari:

    • Lomba menggambar komik untuk anak-anak SD
    • Lomba lukis Polisi Penolong secara spontan (on the spot)
    • Senam Zumba bersama
    • Pameran foto dan peralatan rescue Polri
    • Panggung dialog dan “curhat publik” tentang pengalaman, kritik, dan harapan terhadap Polri

    Masyarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan personel Polri, berdialog, bertanya, hingga menyampaikan aspirasi secara terbuka.

    Acara ditutup dengan penyerahan trofi dan hadiah Lomba Komik Polisi Penolong 2026, yang diserahkan langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto sebagai simbol apresiasi terhadap kreativitas publik dalam merawat narasi positif tentang polisi.

    Melalui festival ini, Polri menegaskan kembali pesan penting bahwa di balik seragam, masih banyak polisi baik—siap menolong, siap hadir, dan siap mendengar masyarakat.

  • Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Rawa Teratai, Jakarta Timur

    Jakarta — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta pada Minggu, 18 Januari 2026, menyebabkan banjir di Jl. Rawa Teratai, Rt. 10/RW 05, Kampung Sawah, Kelurahan Rawa Teratai, Kecamatan Cakung. Banjir ini merendam rumah warga, mengganggu aktivitas, dan menyulitkan akses jalan di sekitar lokasi.

    Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui media sosial, Satuan Brimob Polda Metro Jaya segera menerjunkan Tim SAR Batalyon B Pelopor untuk evakuasi dan bantuan kemanusiaan. Personel Brimob membantu warga mengevakuasi diri serta mengamankan dokumen penting dan barang berharga dari rumah yang terendam.

    Evakuasi dilakukan dengan koordinasi pihak kelurahan setempat dan instansi terkait. Tim SAR memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia, dan warga dengan kondisi khusus, agar proses evakuasi berjalan aman.

    Selain itu, tim Sar Brimob juga menyiapkan bantuan logistik darurat, termasuk suplai makanan dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses evakuasi berlangsung.

    Dansatbrimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan, “Satuan Brimob Polda Metro Jaya selalu siap membantu masyarakat dalam kondisi darurat. Keselamatan penduduk adalah prioritas utama, dan setiap operasi dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan aman.”

    Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Keberhasilan operasi ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah setempat, dan warga dalam menghadapi bencana.

  • Parkir Liar di Setiabudi Jaksel Pungut Tarif Tak Wajar, Warga Mengadu ke Layanan 110 Polisi

    Parkir Liar di Setiabudi Jaksel Pungut Tarif Tak Wajar, Warga Mengadu ke Layanan 110 Polisi

    Jakarta Selatan — Laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110 langsung ditindaklanjuti, Kali ini aduan soal praktik parkir liar dengan tarif tidak wajar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, ditangani cepat oleh Polsek Metro Setiabudi, Kamis (16/1/2025).

    Laporan diterima call center 110 sekitar pukul 14.53 WIB. Pelapor mengadukan adanya juru parkir yang memungut tarif parkir sepeda motor sebesar Rp10.000 untuk durasi sekitar tiga jam di pertigaan Sudirman Tower dan Plaza Semanggi. Aktivitas parkir tersebut juga menggunakan sebagian badan jalan dan dinilai mengganggu arus lalu lintas.

    Menindaklanjuti laporan dari 110 itu, personel Polsek Metro Setiabudi yang dipimpin Pawas Iptu Rudi Anton, S.H., M.H., bersama anggota piket Binmas dan Pospol langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta klarifikasi di lapangan.

    Dari hasil pemeriksaan, petugas menjelaskan bahwa tarif parkir roda dua yang berlaku di lokasi tersebut sebesar Rp5.000 dengan durasi maksimal lima jam. Polisi juga memberikan imbauan kepada juru parkir yang berada di lokasi agar tidak memungut tarif di luar ketentuan serta tidak menggunakan badan jalan.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, layanan 110 menjadi sarana cepat bagi masyarakat untuk melaporkan gangguan kamtibmas. “Setiap laporan yang masuk melalui 110 akan segera ditindaklanjuti. Kami mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan praktik yang meresahkan,” ujarnya.

  • Brimob Polda Sulteng Bangun Jembatan Sementara Penghubung Wani 3–Labuan Kungguma

    DONGGALA – Akses transportasi warga yang menghubungkan Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, dengan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, sempat terputus akibat banjir yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

    Merespons kondisi tersebut, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dengan dukungan unsur TNI serta partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat pemulihan akses warga.

    Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan warga. Keterbatasan peralatan tidak menjadi penghalang, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa.

    Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan kini dapat dilalui pejalan kaki. Kehadiran jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.

    Selain membangun jembatan, personel Brimob Polda Sulteng juga aktif membantu warga melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

    Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

    “Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

    Ia menegaskan, Brimob Polda Sulteng akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.

  • Kapolda Jatim Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan di Bekasi

    BEKASI – Suasana haru menyelimuti kediaman rumah duka almarhum Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H., di Kompleks Molek Raya Housing, Pondok Gede, Kota Bekasi. Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia melaksanakan upacara pelepasan jenazah secara kedinasan sebagai penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas, Jumat sore (16/01/2026).

    Upacara pelepasan yang berlangsung khidmat pada pukul 15.50 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., selaku Inspektur Upacara, dengan Komandan Upacara Kapolsek Pondok Gede, Kompol Bambang Sugiharto, S.H.

    Prosesi pemakaman perwira tinggi yang menjabat sebagai Irwasda Polda Jawa Timur ini dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Turut hadir memberikan penghormatan terakhir, Kapolda Metro Jaya, PJU Polda Jatim, para Kapolres jajaran Polda Jatim, rekan seangkatan almarhum, serta Kapolres Metro Bekasi Kota beserta jajaran.

    Kehadiran para pimpinan tertinggi Polri ini menjadi bukti nyata apresiasi organisasi terhadap integritas dan loyalitas almarhum semasa hidupnya dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

    Almarhum Brigjen Pol Anumerta Ary Satriyan, S.I.K., M.H. (Lulusan Akpol 1997), menghembuskan napas terakhir pada Kamis dini hari, 16 Januari 2026, pukul 03.53 WIB di RS Bhayangkara Polda Jatim karena sakit. Kenaikan pangkat anumerta diberikan sebagai penghargaan atas jasa-jasa almarhum yang tak terhingga bagi institusi Bhayangkara.

    Tepat pukul 16.30 WIB, setelah upacara pelepasan selesai, jenazah diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Di sana, almarhum akan dimakamkan melalui upacara pemakaman kedinasan Polri.

    Seluruh rangkaian prosesi pelepasan di rumah duka berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa takzim. Keluarga besar Polri mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

  • Tim Trauma Healing Polri Bersama Relawan UI Hadir Bersama Warga Pascabanjir di Cilincing

    Jakarta Utara — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

    Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

    Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

    Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

    Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

    Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

    “Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

    Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

    Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

    “Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

    Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.

  • Polisi Bagikan Air Mineral dan Snack pada Pelayanan Unjuk Rasa Ojol

    Jakarta — Polda Metro Jaya memberikan pelayanan humanis kepada massa aksi unjuk rasa dari komunitas ojek online yang menggelar aksi di sekitar kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, sejak awal kedatangan massa, personel kepolisian telah melakukan pengamanan sekaligus pelayanan kepada para peserta aksi. Salah satu bentuk pelayanan yang diberikan adalah dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamat Datang Pejuang Aspirasi” sebagai bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

    “Selain pengamanan, kami juga memberikan pelayanan berupa pembagian logistik sederhana seperti roti dan air mineral kepada peserta aksi. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

    Ia menambahkan, jumlah massa ojek online yang mengikuti aksi tersebut sekitar 500 orang dan berada di seberang Kedutaan AS. Hingga kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

    Polda Metro Jaya memastikan akan terus mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan prinsip pelayanan, perlindungan, dan pengayoman, sehingga aspirasi dapat tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.